
~Tasikmalaya
"Assalamualaikum?" Ucap mereka serentak, saat sudah tiba di rumah sang nenek, Bu Ranti, Pak Firman, Raina dan juga Fahri.
"Waalaikumsalam, Yaampun cucu-cucu nenek sudah sampai. Nenek Rindu sekali sudah beberapa bulan ini kalian tidak mengunjungi nenek" Nenek Ida begitu bahagia sekali dengan kehadiran cucu-cucu kesayangan nya.
Saat dirasa semuanya sudah ber salaman melepaskan Rindu yang akhir nya bertemu, mereka semua pun masuk kedalam Rumah, walau rumah itu terlihat sederhana namun tersedia beberapa kamar tidur disana.
"Kalian istirahat dulu saja, besok kita jenguk Pak mugi." pak mugi adalah kakek nya Reno. Mereka berdua adalah tetangga yang sangat akrab seperti keluarga.
"Pak Mugi sakit bu?" Tanya Bu Ranti pada ibu nya.
"Iya, kemarin serangan jantung nya kambuh. Ibu dengar Rosita dan Yuda akan pulang juga" Bu Ranti pun menganggukan kepalanya pertanda bahwa dirinya mengerti apa yang ibu nya ucapkan.
~~
"Bu, Ranti sama Firman duluan ya kerumah pak Mugi." Teriak Bu Ranti pada nenek Ida, karena nenek Ida akan melaksanakan shalat dhuha terlebih dahulu, jadi Bu Ranti dan pak Firman memilih untuk pergi terlebih dulu.
"Iya nak" Nenek Ida terlihat baru keluar dari kamar mandi. Melihat Raina yang sedang duduk santay sembari memainkan ponsel milik nya. nenek Ida pun menghampiri nya.
"Rain, kamu gak ikut pergi sama Bunda dan Ayah?" nenek Ida heran.
"Engga nek, Rain pergi sama nenek saja ya?" Rain pun mengalihkan pandangan nya menatap nek Ida yang berada dihadapan nya, menampilkan seulas senyum yang membuat nek Ida merasa luluh. Nek Ida hanya tersenyum mendengar ucapan Raina dan membelai rambut Raina dengan lembut.
"kamu sudah shalat dhuha nak? Oh ya, Fahri kemana? Dari tadi nenek tidak melihatnya" mata nek Ida menatap mencari sekeliling rumah namun yang ia cari tidak ada disana.
"sudah nek, Fahri pergi main kerumah teman nya itu, siapa namanya Rain lupa" Rain terkekeh
"Gilang maksudmu? Yasudah nenek mau shalat dulu, kamu cepat bersiap ya, supaya nanti nenek gak kelamaan nunggu anak gadis ber dandan" Ucap nya terkekeh sambil berlalu meninggalkan Raina.
~Rumah Pak Mugi
Setelah Bu Ranti dan Pak Firman menjenguk pak Mugi, kini mereka sedang mengobrol diruang tamu bersama Bu Rosita, bahkan disana pun ada Reno yang ikut berbincang dengan para orang tua. Pak Firman pun sempat menanyakan keberadaan Pak Yuda, Bu Rosita pun menjelaskan bahwa Pak Yuda sedang menjalani tugas nya.
"Gak nyangka Reno sudah sedewasa ini, padahal baru saja kemarin dia sering main boneka bersama Raina, bahkan aku sampai tidak mengenali nya sekarang. Sangat berbeda dengan Reno yang berusia 7 tahun dulu" Ucap Bu Ranti terkekeh, dan kagum melihat perubahan Reno yang begitu drastis menurut nya.
"Itu kan waktu usia nya 7 tahun masih anak kecil, sekarang sudah 23 tahun sudah melewati masa puber, sudah mengenal yang namanya perempuan" Bisik Bu Rosita tersenyum meledek kearah Reno.
"Jadi, kamu sekarang sudah jadi Dosen muda? Wah hebat yaa, berbeda dengan Rain, dia sekarang mengajar di sekolah paud Jakarta, sembari kuliah juga. Padahal Aku menyuruh dia supaya menjadi PNS saja seperti ayah nya, tapi dia malah menolak, katanya mengajar anak-anak kecil itu jauh lebih menyenangkan."
Reno yang mendengar Nama Raina pun segera memalingkan pandangan nya menatap lekat Bu Ranti yang sedang berbicara. Ada perasaan yang sulit diartikan oleh Reno, entah kenapa saat mendengar nama itu jantung Reno merasa berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Wah, memang Raina itu benar-benar Calon menantu idaman ya, sudah pintar, mandiri, pekerja keras pula, apalagi dia sepertinya tipe yang sangat menyukai anak-anak" Ucap Bu Rosita sekilas menatap Reno, Bu Rosita sangat menyadari akan perubahan ekspresi Reno setelah mendengar nama Raina.
.
.
.
.
.
Hay Readers😘 Tolong dibantu Like nya yaa, jangan lupa coment nya, rate bintang 5 juga ya pemirsah yang baik hati dan tidak sombong😚🤗