
Jhonatan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Cecilia, sampai ujung hidung mereka bersentuhan.
Mata mereka saling menatap dengan lekat, dengan manik yang bergerak-gerak menelusuri bola mata mereka masing-masing.
"Matamu sangat indah" bisik Jhonatan dengan lembut.
Cecilia merasakan sangat nyaman dan dia sangat menyukainya, membuat jemarinya tanpa sadar menurunkan jemarinya, dan mengelus rusuk Jhonatan yang terasa lebih berotot juga.
"Kamu memang benar-benar menyukainya kan?" bisik Jhonatan dengan se...