
"Assalamualaikum Bunda" Suara Fahri mengagetkan Bu Ranti yang sedang memasak untuk makan siang. Bu Ranti pun menjawab salam Fahri, kemudian Fahri mencium tangan Bu Ranti.
"Bunda, Masak nya sendiri aja? Kak Rain belum pulang mengajar?" Tanya Fahri mencari - cari sosok Rain yang entah berada dimana.
"Kak Rain sedang tidur, Gapapa, kasihan dia pasti Capek habis selesai mengajar, Kamu juga kan tahu Bagaimana sikap anak-anak kecil yang kadang rewel, Kak Raina juga pasti pusing menghadapi anak kecil yang jumlah nya tidak sedikit" Ucap Bu Ranti panjang lebar.
"Hmm. Aku kekamar dulu ya bun" Fahri melangkah kan kaki nya menaiki anak tangga, karena kamar nya berada dilantai dua bersebelahan dengan kamar Raina.
"Sayang, Kamu jangan ganggu kakak kamu ya, biarkan dia tidur, nanti sore kan dia ada jadwal kuliah" Bu Ranti memperingati Fahri, karena Bu Ranti sudah tahu kalau Fahri itu senang sekali mengganggu kakak nya. Fahri tidak menjawab pertanyaan Bu Ranti, dengan langkah pelan dia membuka pintu kamar Raina. Seperti dugaannya, Raina terlihat begitu pulas menikmati tidur siang miliknya.
Fahri menghirup Aroma wangi menenangkan Lavender yang menghinggapi kamar Raina, dia merasa tak habis pikir kenapa kakak nya begitu menyukai Aroma Lavender, padahal menurutnya Aroma Lavender itu tidak jauh dari Bau obat nyamuk. Dulu saat ditanya Fahri, Raina hanya menjawab karena aroma nya bisa membuat dirinya merasa lebih Relax.
Fahri yang mempunyai niat untuk mengganggu tidur kakaknya pun merasa tak tega melihat wajah kakaknya yang begitu lelah, dengan langkah pelan dia keluar dari kamar Raina dan menutup pintu nya secara perlahan,
Namun saat Fahri berbalik
"Kodok jatoh" Fahri dikejutkan oleh kehadiran Bunda nya, Refleks Fahri pun memegang dadanya yang hampir saja membuat jantung nya copot.
"Bunda nih, ngagetin Fahri aja" Dengus Fahri merasa kesal dengan sikap bunda nya yang tiba-tiba muncul dibelakang nya.
"Hayo, kamu habis gangguin kak Rain ya" Selidik Bu Ranti menyipitkan kedua matanya.
"Engga bun, Fahri hanya ingin mengetes saja kak Rain masih bernafas atau engga" Jawab nya ngasal.
"Eh Kamu tuh kalau ngomong ya, Bunda mau ngasih tahu itu makan siang sudah siap, kamu ganti pakaian, shalat dzuhur lalu turun kebawah ya" Bu Ranti pun meninggalkan Fahri yang masih tidak menyangka dengan sikap Bunda nya.
Ditempat lain.
"Siang pak Reno" Sapa dua orang mahasiswi Cantik yang menjadi salah satu murid Reno.
"Siang" Jawab Reno melemparkan Senyuman maut nya.
"Duh Gemesss banget deh liat senyum Pak Dosen ganteng" Ucap salah satu mahasiswi itu setelah melewati Reno.
Memang Reno terkenal menjadi Dosen termuda di Universitas Bandung itu. Tampang dan Style nya yang memikat para mahasiswi lain. Reno terbilang Orang yang murah senyum, Namun Diantara wanita yang mendekati nya tidak ada satu pun yang berhasil membuat dirinya Terpikat, hanya ada satu wanita yang berhasil membuat dirinya Jatuh Cinta setelah hampir dua puluh tahun tidak berjumpa. Cinta masa kecil nya, Entah lah. Dulu Reno tidak mengetahui sama sekali apa itu Cinta, dan Baginya sosok Rain adalah teman wanita satu-satunya yang selalu ada dilubuk hati nya, entah bagaimana Reno tahu bahwa dirinya Telah jatuh Cinta pada anak perempuan yang pemberani itu.
Raina selalu saja Hadir dalam setiap mimpinya, Bahkan saat dia memejamkan matanya pun entah bayangan Raina yang selalu muncul namun Wajah nya begitu samar. Sehingga membuat Reno semakin penasaran ingin sekali bertemu dengan Wanita yang telah melindungi nya dulu.
Bagaimana keadaannya? Seperti apa dia sekarang? Apakah masih menjadi Wanita yang pemberani atau justru sebaliknya menjadi Wanita yang pemalu? Apakah dia sudah menemukan dambaan hatinya? Apakah dia sudah menemukan kebahagiaan nya?
Pertanyaan itu selalu saja muncul dari pikiran Reno, Membuat dirinya menjadi tidak fokus untuk Mengajar para murid-murid nya.
"Ayolah Reno Fokus, kamu harus profesional" Reno mulai mendengus kesal , rasanya Jika sudah memikirkan tentang Raina, hatinya mendadak menjadi lemah tidak berdaya, pikiran nya berlari jauh entah kemana. Rasa Rindu nya Bergejolak menahan rasa ingin jumpa, namun apa daya, dia tidak tahu sekarang belahan jiwa nya berada dimana, Tuhan, aku tidak pernah berhenti berdoa, Agar suatu saat nanti kau bisa mempertemukan aku dengan nya, Walau mungkin aku tidak tahu dia sudah menjadi milik siapa, tapi aku percaya Takdir mu tidak akan membuat aku kecewa.
\=\=\=\=\=\=
Hemm, kesian yaa pak Dosen ganteng jadi Galau mikirin RainaðŸ˜
Halo readers, jangan lupa Like dan coment nya yaa😘 oiya, mampir juga ke Novel ku yang berjudul "Trouble with the past" aku menanti kedatangan kalian😚😚