Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Menantu idaman


"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Raina.


Saat Raina akan menjawab Ucapan Reno, tiba-tiba saja Bunda Ranti datang menghampiri mereka berdua yang tengah berada di dapur.


"Reno masih ada disini? Tante pikir sudah pulang, Oh ya kamu tinggal dimana nak?" Tanya Tante Ranti.


Raina pun bernafas lega melihat Bunda nya yang tiba-tiba datang, Karena Raina benar-benar bingung dengan situasi yang saat itu ia hadapi. Rasanya sudah lama sekali ia tidak menghadapi situasi yang seperti itu lagi.


"Aku membeli sebuah rumah kecil tante di dekat Kampus, supaya tidak terlalu memakan waktu lama jika harus pergi mengajar" Jawab Reno, ekspresi nya berubah seketika, yang tadinya begitu serius kini terlihat begitu santai.


"Apa kamu tinggal sendiri? Lalu siapa yang memasak untuk makan atau sarapan?"


Bu Ranti merasa Khawatir dengan anak lelaki itu yang sudah ia anggap seperti anak nya.


"Aku memasak sendiri tante" Jawab nya dengan seulas senyum. Tatapan nya beralih pada Raina yang masih saja berdiam diri tidak mengeluarkan satu kata pun dari bibir nya.


"Wah benarkah? Kamu bisa masak? Kamu ini benar - benar menantu idaman, sudah tampan, pintar, baik, pekerja keras, bisa memasak pula. Hebat ya Rain?" Bu Ranti seperti sengaja memegang bahu Raina. Raina hanya menjawab nya dengan senyuman kecut.


"Tante bisa saja, tante seperti nya Reno pamit pulang saja, sudah mau jam delapan malam" Ucap nya sembari melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan nya.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati ya, ayo tante antar sampai depan" Reno beranjak dari duduk nya diikuti oleh Bu Ranti dan juga Raina.


Saat melewati ruang tamu, Reno segera berpamitan dengan Pak Firman dan juga Fahri. Kemudian berjalan keluar ditemani oleh Bu Ranti dan juga Raina.


"Besok main kesini lagi ya Reno" Ucap Bu Ranti tersenyum sumringah. Hanya dibalas senyuman oleh Reno. Setelah berpamitan dengan Bu Ranti dan juga Raina, Reno segera menaiki mobil nya dan meninggalkan rumah yang membuat dirinya begitu nyaman sampai lupa waktu untuk pulang.


Saat dirasa mobil Reno sudah tak terlihat. Bu Ranti dan Raina pun masuk kedalam Rumah nya.


Saat berjalan menuju ruang tamu, tiba-tiba Bu Ranti menghentikan langkah nya begitu juga dengan Raina.


"Sayang, bagaimana?" Tanya Bu Ranti yang membuat Raina mengernyitkan kening nya heran.


"Bagaimana apanya bunda?" Raina bingung dengan pertanyaan Bunda nya yang tiba-tiba seperti itu.


"Itu Bagaimana dengan pernyataan Reno?" Raina seketika terbelalak,


Apa Bunda nya sedari awal mendengar Percakapan diantara mereka? Hah bagaimana ini, Aku merasa malu. Tapi aku pun harus bertanya pada Bunda apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin mengambil langkah yang keliru. Pikir nya.


"Rain bingung, kalau menurut Bunda bagaimana?" Raina balik bertanya, membuat Bu Ranti terkekeh geli.


"Haduh, kamu kan sudah dewasa, seharusnya kamu paham, dan kamu juga sudah bisa mengambil keputusan sendiri. Bunda hanya berpesan, selagi ada lelaki yang benar-benar serius pada mu apalagi yang dengan setia menunggu sampai belasan tahun, sudah dipastikan dia benar - benar lelaki yang sejati, dan lelaki yang seperti Reno itu jarang sekali ditemukan, maka dari itu jangan di sia-sia kan" Ucap Bu Ranti merangkul pundak anak pertama nya itu.


Raina mengerti dengan apa yang diucapkan Bunda nya, dan ia paham keputusan apa yang harus ia ambil, hanya saja dia tidak ingin bertindak terlalu cepat, Raina ingin melihat terlebih dahulu sebesar apa perjuangan Reno untuk mendapat kan nya.


~~


25 menit kemudian Reno tiba dirumah nya.


Ia bergegas pergi ke kamar mandi, membersihkan badannya yang seharian beraktivitas, begitu lengket rasanya.


Setelah selesai mandi, Reno segera melaksanakan shalat isya dikamar nya.


Lagi-lagi ia menyelipkan nama Raina didalam doa nya, tak bosan rasanya ia mencurahkan perasaan yang sering kali menggebu-gebu didalam hati nya.


Saat dirasa sudah ia curahkan segala nya kepada tuhan, kemudian Reno bangkit dari posisi nya dan segera merebahkan tubuh nya diatas kasur empuk miliknya.


Ingatan nya kembali pada waktu beberapa jam yang lalu, saat ia mengungkapkan perasaan nya pada Raina, saat ia mengungkapkan Niat nya pada Raina. Benar-benar membuat wajah nya merah padam,


"Apa yang aku lakukan? Benar-benar tidak tahu malu" Ucap nya sembari menutup wajah nya, namun tak bisa dibohongi ia merasa lega sekarang, senyuman merekah menghiasi wajah tampan nya. Namun seketika senyuman itu sirna begitu saja mengingat bahwa Raina belum merespon ungkapan nya sama sekali.


~~


"Tumben nyonya udah bangun duluan" Fahri terlihat keluar dari kamar nya dengan setelan seragam smp nya, membuat Raina merasa Jengkel mendengar kata-kata adik nya itu.


"Wah, Nasi goreng Seafood, Kak Rain memang the Best deh, Tahu aja adik nya lagi pengen nasi goreng Seafood" Fahri terlihat sumringah melihat hidangan sarapan pagi itu.


"Bagian mu gak ada, ini untuk Ayah, Bunda, dan untuk Kakak," Senyum Usil menghiasi wajah Manis Raina.


"Kakak jahat, masa Fahri gak kebagian" Fahri mengerucutkan Bibir nya, membuat Raina tertawa begitu gemas dengan tingkah adik nya yang terkadang menyebalkan tetapi Raina tetap menyayanginya, apalagi Fahri adalah Adik satu - satu nya yang ia punya.


"Haha, bercanda, masa sih kakak tega sama adik kakak yang keras kepala ini" Ucap Raina, tangan kirinya mengacak-acak rambut Fahri yang sudah Rapi menjadi berantakan kembali, membuat Fahri mendengus kesal. Sedangkan tangan kanan nya menyodorkan sepiring nasi goreng Seafood yang sudah ia siapkan khusus untuk adik tersayang nya.


~~


Bel pulang sekolah berbunyi, Raina terlihat tengah membereskan Tas nya untuk segera pulang. Melihat Aira yang masih sibuk merapikan buku-buku nya untuk dimasukkan ke dalam tas miliknya membuat Raina menghampiri anak kecil menggemas kan itu, dan segera membantunya.


"Ayo, Bunda temani untuk menunggu papah mu menjemput" Ajak Raina menggandeng tangan Aira dan berjalan menuju ke parkiran yang berada didalam sekolah Paud itu.


Tak lama Mobil yang tak lain milik Rifki berhenti dihadapan mereka. Terlihat Rifki yang berjalan menghampiri Aira masih menggunakan kemeja kerja nya.


"Halo sayang" Sapa Rifki pada Anak perempuannya. Aira segera mencium tangan papa nya, tak lupa Rifki mencium gemas pipi chubby Aira.


"Rain, ayo aku antar pulang" Ucap Rifki mengajak Raina. Saat Raina akan menolak ajakan Rifki terlihat Mobil yang tak asing bagi nya terparkir disebelah mobil Rifki, membuat Raina menatap sosok lelaki yang keluar dari dalam mobil itu.


"Halo Raina" Sapa lelaki itu yang tak lain ialah Reno.


Raina mengernyit heran, bagaimana bisa Reno tahu Jam pulang Raina. Raina masih terpana menatap kehadiran Reno yang tiba-tiba itu.


Rifki menatap Lelaki yang berdiri dihadapan nya, bertanya-tanya siapakah lelaki itu. Apakah dia kekasih Raina?


"Reno, kamu ngapain disini?" Tanya Raina heran.


"Mau menjemput kamu lah Rain" Jawab nya santai.


"Maaf Mas Rifki, terimakasih atas tawaran nya, sepertinya saya akan pulang bersama dia saja, Oh ya kenalkan ini Reno, teman saya" Ucap Raina merasa tidak enak, kemudian memperkenalkan Reno pada Rifki.


"Halo, saya Reno teman kecilnya Raina" Sapa Reno menyodorkan tangan nya pada Rifki,


Tak segan Rifki pun membalas tangan Reno.


"Saya Rifki, orang tua dari murid nya Raina"


Wajah nya menjadi datar setelah melihat kehadiran Reno.


"Kalau begitu saya permisi duluan ya Mas Rifki" Pamit Raina tak lupa ia pun pamit pada Aira.


"Bunda duluan ya sayang" Ucap Raina sembari mengelus Kepala Aira.


Raina pun segera masuk kedalam mobil Reno diikuti pula oleh Reno. Rifki hanya bisa menatap mobil Reno yang semakin menjauh.


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Vote nya❤️