
~Dikampus
"Assalamualaikum sahabat jannahku" Sapa seorang perempuan dengan postur tubuh yang mungil namun terlihat begitu imut, menggunakan gamis polos berwarna Grey dipadukan dengan kerudung berwarna Dusty Pink.
"Waalaikumsalam, eh Nad udah beres Cuti nya?" Tanya Raina kepada sahabat yang ia miliki satu-satu nya di kampus itu. Namanya adalah Nadia, mereka bertemu ketika hari pertama mereka masuk ke Universitas, namun Raina dan Nadia tidak terlalu akrab saat itu, berbeda dengan sekarang, mereka berdua sudah seperti Amplop dan perangko selalu menempel ketika berada di kampus.
"Udah alhamdulillah hehe akhirnya Rinduku pada Ibu terobati juga" Ucapnya tersenyum dengan ceria.
Sore itu mereka berdua tengah berada di kantin yang terletak didalam kampus tersebut.
Raina tengah sibuk membaca sebuah Komik yang ada digenggaman nya. Komik hasil dari merayu sang adik tersayang, karena Fahri dan Raina mempunyai hobby yang sama yaitu membaca, apalagi Fahri senang mengoleksi beberapa Komik sampai-sampai Raina saja selalu meminjam nya tanpa izin dari pemilik nya.
"Gimana ngajar Rain? Lancar?" Tanya Nadia mengeluarkan ponsel dari dalam tas ransel miliknya.
"Alhamdulillah lancar, Kamu sendiri gimana lancar usaha nya?" Rain tau jika sahabat nya itu mempunyai Usaha sebuah toko Online yang menjual berbagai skincare Herbal dan penghasilan nya pun tidak sedikit untuk menambah biaya kuliah nya.
"Alhamdulillah Lancar terus, Orderan makin Lumer" Ucap Nadia begitu bersemangat.
"Rain, sebenar nya, Kemarin aku minta cuti kuliah bukan hanya untuk bertemu ibu saja, tapi juga ada seseorang yang datang pada ibu ingin melamar ku katanya" Nadia melanjutkan, wajah nya begitu tersipu malu, sebenarnya ia tidak ingin mengatakan ini pada sahabat nya. Tapi disisi lain ia tidak ingin Rain tahu tentang ini dari orang lain.
Rain yang mendengar ucapan Nadia begitu terkejut, menghentikan aktivitas nya kemudian menatap lekat sahabat yang sedang duduk disamping nya.
"Wah, benarkah?" Rain seolah tak percaya dengan ucapan sahabat nya, Rain tahu pasti jika Nadia tidak akan mungkin berbohong padanya.
"Iya, Kau tahu siapa lelaki yang melamarku kemarin?" Rain menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia tidak tahu.
"salah satu Aktivis dakwah dikampung ku Rain, dan ternyata dia juga Kakak kelas ku dulu sewaktu aku sekolah menengah pertama" Ucapnya sumringah. Rain lebih dibuat terkejut lagi.
"Wah, akhir nya Kehaluan mu itu berubah menjadi haru ya" Rain tertawa bahagia. Karena sejak mereka dekat Nadia selalu saja bercerita pada Raina Bahwa suatu saat ia ingin ada lelaki yang benar-benar datang padanya untuk mengajak Dirinya menikah dan ia ingin lelaki itu adalah seorang Aktivis dakwah.
~~
Terlihat Mobil dari arah kanan berhenti tak jauh dari jangkauan mereka. Pemilik mobil nya pun kemudian keluar dan menghampiri dua wanita yang sedang duduk di halte Bus.
"Raina!" Sapa pemilik mobil itu, suara nya tak asing bagi Raina, membuat dirinya menoleh kearah suara tersebut.
"Pak Rifki, eh maksudku Mas Rifki" Rain dan Nadia pun bersamaan bangkit dari duduk nya.
"Kamu sedang apa disini?" Tanya Rifki mata nya bergantian menatap Raina dan Nadia.
"Saya sedang menunggu Bus Mas, kami berdua mau pulang" Ucapnya pelan, matanya sibuk menatap ke arah mobil Rifki yang terparkir sembarangan.
"Kamu sendirian aja mas?" Tanya Raina menyelidik
"Ah iya, kalau begitu ayo aku antar kalian berdua, tidak baik sudah larut begini anak gadis berada diluar" Rifki menawarkan Tumpangan pada Raina dan Nadia,
Namun saat Akan menjawab tawaran Rifki, Bus yang mereka tunggu pun datang, Nadia lebih memilih untuk pulang menggunakan Bus, namun ia meminta pada Rifki untuk mengantarkan Raina saja, padahal Raina menolak nya namun Nadia seperti sengaja menitipkan Raina pada Rifki. Dengan terpaksa Raina pun menyetujui tawaran Rifki untuk mengantar nya pulang.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan like, coment, dan vote nya ya:)