Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Makan malam bersama


Tak ada yang menyaut satu orang pun didalam rumah. Kini mereka berdua sudah berada di ruang tamu. Raina menyangka pasti Ayah dan Bunda nya sedang berada dikamar.


Raina pun menyuruh Reno untuk duduk, dengan cepat ia melangkah kan kaki nya menuju kekamar orang tua nya.


"Tok tok tok" Perlahan Raina mengetuk pintu yang terbuat dari kayu itu yang dilapisi oleh cat putih. Terdengar suara sautan dari dalam kamar.


"Ceklek" pintu terbuka, terlihat Bunda Ranti berdiri diambang pintu tanpa menggunakan kerudung nya.


"Bunda ada Seseorang yang mau ketemu sama bunda dan ayah" Ucap Raina berbisik, agar suaranya tak terdengar ke ruangan depan. Bunda Ranti seketika mengerutkan kening nya heran.


"Siapa sayang?" Tanya Bunda Ranti.


"Bunda temuin aja deh, dia ada diruang tamu, Raina mau mandi dulu, badan Rain udah lengket soalnya" Belum sempat Bunda Ranti menjawab, Raina terlebih dahulu pergi ke kamar nya yang berada dilantai dua.


Bu Ranti yang melihat tingkah anak gadis nya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia pun segera berjalan menuju ke ruang tamu, tak lupa ia menggunakan kerudung Instan nya yang sering dipakai nya saat didalam rumah.


"Siapa ya?" Tanya Bu Ranti melihat sosok lelaki yang sedang duduk memebelakangi nya.


Mendengar Suara Bu Ranti, Reno segera beranjak dari duduk nya dan memutar badan nya menghadap Bu Ranti seketika membuat dirinya terkejut tak menyangka.


"Reno! Benar ini Reno?" Tanya Bu Ranti. Menghampiri Reno.


"Iya Tante, ini Reno, bagaimana kabar tante?" Reno mulai menyalami tangan Bu Ranti, dengan perasaan yang senang Bu Ranti mempersilahkan Reno untuk duduk kembali.


Bu Ranti pun mengobrol begitu lama, Tak lupa menanyakan kabar Bu Rosita dan Pak Yuda. Sebelum nya Bu Ranti sudah diberitahu oleh Bu Rosita bahwa Reno berada di Jakarta dan mengajar di Universitas tempat Rain kuliah Disana, namun dirinya tidak menyangka jika hari ini Reno akan datang begitu cepat.


"Om Firman sedang pergi keluar sebentar, kerumah Pak RT ada urusan katanya, Kamu main dulu aja disini, nanti kita makan malam bersama." Ucap Bu Ranti.


Reno merasa tidak enak, namun dia pun tidak bisa menolak ajakan Bu Ranti yang sudah ia anggap seperti keluarga nya sendiri.


Terdengar suara pintu rumah terbuka, Terlihat Pak Firman merangkul anak lelaki nya yaitu Fahri adik dari Raina. Melihat ada mobil yang tak ia kenali terparkir dihalaman rumah nya membuat dirinya begitu penasaran, dan memilih segera masuk kedalam Rumah dan melihat siapa pemilik mobil itu.


Pak Firman begitu terkejut ketika mengetahui bahwa pemilik mobil itu adalah Reno, cucu pak Mugi tetangga nya ditasik. Tak lupa Reno pun menyalami tangan Pak Firman kemudian menanyakan kabar nya. Rasanya seperti sedang bertamu ke rumah mertua, Pikir Reno.


Setelah beberapa menit berbincang-bincang dan bersenda gurau, adzan maghrib pun berkumandang. Pak Firman mengajak Istri dan kedua anak nya untuk shalat berjamaah, tak lupa ia pun mengajak Reno juga.


"Fahri! Panggil kak Rain sayang, Kita shalat maghrib berjamaah, Bilangin kak Rain, anak gadis jangan kelamaan dikamar mandi"


Bunda Ranti menyuruh Fahri yang sudah rapi dengan baju koko putih nya, serta sarung yang dikenakan nya, membuat dirinya bergerutu kesal memaki sang kakak yang sudah menjadi kebiasaan nya selalu saja harus dipanggil terlebih dahulu.


Raina pun sudah siap dengan setelan mukena nya yang berwarna Ungu muda dengan motif bunga Lavender, memberikan kesan manis pada wajah nya. Ia pun segera keluar dari kamar nya, menuruni anak tangga, berjalan menuju Mushala yang tersedia didalam rumah nya.


Disana sudah terlihat Bunda Ranti, Ayah Firman, Fahri dan.... Reno?


Raina terbelalak melihat Reno yang masih berada dirumah nya, dan akan mengikuti shalat berjamaah bersama keluarga nya. Bahkan Reno tengah duduk ditempat Imam untuk memimpin shalat. Menjadi imam? Raina semakin terbelalak tidak menyangka dengan apa yang dilihat nya.


~~


Setelah selesai melaksanakan shalat maghrib, Bunda Ranti menyuruh Raina untuk membantu menyiapkan makan malam, dua wanita itu kini sedang sibuk didapur bertempur dengan berbagai bahan makanan.


Sedangkan Pak Firman dan Reno melanjutkan obrolan nya yang tadi sempat tertunda. Dan Fahri disibukkan dengan Game yang berada di ponsel nya. Melihat Anak lelaki nya yang begitu asik dengan game nya membuat Pak Firman menggelengkan kepalanya.


"Fahri, kamu ini main game terus, bukannya belajar supaya pintar, dan Bisa seperti kak Reno menjadi seorang Dosen muda" Ucap pak Firman dengan nada membentak. Namun Fahri seperti tidak mendengar ucapan Sang Ayah, hingga membuat Pak Firman geram dan segera merampas ponsel yang berada digenggaman Fahri.


Fahri hanya bisa mendengus kesal dan bergerutu pada Ayah Firman.


"Boleh saja main game, tapi harus bisa membatasi, dan Ketika orang tua sedang berbicara pun sebisa mungkin dengarkan jangan diacuhkan" Ucap Reno dengan nada nya yang terdengar begitu tenang dan damai. Mengusap kepala Fahri, membuat Fahri seperti terhipnotis oleh kata-katanya dan segera meminta maaf kepada Ayah Firman.


~~


Ternyata Rain sedari tadi memperhatikan Reno yang sedang menasehati Fahri yang bisa dibilang anak yang keras kepala, seketika membuat Raina begitu kagum akan sosok Reno yang berhati lembut, terlihat tegas namun tetap santai. Padahal niat nya tadi akan memanggil para lelaki itu untuk segera ke dapur karna makan malam sudah siap. Namun ia malah melihat pemandangan yang membuat hati nya tersentuh secara perlahan.


"Ayah makan malam nya sudah siap" Ucap Raina pada Ayah nya namun tatapan nya terfokus pada Reno.


"Oh iya, Ayo Reno kita makan malam bersama, Ayo Fahri nanti Ponsel kamu ayah kembalikan kalau sudah makan malam" Ajak Pak Firman pada yang kemudian segera bangkit dari duduk nya menyusul Raina yang terlebih dahulu pergi ke dapur, diikuti oleh Reno dan Fahri dibelakang nya.


.


.


.


.


Yang lupa Like dan Vote nya