Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Apa salah nya?


"Terimakasih Mas sudah mau mengantar saya sampai kampus" Saat ini Raina sudah berada dikampusnya, setelah selesai makan siang bersama Raina lebih memilih untuk pergi ke kampus saja, karena jika pulang ke rumah terlebih dahulu pasti akan memakan waktu yang lama.


"Sama-sama Raina, terima kasih juga sudah mau ikut makan siang bersama kami" Ucap Rifki tersenyum.


"Bye Bunda, Aira dan papah pergi duluan ya, Assalamualaikum?" Aira pamit dengan suara khas nya yang begitu imut.


"Waalaikumsalam, Hati-hati ya Aira" Raina melambaikan tangan nya, saat dirasa mobil Rifki sudah tak terlihat, Raina melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kampus, namun dia tak merasakan bahwa sejak sedari tadi ada seseorang yang diam-diam memperhatikan nya.


~~


"Halo Nad" Sapa Raina dengan suara yang lantang membuat Nadia terkejut dibuat nya.


"Waalaikumsalam Rain ngagetin aku aja" Ucap Nadia sembari tangan kanan nya mengelus dada nya karena merasa jantung nya hampir saja lepas dari tempat nya akibat ulah Raina.


Mendengar jawaban Nadia, Raina hanya terkekeh pelan.


"Tumben Kamu datang Awal Rain, habis mengajar langsung on the Way kesini?" Tanya Nadia mengerutkan kening nya, karena tidak biasanya Sahabat nya itu datang ke kampus lebih awal.


"Iya, tadi diajakin makan siang bareng, yaudah aku Iya in aja" Ucap Raina santai. Namun berbeda dengan Nadia yang begitu Antusias mendengar ucapan Raina.


"Wah, beneran? Siapa? Akhir nya sahabat ku ini sepertinya sudah mulai membuka hati" Ledek Nadia.


"Kepo deh" Jawaban Raina membuat Nadia seketika mengerucutkan bibir nya, seakan membuat dirinya tidak puas dengan jawaban Raina.


Setelah satu jam kemudian kelas mereka pun segera dimulai, dan dosen yang mengisi kelas itu tak lain ialah Reno, sang dosen Muda dambaan para Wanita dan Mertua wkwk.


~~


Langit kala itu mulai petang, Para mahasiswa sudah meninggalkan kelas nya masing-masing dan memilih untuk langsung pulang ke tempat dimana mereka tinggal, Berbeda dengan Raina yang masih membereskan tas nya didalam kelas, hanya seorang diri, sedangkan Nadia pamit pulang terlebih dahulu karena ada urusan yang mendadak ucap nya.


Terdengar suara dentuman sepatu yang bersentuhan dengan lantai, menghampiri Raina yang asik dengan kesibukan nya sendiri. Raina yang merasakan bahwa seseorang menghampiri nya segera mendongakan kepalanya.


"Reno, Ehmm Pak Reno" Ucap Raina pelan, namun terdengar oleh Reno, yang tengah berdiri tegap dihadapannya.


"Tadi kamu memanggil ku apa? Pak? Aku gak salah dengar Rain?" Reno terkekeh.


"Kamu kan dosen, kalau aku memanggil kamu dengan sebutan nama, gak sopan dong" Jawab Raina acuh.


"Tapi, kita kan Teman Rain, Apa kamu udah gak menganggap aku sebagai teman mu lagi? Hmm?" Reno menatap Raina lekat, berbeda dengan Raina yang tatapan nya fokus pada apa yang sedang ia kerjakan.


Nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan,


Baru pertama kali lagi aku menatap mata itu, tatapan nya yang begitu dalam, tatapan yang mengandung banyak arti namun tak bisa aku mendeskripsikan maksud dari tatapan itu. Batin Raina meronta,


Tak lama Raina tersadar dan segera memalingkan wajah nya yang seketika membuat pipi nya begitu merah.


Reno yang menyadari akan tingkah Raina seketika menyunggingkan senyum nya.


"Rain bagaimana kabar Om dan tante?" Tanya Reno mencairkan suasana yang malah terasa canggung baginya.


"Mereka baik" Jawab Raina singkat.


"Apa aku boleh menemui mereka?" Mendengar pertanyaan Reno, Seketika Raina menatap Lelaki yang berada disamping nya itu, menautkan kedua alis nya. Reno yang melihat ekspresi Raina seolah mengerti apa yang ada dipikiran Raina.


"Aku gak akan macam-macam Rain, Kita kan tetangga an, bahkan bukannya sejak kecil aja kita sering main bareng, dan orang tua kita juga sudah seperti keluarga, jadi apa salah nya jika aku ingin bertemu dengan Om dan Tante?"


"Ada benar nya juga" Gumam Raina setelah mendengar penjelasan Reno. Raina pun menganggukan kepala nya, lagi-lagi Reno menyunggingkan senyuman nya.


~~


Saat ini Raina sedang berada didalam mobil Reno, tujuan mereka saat ini adalah rumah Raina. Sebenar nya Reno merasa begitu Gugup berada didekat Raina, namun ia harus bisa membuang rasa gugup nya agar perlahan bisa membuat Raina merasa nyaman jika bersamanya. Namun didalam mobil mereka hanya saling berdiam diri tanpa ada satupun yang berani membuka pembicaraan.


20 Menit kemudian mobil Reno sudah tiba dihalaman rumah Raina.


Raina berjalan terlebih dahulu, membuka pintu dan mengucapkan salam, diikuti oleh Reno yang berada dibelakang nya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan like dan Vote nya 😘