Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Sikap Manja


~~Dikamar


Raina merasa badan nya mulai merasa pegal, Perlahan ia membuka mata nya, dilihat nya layar ponsel yang berada dibawah bantal nya, saat ini jam menunjukan pukul 11.30 seketika mata Raina membulat hebat, ia pun segera bangkit dari tidur nya, mengambil jilbab instan untuk dipakai nya dan berjalan keluar kamar dengan tergesa-gesa.


"Bundaaa!" Raina merengek saat melihat bunda nya yang tengah duduk diruang tamu sendirian sedang menonton tayangan televisi.


Bu Ranti yang melihat Raina merengek pun tersenyum, ia sudah mengira pasti Raina akan merasa kesal padanya karena tidak membangunkan Raina di pagi hari.


"Bunda kenapa gak bangunin Raina? Lihat sekarang udah jam 11.30 Bunda tega banget biarin Raina bangun sampe siang begini" Raina menekuk Wajah nya, mengerucutkan bibir nya. Bu Ranti hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak pertama nya itu masih saja seperti anak kecil. Membuat dirinya begitu gemas.


"Maaf yaa sayang, Bunda lebih gak tega lagi kalo ngebangunin kamu pagi-pagi, karena kan hanya dihari minggu kamu bisa tidur dengan nyenyak, benar kan?" Tanya Bu Ranti dengan nada nya yang lembut.


"Iya sih Bun, Tapi Raina kan udah dewasa, kalau sampai suami Raina nanti tahu Raina bangun tidur jam segini, nanti dia pasti Ilfil sama Raina." Raina menggelayuti tangan Bu Ranti dan menyandarkan kepalanya pada Bahu kuat Bunda nya tersebut. Bu Ranti sudah Terbiasa melihat Raina bersikap manja seperti ini layak nya anak Kecil yang merayu untuk meminta dibelikan mainan.


Mata Raina tertuju pada tiga cangkir teh yang terletak diatas meja ruang tamu, dia mengira mungkin itu adalah Cangkir teh milik Bunda, Ayah serta Adiknya yang mengobrol beberapa waktu lalu.


Walaupun Raina terbangun di siang hari, namun tidak bisa dipungkiri bahwa Mata nya masih saja merasakan kantuk. Hingga membuat dirinya ingin menutup matanya kembali, namun diurungkan nya saat melihat dua sosok lelaki yang baru saja turun dari lantai atas, berjalan menuruni anak tangga lalu kaki nya mengajak dua lelaki itu untuk menuju ruang tamu.


Mata Raina yang masih merasakan kantuk seolah terbuka hebat, hingga rasa kantuk nya pun menghilang begitu saja. Mata nya terbelalak melihat sosok lelaki bertubuh tinggi itu berada didalam rumah nya. Matanya teralihkan pada tiga cangkir Teh yang tertata di atas meja, sekarang dia tahu masing-masih cangkir teh itu milik siapa.


Raina dengan cepat mengangkat kepalanya yang sempat ia sandarkan dibahu Bunda Ranti, menegakan badan nya, serta mengernyitkan kening nya melihat lelaki tinggi itu yang saat ini tengah berdiri dihadapan Bu Ranti serta Raina.


"Reno! Kamu ngapain disini?" Tanya Raina ketus.


"Aku hanya bermain dengan Fahri" Jawab Reno tersenyum. Kemudian ia mendudukan tubuh nya disamping Fahri yang juga mendudukan tubuhnya terlebih dahulu disamping Bu Ranti.


Raina merasa tidak puas dengan jawaban Reno.


"Kakak ini habis bangun tidur bukannya langsung mandi atau cuci muka, lihat aja wajah kakak dipenuhi minyak begitu" Ucap Fahri nyerocos, membuat Raina menyadari sesuatu.


"Bunda, Rain ke kamar dulu" Ucap nya melangkah kan kakinya dengan cepat, sedikit berlari menaiki anak tangga menuju ke kamar nya.


Fahri yang melihat tingkah kakaknya pun tertawa geli, Reno pun ingin tertawa tetapi ia tahan karena tidak enak dengan Bunda Ranti.


"Maafkan Raina ya Ren, dia memang seperti itu, walaupun udah besar tapi tingkah nya kadang masih seperti anak kecil" Ucap Bunda Ranti berharap Reno bisa memaklumi sikap Raina nantinya, karena ia sudah mengetahui niat baik Reno kepada Raina. Pak Firman sudah menyampaikan seluruh nya yang Reno Ucapkan. Bu Ranti sangat bersyukur dan bahagia sekali mengetahui bahwa Reno ingin melamar Raina. Dengan senang hati dia akan membantu untuk membujuk Raina agar mau menikah dengan Reno, namun Bu Ranti pun tidak akan memaksa jika Raina akan menolak nantinya.


"Tidak apa-apa tante" Jawab Reno tersenyum ramah.


"Kakak nanti kapan-kapan Ajak Fahri melihat koleksi buku-buku kakak ya, Kakak kan tadi sudah melihat koleksi buku komik Fahri" Ucap Fahri berharap Reno akan mengajak nya melihat Koleksi buku-buku milik Reno. Karena Tadi Fahri mengajak Reno ke kamar nya untuk menunjukan berbagai macam koleksi Komik yang ia punya dari berbagai genre.


"Iya, kakak janji nanti akan mengajak kamu" Ucap Reno sembari tangan kanan nya mengacak-ngacak rambut Fahri, namun tak membuat Fahri marah.


.


.


.


.


.


.


Halo dear😍 Jangan lupa Like dan Vote nya ya🤗