Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Terlalu cepat


Makan malam pun berlangsung, Reno memilih duduk dihadapan Raina.


"Sayang, ambilkan nasi dan lauk pauk nya untuk Reno juga" Ucap Bu Ranti pada Raina yang sedang mengambil kan nasi untuk Ayah nya.


"Iya Bunda" Jawab Raina singkat seolah enggan untuk melakukan perintah Bunda nya.


Mereka pun memulai makan malam nya, tak jarang Pak Firman dan Bu Ranti menyelipkan sedikit obrolan dan candaan disana.


Setelah makan malam selesai, Raina membereskan Piring-piring kotor dan segera membersihkannya, Reno yang melihat Wajah Raina yang terlihat begitu lelah pun segera membantu nya.


"Reno, tidak usah. Kamu duduk saja di ruang tamu temani Om Firman, itu biar Raina saja yang membereskan nya" Ucap Bu Ranti.


"Tidak apa-apa tante, Reno merasa tidak enak kalau hanya berdiam diri saja. Reno juga ingin mengobrol dengan Raina sebentar" Ucap Reno dengan suara pelan agar tak terdengar oleh Raina yang sedang fokus mencuci piring.


"Baiklah kalau begitu, tante akan pergi ke kamar sebentar," Bu Ranti tersenyum melihat kedekatan Reno dan Raina. Ia seperti melihat masa depan yang sangat indah.


Bu Ranti pun segera pergi ke kamar nya meninggalkan Raina dan Reno di dapur.


Reno menghampiri Raina membawakan sebagian piring kotor yang masih tersisa di meja makan.


"Bagaimana kuliah mu Rain?" Tanya Reno yang tengah berdiri disamping Raina, Suara Reno membuat Raina terkejut dibuat nya.


"Ya begitulah, lancar-lancar saja" Ucap Raina pelan, melihat Tangan Reno tengah membersihkan piring-piring kotor yang berserakan membuat Raina menautkan kedua alis nya.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Raina menatap Reno. Namun tatapan Reno terfokus pada apa yang sedang ia kerjakan.


"Mencuci piring Rain, masa kamu gak bisa lihat!"


"Tidak usah Reno, biar aku aja yang membersihkan ini semua" Raina mengambil alih piring kotor yang berada digenggaman Reno.


"Tidak apa - apa Rain, Aku hanya ingin membantu saja, masa gak boleh?" tangan Reno kini merampas kembali piring kotor yang tadi sempat Raina ambil dari genggamannya.


Raina merasa jengkel, karena ia pun sudah biasa melakukan itu sendiri tanpa bantuan siapapun.


"Reno!" Bentak Raina, mengambil kembali piring kotor itu dari genggaman Reno, namun genggaman itu begitu kuat hingga membuat mata mereka bertemu.


Tatapan itu tak berlangsung lama, sekitar 30 detik saja Raina segera memalingkan wajah nya. Pipi nya memerah seketika, membuat dirinya menjadi salah tingkah, begitu juga dengan Reno.


"Terserah kamu saja!" Ucap Raina pelan.


5 menit kemudian mereka sudah selesai mencuci tumpukan piring kotor itu.


Reno mendudukan tubuh nya di kursi meja makan, sedangkan Raina mengambil dua gelas air putih dan memberikan satu gelas pada Reno.


Mendudukan tubuh nya di kursi meja makan tepat di hadapan Reno. Dan meneguk pelan Air putih yang sempat ia ambil.


"Rain memang kamu mengajar anak-anak paud? Dimana?" Tanya Reno membuka percakapan.


"Di Paud Cahaya Kasih" Ucapnya pelan.


"Hmm, Apa kamu sudah punya pacar Rain?" Pertanyaan Reno seketika membuat Raina mengernyit heran.


"Tapi kemarin aku melihat kamu diantar sama Laki-laki, dia siapa?" Lagi-lagi pertanyaan Reno membuat mata Raina terbelalak.


"Dia melihatnya?" gumam Raina.


"Oh, dia hanya Orang tua dari murid ku, Kenapa? Kamu gak suka?" Tanya Raina terkekeh. Niat nya hanya bercanda dan memancing Reno saja.


"Iya aku gak suka" Jawab Reno Santay,


Raina yang mendengar kata-kata itu, menatap heran Reno yang berada dihadapan nya.


Reno menyadari ekspresi Raina yang terlihat bertanya-tanya dengan ucapan nya.


"Iya aku tidak suka ada laki-laki lain yang mendekati mu, terkecuali aku" Ekspresi Reno terlihat begitu Serius, tidak terlihat sedang bercanda ataupun bermain-main.


"Ngomong apa sih Ren" Raina kembali terkekeh.


"Rain, Aku serius!" Tegas Reno.


Raina tidak berani menjawab, dia hanya bisa menundukkan kepala nya, merasa bersalah karena sudah bertanya seperti itu, padahal niat nya hanya bercanda namun di jawab serius oleh Reno.


"Rain, kamu ingat kan, dulu waktu kecil. Kamu selalu menemani ku bermain, kamu selalu melindungi ku, kamu selalu membela ku jika ada teman - teman lain yang meledek ku. Dan ketika aku tahu kamu pergi meninggalkan aku, bahkan tanpa berpamitan dulu dengan ku, aku hancur Rain. Aku merasa tidak punya teman satupun! Karena saat itu kamu adalah teman satu-satu nya yang aku punya. Seiring berjalan nya waktu, bayangan mu selalu saja menghantui ku, Setelah beranjak dewasa aku baru bisa merasakan bahwa selama ini aku benar-benar membutuhkan mu. Maka dari itu, izinkan aku menemanimu seperti kamu menemani ku dulu, dan izinkan aku melindungi mu seperti kamu yang selalu melindungi ku dulu" Suara Reno terdengar memberat, tatapan nya benar-benar tulus, bahkan Raina tidak menyangka dengan pengakuan nya saat ini.


"Tapi ini terlalu cepat" Pikir Raina.


Reno seperti mengerti dengan apa yang Raina rasakan. Ingin rasa nya ia menggenggam jemari wanita itu, mengusap nya dengan penuh Cinta, namun rasanya belum pantas bagi nya untuk melakukan semua itu.


"Aku tahu menurut kamu ini terlalu cepat, tapi tidak dengan ku, aku sudah menyimpan nya belasan tahun ini Rain, dan aku selalu berharap agar aku bisa dipertemukan denganmu, dan bisa menemani dan menjaga dirimu sampai maut memisahkan nanti" Reno menundukkan kepalanya.


"Maka dari itu, Biarkan aku membuat dirimu menerima ku perlahan, aku akan bersabar menunggu walaupun jika pada akhir nya pilihanmu bukan aku" Reno menggenggam tangan nya sendiri yang mulai basah dengan keringat.


Raina hanya berdiam diri, tidak tahu apa yang harus ia katakan, ini benar-benar sebuah kejutan yang tak ia duga. Ini terlalu cepat bagi nya. Namun rasanya ia benar-benar tidak tega dengan Reno, lelaki itu begitu terlihat seperti menyimpan beban yang sangat berat. Apa kah Rasa cinta nya pada Raina begitu besar hingga sampai belasan tahun ia berhasil menyimpan nya tanpa terusik oleh siapapun.


Disisi lain Raina merasa beruntung, ternyata masih ada lelaki yang setia seperti Reno, yang dengan sabar menunggu waktu untuk bertemu dengan dirinya.


"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Raina.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Vote nya❤️