Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Bertemu Ayah


Raina berjalan dilorong kampus dengan langkah terburu-buru niat nya agar segera terhindar dari Dosen menyebalkan itu. Ketika Raina sudah tiba di kelas nya, tak lama Nadia sahabat Raina pun terlihat baru saja tiba dan segera duduk disebelah Raina.


"Rain!" Bisik Nadia yang membuat Raina mengernyit heran karena tiba-tiba saja dia berbisik pelan.


"Hmm" Raina menyauti tanpa menatap Nadia, Raina terlihat begitu sibuk mengeluarkan beberapa buku dari dalam tas nya.


"Kamu berangkat bareng Pak Dosen muda itu?" Mendengar pertanyaan dari sahabat nya membuat mata Raina membulat seketika membuat dirinya menjadi salah tingkah.


"Hemm, iya Nad, kenapa?" Tanya Raina berusaha bersikap biasa saja.


"Gak apa-apa sih Rain, aku heran aja, sejak kapan kamu dekat sama pak dosen itu padahal dia kan baru saja mengajar disini" Suara Nadia masih berbisik, karena saat itu dikelas mereka sebagian murid telah hadir, Nadia tidak ingin ada kuping lain yg sampai mendengarkan percakapan mereka apalagi tentang sahabat nya yang pergi ke kampus bersama Dosen muda itu.


"Hmm. Sebenarnya kita memang sudah saling mengenal, dia itu teman masa kecilku dulu waktu di kampung. Dan setelah belasan tahun berpisah akhirnya kita sekarang bertemu lagi" Ucap Raina lirih.


"Wah benarkah? Apakah kalian jodoh yang saat ini sedang dipertemukan? " Ledek Nadia membuat Raina semakin salah tingkah dibuat nya.


"Jodoh? Benarkah?" Gumam Raina, Pipi nya tiba-tiba menjadi merah padam.


"Mana mungkin sih Nad, kamu ada-ada aja" Raina terkekeh.


"Rain, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, termasuk perkara jodoh. Ikan yang dilaut dan sayuran yang di gunung aja ketemu nya di warteg" Nadia tertawa Geli. Tapi tidak dengan Raina.


"Kamu lapar ya?" Tanya Raina meledek.


"Aku jadi pengen makan ikan Kembung Rain" Wajah Nadia tiba-tiba memelas.


"Haduh, ini anak pasti gak jauh dari makanan" Raina merasa gemas pada Sahabat nya yang satu itu. Hingga membuat dirinya mencubit pipi Chubby milik sahabat nya tersebut.


~~


Langit sudah terlihat mulai gelap, Rain dan Nadia berpisah di halte bus. Karena seperti biasa Rain selalu menemani Nadia untuk menunggu Bus jika pulang kuliah.


"Rain, ayo aku antar pulang" Tiba-tiba saja Mobil milik Reno terparkir dihadapan Raina, membuat dirinya begitu terkejut akan kehadiran Reno yang tiba-tiba itu.


"Gak usah deh Ren, Aku mau naik Ojek online aja" Jawab Raina ketus.


Memang sikap Raina seringkali gampang berubah-rubah, terkadang dia bisa bersikap Ketus kepada seseorang namun terkadang juga ia bisa bersikap Lemah lembut kepada siapapun.


"Benar nih? Aku sekalian mau Bertemu sama Ayah kamu" Ucap Reno membuat Raina bertanya-tanya, untuk apa Reno ingin bertemu dengan ayah nya. Namun Raina berpikir mungkin hanya sekedar ingin mengobrol biasa saja.


Dengan langkah malas, Raina masuk ke dalam mobil milik Reno. Senyum kemenangan terlihat diwajah tampan Reno.


~~


Raina dan Reno pun berjalan berdampingan memasuki rumah yang membuat Reno merasa nyaman tersebut.


"Assalamualaikum? Ayah ada Reno" Kata Raina sedikit berteriak karena kala itu Ayah nya berada didalam kamar.


"Waalaikumsalam" Pak Firman terlihat keluar dari kamar. Kemudian berjalan menuju ruang tamu dimana Reno sedang duduk disana.


"Eh Nak Reno datang lagi" Senyum Pak Firman menyambut Reno dengan hangat. Reno yang melihat pak Firman pun segera mencium tangan Lelaki yang lebih tua dari nya itu.


"Sayang, buatkan kopi hitam ya untuk Reno" Pinta Pak Firman pada Raina, kala melihat Raina yang akan melangkah kan kaki nya untuk pergi ke kamar namun diurungkan saat mendengar perintah dari sang Ayah.


Tanpa menjawab sang Ayah, Raina segera melangkah kan kakinya menuju dapur yang terletak diruangan belakang, membuatkan dua cangkir kopi hitam untuk Ayah dan juga Dosen nya tersebut.


Ketika sudah selesai membuat kan dua cangkir kopi, Raina pun segera mengantar kan nya ke ruang tamu, tak lupa ia juga menyajikan beberapa keping biskuit yang ditempat kan didalam toples kaca. Raina pun segera pamit pada Ayah nya untuk pergi ke kamar nya membersihkan diri. Karena sudah seharian ini ia beraktivitas rasanya sudah tidak tahan lagi dengan keringat yang menempel di badannya.


~~


"Ayo diminum Ren kopi nya!" Perintah Pak Firman sebelum memulai obrolan nya bersama Reno. Sepertinya kali ini ada hal yang sangat penting yang akan Reno bicarakan dengan nya, karena melihat raut wajah nya yang tegang dan begitu serius.


Reno pun menganggukan kepalanya, tangan kanan nya mengambil cangkir yang berisi cairan berwarna hitam pekat itu kemudian meyeruput nya dengan pelan.


Diletakkan nya kembali cangkir itu, Rasanya berat sekali untuk Reno berbicara kala itu. Tenggorokan nya seketika merasa begitu kering, telapak tangan nya saling menggenggam terasa begitu basah oleh keringat, kemudian..


.


.


.


.


.


.


Hayoo, penasaran kan sama lanjutan ceritanya?😂 Baca terus yaa😘 Dan jangan lupa Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi buat update😊 sayang kalian😍