
"Ada apa sayang?" dengan lembut Bu Rosita membimbing Reno untuk duduk di meja makan. Begitulah sikap Reno yang terkadang masih seperti anak kecil, Mungkin karena dia adalah anak satu-satu nya yang dimiliki Bu Rosita dan Pak Yuda sehingga membuat Reno mendapat kasih sayang yang sepenuh nya, menjadikan Reno Pria yang Mandiri saat berada diluar rumah namun berbeda jika ia sudah berada didalam rumah.
Reno masih terdiam, tidak mau Berbicara, tatapan nya pun terlihat kosong, entah apa yang sedang dipikirkan oleh laki-laki itu. Bahkan Bu Rosita saja tidak bisa menebak nya, Jika memang ada masalah dengan pekerjaan nya, Reno tidak pernah terlihat kacau seperti ini, Ini pertama kali nya Bu Rosita tidak mengerti apa yang tengah dipikirkan anak semata wayang nya itu.
Masih dengan rasa sabar Bu Rosita menunggu Reno untuk berbicara, Dia tidak ingin memaksakan putra nya untuk menceritakan segala apapun masalah yang sedang ia hadapi, namun Bu Rosita tahu tanpa diminta pun Reno pasti akan menceritakan nya cepat atau lambat.
"Mamih, Menurut mamih apa Reno salah bersikap seperti ini?" Suara yang keluar dari bibir Reno begitu terdengar melemas, tatapan nya masih kosong.
"Apa Reno salah bersikap seperti ini karena memikirkan perempuan yang sudah belasan tahun membawa hati Reno pergi?" Mata nya terlihat berkaca-kaca.
Oh apa ini? Pemandangan yang pertama kalinya Bu Rosita lihat, Setelah sekian lama ia menantikan cerita ini yang membuat dirinya penasaran dan was-was akan putra yang ia miliki satu-satu nya, bahkan perempuan itu bisa sampai membuat Reno menjadi kacau seperti ini?
Siapa perempuan itu? Apakah aku mengenalinya? Aku ingin sekali ber terimakasih pada perempuan itu?
Merasa tak mendapat jawaban dari mamih nya, Reno pun kini menatap Bu Rosita menautkan kedua halis nya.
"Mamih, menurut mamih Reno harus bagaimana?"
Bu Rosita yang mendengar Pertanyaan putra nya seketika membuyarkan pikiran nya sendiri.
"Bagaimana apanya?"
"Mamih tidak mendengar keluh kesah Reno? Mamih tega sekali" mendengus kesal dengan wajah yang tertekuk
"Mamih mendengar kan sayang, Jadi menurut mamih jika kamu benar-benar mencintai orang itu, Perjuangkan sayang, kalau menunggu dia datang kepadamu itu tidak akan mungkin karena kodrat wanita itu menunggu, sedangkan tugas kamu memperjuangkan dia dan meminta izin orang tua nya" Ucap Bu Rosita sembari tangan kanan nya mengelus lembut wajah putra nya.
"Tapi Reno tidak tahu rumah nya dimana Bunda, dan lagi tempat tinggal nya jauh dari kita" Tatapan nya kembali kosong.
"Mau sejauh apapun itu tidak ada salah nya kita memperjuangkan, segala sesuatu itu harus ada pengorbanan jika kita benar - benar ingin memiliki apapun yang kita mau, memang nya kamu rela jika nantinya ada lelaki lain yang lebih dulu mendapatkan hati perempuan yang kamu cinta itu? Hmm bagaimana?" Reno tertegun mendengar ucapan mamih Rosita.
Dan pula aku sungguh tidak rela jika ada lelaki lain yang merebut hati Raina, bahkan jika ada lelaki lain yang terlebih dahulu Menikahi nya, Hah bisa benar-benar Gila aku.
"Memang nya siapa perempuan itu sayang? Apa mamih boleh mengetahui nya?" terdapat senyum gembira diwajah Bu Rosita. Dirinya merasa begitu lega mendengar bahwa putra nya sedang mencintai seorang perempuan, pertama kali nya ia melihat Reno terlihat Kacau hanya karena seorang perempuan, Siapa perempuan hebat itu? Pikirnya.
"nanti mamih juga akan tahu siapa" Habis lah gelap terbitlah terang, padahal sedari tadi wajah nya terlihat begitu lemas tak berdaya, tiba-tiba sekarang berubah menjadi begitu semangat. Sungguh membuat Bu Rosita begitu heran dibuat nya.
~Malam hari
Setelah selesai shalat Isya berjamaah, Raina pergi kekamar nya untuk memeriksa tugas anak-anak murid nya yang tadi pagi belum sempat ia cek. Saat ditengah aktivitas nya tiba-tiba saja terlintas bayangan Reno dari pikiran nya.
"Semenjak aku bertemu dengan Reno, dia tidak pernah datang lagi ke mimpiku, Apa itu hanya rasa penasaran ku saja ya pada nya" Pikir Raina.
"Reno berubah drastis sekarang, aku saja tidak menyangka ketika bertemu dengannya kemarin, kupikir siapa lelaki itu ternyata dia Reno si anak cengeng" Raina terkekeh mengingat kembali kisah masa kecilnya bersama Reno.
.
.
.
.
.
Ayoo dong sempetin Like dan Vote nya kakak😘😘🤗