
Raina kini sudah kembali ke Jakarta juga bersama Bunda, ayah dan adik nya.
Huftt, rasa-rasanya aku malas sekali berangkat ke sekolah, rasanya kasurku ini begitu posesif.
Raina masih terlelap diatas kasur kesayangan nya. Rasanya ia begitu enggan untuk meninggalkan kasurnya seorang diri.
"Kak Rain! Bangunnnnn. Kakak gak ngajar?" Teriakan Fahri membuat Raina terlonjak kaget, ia segera bangkit dari tidur nya namun matanya masih enggan sekali untuk terbuka.
"Hah, ganggu saja. Mimpi indah ku jadi terpotong kan gara - gara kamu Fahri" Raina merasa jengkel dengan kehadiran Adik nya yang sering sekali mengganggu kenyamanan dia dimanapun dirinya berada.
"Mimpi? padahal dia berharap ada pangeran berkuda putih yang datang padanya, tapi kerjaan nya saja hanya tidur dan tidur. Bangun kakak ku sayang tidur mu kelamaan, mimpi mu ketinggian" Ledek Fahri diiringi tawanya yang menggelegar, Rain yang mendengarnya pun semakin Kesal dibuatnya.
"Berisik! Pergi sana! Sekolah yang benar, jangan pacaran terus" dengus Raina.
"Terus kenapa kalau aku pacaran? Memang nya kakak, dari dulu sampe sekarang gak punya pacar satupun, kasihan tidak ada yang mau dengan nenek lampir sepertimu haha" Tawa Fahri semakin meledek.
Diantara dua saudara yang sedang bertengkar, Bu Ranti yang mendengar nya pun merasa Lelah sekali pagi-pagi seperti ini harus mendengar kedua anak nya bertengkar. Walaupun itu sudah menjadi Rutinitas mereka, Bu Ranti tahu yang selalu memulainya terlebih dahulu adalah anak bungsu nya itu Fahri.
Ditempat lain~
"Huftt, kenapa dari kemarin aku selalu saja memikirkan Raina, padahal jelas sekali Raina tidak mungkin akan memikirkan aku seperti aku yang selalu memikirkan nya. Yaallah, Apa yang harus aku lakukan" Dengus Reno yang sedari tadi merasa pikiran nya tidak begitu fokus. Padahal setengah jam lagi adalah jadwal dia mengajar.
"Selamat pagi pak" Sapa Seorang Dosen cantik yang juga mengajar di universitas yang sama dengan Reno. Rambut panjang bergelombang, Mata bulat nan indah, Hidung mancung bak artis India, dengan Pakaian yang terlihat begitu Feminim melingkupi bagian tubuh nya. Dosen itu bernama Cantika.
"Selamat pagi juga Bu Cantika" Reno membalas sapaan nya. Walau pun menurut nya Bu Cantika memang terlihat begitu cantik dimata nya namun didalam hati nya Raina tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Entah ada apa dengan Reno yang begitu tergila-gila pada Raina, namun walau begitu rasanya masih berada dalam batas yang wajar.
"Sudah Bu" Jawab Reno Singkat, kemudian melirik jam yang terlilit di pergelangan tangannya
"Saya Permisi dulu Bu, sebentar lagi kelas saya akan dimulai" Bangkit dari duduk nya, sejujur nya Reno merasa risih dan tidak nyaman berada didekat Bu Cantika. Belum sempat Bu Cantika menjawab namun Reno segera pergi dari ruangan Dosen itu.
"Huftt, padahal aku sudah menyiapkan bekal untuk dia sarapan, tapi sepertinya dia sedang ada masalah, Ketus sekali" Gumam Bu Cantika melirik kotak bekal yang berada dihadapan nya.
~Sekolah Paud jakarta
"Bunda Rain" Sapa seorang anak kecil yang tak lain adalah Aira. Dengan cepat ia berlari menghampiri Raina yang baru saja tiba di sekolah.
"Halo Aira" Balas Raina sembari membuka helm yang melekat dikepalanya.
"Bunda Rain kemana saja? Ai Rindu sekali" Tanpa aba-aba Aira segera memeluk Rain. Dengan senang hati Raina pun membalas pelukan Aira.
"Maaf ya, Bunda izin beberapa hari karena Bunda Rain kemarin berkunjung ke rumah nenek dulu" Aira melepaskan pelukannya, kemudian menatap Raina dengan tatapan yang begitu antusias.
"Wah Bunda Raina punya Nenek? Ai juga punya Nenek yang baik sekali" Mata Aira begitu berbinar menceritakan nenek nya yang ia rasa seperti seorang Ibu baginya.
"Wah benarkah? Kalau begitu ayo kita masuk kedalam, sebentar lagi bel akan berbunyi" Ajak Raina menggenggam tangan Aira kemudian berjalan memasuki kelas dimana tempat dirinya mengajar.
Pemirsah yang baik hati jangan lupa tinggalkan Like, coment, dan vote nya juga yaa😘