Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Istirahat penuh


Pagi itu adalah hari minggu, dimana Raina berlibur mengajar serta kuliah, ini saat nya Raina menghabiskan sepanjang harinya bersama kasur kesayangannya.


"Bunda, masa sudah jam 10 gini kak Rain belum bangun juga?" Tanya Fahri yang kala itu tengah menghampiri Bunda Ranti di ruang tamu.


"gak apa-apa biarkan kak Rain istirahat, karena waktu dia untuk istirahat full hanya hari minggu saja" Bunda Ranti meletakkan sebuah majalah yang sedang ia baca tadi, Karena di Waktu seperti ini adalah waktu dirinya untuk bersantai mengingat semua pekerjaan rumah sudah ia kerjakan sedari pagi tadi.


"Lalu ayah kemana Bunda?" Tanya Fahri, matanya sibuk mencari-cari sosok Ayah nya yang tidak ia temui saat itu.


"Biasa, dia sedang bermain catur bersama Pak RT" Dengus Bunda Ranti seolah merasa kesal karena disaat hari libur seperti ini suami nya malah sibuk menghabiskan waktu bersama tetangga nya itu daripada bersama dirinya.


Toktoktok...


Ditengah-tengah percakapan antara ibu dan anak, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Fahri yang mendengar nya segera melangkah kan kaki untuk membukaan pintu yang tertutup dengan rapat itu.


"Assalamualaikum?" Fahri terkejut melihat siapa yang datang saat itu. Dengan sangat bahagia ia memeluk lelaki bertubuh Tegap yang berdiri dihadapan nya tersebut.


"Waalaikumsalam, Kak Reno akhirnya datang lagi, Fahri Rindu sekali" Ucap Fahri dengan semangat nya. Entah sejak kapan Reno dan Fahri terlihat begitu sangat dekat. Bahkan Sikap Fahri pada Reno seperti sudah akrab bertahun-tahun, padahal mereka baru bertemu sekitar beberapa waktu yang lalu. Reno pun sangat bahagia karena Fahri dengan senang hati menerima nya, mengingat dirinya tidak mempunyai seorang adik atau pun kakak, jadi ia sudah menganggap Fahri seperti adik kandung nya sendiri.


"Wah, benarkah? Kakak juga merindukan kamu" Ucap Reno, tangan kanan nya dengan usil mengacak rambut Fahri, namun tidak membuat lelaki itu marah.


"Ada siapa sayang?" Bu Ranti terlihat menghampiri mereka berdua, karena merasa didepan terdengar begitu ramai hingga membuat Bu Ranti merasa penasaran akan siapa yang mengetuk pintu saat itu.


"Oh Reno, Ayo nak silahkan masuk!" Bu Ranti berjalan terlebih dahulu menuju Ruang tamu diikuti oleh Reno dan Fahri dibelakang nya.


"Senang sekali rasanya rumah ini selalu didatangi oleh seorang dosen muda dan tampan pula" Ucap Bu Ranti menyunggingkan senyum nya.


"Ah tante, bisa saja" Reno tersipu malu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Bu Ranti. Hingga membuat dirinya menjadi salah tingkah.


Kini mereka bertiga tengah duduk di Ruang tamu, menikmati Teh hangat serta Cemilan yang tertata di meja ruang tamu. Sembari membicarakan bagaimana perkembangan mengajar Reno, serta seperti apa rasanya menjadi dosen muda yang umur nya saja tidak jauh dari para mahasiswa lain. Tentu Reno menjawab nya seperti apa yang ia rasakan, tidak ada yang terlewat sedikit pun.


"Tentu saja, kamu bisa menjadi dosen muda seperti kakak kalau sudah dewasa nanti, sekarang kamu hanya perlu fokus untuk belajar dan belajar, tapi jangan melewatkan ibadah mu juga dan lagi harus selalu berbakti kepada Ayah dan Bunda kamu" Ucap Reno memberikan Nasehat pada Fahri, Fahri hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Bukan hanya Fahri, Bu Ranti yang melihat lembut nya sikap Reno terhadap Fahri pun membuat dirinya semakin terkagum pada anak muda yang sedang duduk dihadapan nya itu.


"Andaikan Reno benar-benar menjadi suami Raina, aku akan sangat bersyukur sekali" Gumam Bu Ranti didalam hatinya.


"Oh ya tante, Raina kemana?" Kini Reno mulai memberanikan dirinya untuk bertanya, karena sedari tadi ia tidak melihat Wanita itu. Jangankan rupa nya, batang hidung nya saja sampai tidak terlihat sama sekali. Karena hari ini Hari minggu, Reno sengaja pergi kerumah Raina pagi sekali. Karena ia tahu Hari minggu adalah Hari dimana Raina libur mengajar serta kuliah.


"Raina masih tidur, tante tidak tega membangunkan nya, karena hanya di hari minggu dia bisa istirahat seharian penuh" Ucap Tante Ranti.


Reno yang mendengar pernyataan Tante Raina bukan nya merasa Ilfil, sebaliknya ia merasa kasihan pada Raina. Rasanya tidak tega membiarkan Raina kelelahan menjalani aktivitas hingga waktu istirahat nya terganggu.


Saat ini Reno tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi sampai melarang Raina agar tidak terlalu banyak beraktivitas, karena ia pun sadar diri, dia bukan siapa-siapa, dia tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Raina. Terkecuali saat dirinya sudah menikah dengan Raina nanti. Entah itu akan menjadi kenyataan atau hanya sekedar khayalan saja.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca😘 Jangan lupa Like dan Vote nya ya mantemanā¤ļø