Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Begitu Antusias


Ditempat lain~


Reno membereskan semua barang-barang nya untuk dirapikan, karena tadi setelah dia tiba di Jakarta ia langsung pergi ke kampus tempat dimana ia akan mengajar, dan saat ini Reno sedang berada disebuah Rumah Kontrakan yang sengaja ia beli untuk tempat tinggal nya sementara selama berada dijakarta, terdapat dua kamar yang disediakan AC didalam nya.


Setelah semua barang - barang miliknya sudah berada pada tempat seharusnya, Reno Merebahkan tubuh nya diatas tempat tidur menatap langit-langit kamar sembari merenungi ucapan Bang Zaki saat itu.


"Aku sudah tahu rumah nya, apa haruskah aku segera menemui orang tua nya? Tapi apa yang akan dikatakan Raina nantinya? Apa aku harus mendekati Raina terlebih dahulu. Tapi Ah, rasanya aku begitu gugup jika harus berada didekat Raina" Dengan kasar Reno mengusap wajah nya.


"Yaallah, mudahkanlah segala Niat baik ku" Hati Reno berbisik.


~


Pagi ini cuaca begitu Cerah rasanya, Raina merasa ada suasana yang sedikit berbeda, Ada rasa bahagia yang tertanam didalam lubuk hati nya, entah apa penyebab nya.


"Bunda Raina" Sapa Anak Kecil yang menggemaskan yang tak lain ialah Aira.


Aira baru tiba di sekolah diantar oleh Rifki, papah nya.


"Halo Cantik" Jawab Raina dengan gemas mencubit pelan pipi chubby milik Aira.


"Selamat pagi Raina" Sapa Rifki tak lupa dengan senyuman tulus nya.


"Selamat pagi juga Mas Rifki" Raina menjawab dengan seulas senyum manis nya.


"Saya titip Aira yah Raina, Tolong beritahu saya jika Aira nakal disekolah" Ucap Rifki sembari mengelus lembut kepala Aira.


"Haha, Baik Mas. Tapi Aira tidak pernah nakal selama disekolah, justru sebaliknya Aira adalah murid yang paling rajin disini" Tatapan Raina beralih pada Aira.


"Oh ya, Raina Apa pulang sekolah nanti kamu sibuk? Kalau tidak, saya mau mengajak kamu untuk makan siang bersama dengan Aira juga" Ajak Rifki tersipu malu.


"Maaf Mas, kalau boleh tahu dalam rangka apa Mas Rifki mengajak saya makan siang?" Tanya Raina memastikan.


"Tidak ada apa-apa, Saya hanya ingin berterimakasih karna kamu sudah mau menjaga Aira"


"Tapi, itukan memang tugas saya sebagai guru Aira"


Aira yang mendengar percakapan mereka pun mengerti, mendekati Raina dan memeluk Raina dengan manja.


"Ayolah Bunda, bunda ikut ya makan siang bersama Aira" Pinta Aira dengan wajah memelas.


Oh tidak! Kalau sudah begini rasanya Raina tidak bisa menolak lagi.


"Hm, baiklah pak saya mau" Jawab nya terpaksa karena tidak tega melihat Wajah Aira yang memelas.


~~


Drrtttt Drrttttt


Suara ponsel berbunyi begitu nyaring, membuat Reno yang sedang tertidur pulas terbangun, mengerjapkan kedua mata nya, lalu beranjak duduk mengambil Ponsel milik nya yang terletak di meja kecil disamping tempat tidur.


"Assalamualaikum? Iya mih" Sapa Reno sembari mengusap kedua mata nya.


"Waalaikumsalam, sayang kamu baru bangun? Memang nya gak ngajar?" Tanya Mamih Rosita diseberang.


"Kelas Reno sore mih,"


"Oh, Bagaimana hari pertama kamu dijakarta sayang?" Mendengar pertanyaan sang Mamih Pikiran Reno seketika kembali pada Raina.


Apa harus aku memberitahukan Mamih, kalau ternyata Salah satu murid ku adalah Raina.


"Reno sayang?"


"Wah, benarkah, bagaimana bisa kebetulan seperti itu? Apa mungkin Kamu berjodoh dengan Raina" Bu Rosita terdengar begitu antusias. Namun Ucapan nya membuat pipi Reno memerah seketika.


"Reno juga tidak tahu," Menutupi wajahnya dengan sebelah tangan.


"Apa Om Firman dan Tante Ranti tahu kalau kamu berada dijakarta?" Tanya Bu Rosita.


"Sepertinya tidak mih, lagipula memang nya untuk apa juga mereka tahu"


"Aih, jangan seperti itu, kita dengan mereka kan sudah seperti keluarga. Mereka juga pasti sangat senang jika mengetahui kalau kamu ada dijakarta, kalau begitu Mamih yang akan beritahu mereka"


"Ti-tidak usah Mamih" Reno menepuk dahi nya pelan.


"Tidak apa-apa, sudah kamu sekarang bangun, mandi, lalu sarapan yah sayang, Love You"


Belum sempat Reno menjawab, namun telepon nya sudah terputus terlebih dahulu.


Mengetahui Ekspresi Mamih nya Reno hanya bisa menggelengkan kepalanya.


~~


Jam makan siang sudah tiba,


Saat ini Raina, Rifki dan Aira sedang berada di restoran Seafood terdekat.


Rifki memesan beberapa Menu makanan kesukaan Aira, Udang dan Cumi. Kebetulan itu adalah makanan Favorit Raina juga.


"Wah Bunda juga suka Udang sama Cumi ya?" Tanya Aira merasa senang, karena makanan Favorit Raina bisa sama dengan nya.


"Haha iya sayang" Jawab Raina. Rasanya ia merasa seperti sudah mempunyai keluarga kecil yang bahagia. Mungkin rasanya seperti ini jika Raina sudah menikah nanti, entah siapa yang akan menjadi suami nya kelak. Yang pasti Raina berharap kelak suami nya akan mencintai dirinya dengan tulus, sampai maut memisahkan.


"Raina, apa kamu sudah mempunyai kekasih?" Tiba - tiba saja Rifki bertanya seperti itu membuat Raina terkejut dibuat nya.


"Ahh, emm belum Mas" Jawab Raina gugup.


"Kenapa?" Pertanyaan kedua dari Rifki membuat Raina mengernyitkan kening nya.


"Aku, tidak berniat untuk mempunyai kekasih" Jawab nya pelan.


"Lalu, bagaimana jika ada orang yang ingin menikah denganmu?"


"Itu.." Baru saja Raina ingin menjawab, namun diurungkannya karena melihat makanan yang mereka pesan sudah datang.


"Ah akhirnya, ayo makan dulu Raina, Aira sayang mau yang mana dulu? Biar papah ambilkan"


"Aira mau Udang pah"


Raina hanya terdiam melihat Kedekatan antara anak dan ayah, begitu Manis, Rifki juga begitu sangat menyayangi Aira, Wanita yang menjadi istri nya pasti akan sangat beruntung. Pikir nya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan Like dan Vote nya❤️