Bocil Manjakan Aku

Bocil Manjakan Aku
Kabar


3 Bulan berlalu


Arka sudah mulai aktif masuk kuliah sedangkan Hana disuruh Arka hanya mengurus Gabriel dirumah walaupun Hana juga rindu untuk berkerja tapi pertumbuhan Gabriel lebih penting


Hana dan Gabriel sedang bercanda dikasur besar mereka, Gabriel sudah bisa tengkurep


Gabriel sangat senang sekali bahkan tak henti-hentinya tertawa karena Hana


"Riel kamu seperti nya senang sekali?"Ucap Hana


Gabriel kembali tertawa sambil menepuk tangannya


"Muka Mamah lucu yah?"Ucap Hana


Gabriel tumbuh dengan sangat baik bahkan wajahnya sangat chubby siapapun yang melihatnya pasti akan merasa gemas


Tapi tiba-tiba Gabriel menangis dan ternyata dia haus Hana pun langsung memberikan Asi pada Hana


Ponsel Hana juga berdering dan yang menelpon adalah suaminya Arka,Hana mengangkatnya dan muncul lah wajah Arka


"Hay...."Ucap Arka dengan senyum manisnya


"Mana Riel?"Ucap Arka dan Hana langsung memanyunkan bibirnya


"Sayang wajah mu kenapa?aku salah ngomong yah?"Ucap Arka


"Kamu cuma cari Riel?aku gak?kamu pilih kasih honey"Ucap Hana dengan nada sedih


Arka tertawa dengan tingkah Hana


"Hey sayang kamu cemburu dengan anak kita sendiri?"Ucap Arka


"Kamu juga baru aku angkat telponnya langsung cari Riel aku gak?kaya gak dianggap gitu sama kamu"Ucap Hana


"Kata siapa aku gak anggap kamu sih?Malahan kamu itu belahan jiwa ku"Ucap Arka dengan gayanya


"Lebay"Ucap Hana dan dia tertawa


"Kan dibilang lebay aku"Ucap Arka


"Iyah gak kok honey,kamu cari Riel?dia lagi kehausan soalnya dari tadi dia ketawa terus"Ucap Hana


"Arahin ke dia dong sayang"Ucap Arka


"Iyah honey"Ucap Hana dan Hana mengarahkan kamera ke Gabriel yang sedang fokus menyusu


"Hay my princess Papah"Ucap Arka


Gabriel tak menghiraukan Arka dia tetap fokus bahkan dia menatap Hana tak mau menatap kemera


"Kenapa Riel?Papah kamu itu kenapa malah natap Mamah sih?"Ucap Hana


"Oh sombong banget yah sama Papah sendiri awas aja nanti dirumah yah bakal Papah bikin ketawa sampai nangis"Ucap Arka


"Rose Gabriel Putri Dhekson!"Panggil Arka


Gabriel menatap ponselnya Hana dengan raut wajah menggemaskan membuat Arka dan Hana tertawa


"Kenapa baru nengok?Papah panggil dari tadi?"Ucap Arka


"Cahcahacah!"Ucap Gabriel sambil menepis ponsel Hana dan kembali menyusu lagi


"Kayanya dia kesel liat kamu honey sampai ponsel aku ditepis sama dia"Ucap Hana


"Awas kamu yah dirumah nanti"Ucap Arka


"Kapan pulang honey?"Ucap Hana


"Satu mata pelajaran lagi sayang"Ucap Arka


"2 jam lagi dong?"Ucap Hana


"Iyah sayang,sabar yah"Ucap Arka


"Iyah honey"Ucap Hana


"Yaudah honey aku matiin dulu yah soalnya Riel kaya nya ngantuk ini,aku mau tidurin dulu"Ucap Hana


"Iyah sayang,nanti kalau aku pulang aku kabari kamu yah?"Ucap Arka


"Siap honey"Ucap Hana dan dia mematikan ponselnya


Disisi Riko


Satu Minggu ini sikap istrinya sangat aneh,dia sering meminta makanan ditengah malam sampai membuat Riko kesal dibuatnya bahkan sering menyuruh Riko pergi dan dia berisiatif membeli testpack untuk Tante Lala


Riko masih diluar kamar mandi menunggu sedangkan Tante Lala masih didalam


"Sayang udah belum?udah hampir 20 menit ini kan?bacaan disitu cuma 15 menit"Ucap Riko


Tak ada jawaban membuat Riko panik dia menggendor-gendor pintu kamar mandinya


"Sayang kamu gak kenapa-napa? sayang?"Ucap Riko


Pintu terbuka dan Tante Lala langsung memeluk Riko dengan erat membuat Riko terdiam


"Apa hasilnya?"Ucap Riko


"Garis 2 sayang"Ucap Tante Lala


"Iyah coba liat"Ucap Tante Lala dan dia memperlihatkan testpack nya pada Riko


Riko terdiam sambil menatap hasilnya yang memang garis 2


"Aku bakal orang tua sayang?"Ucap Riko lirih


"Iyah kita akan jadi orang tua"Ucap Tante Lala


"Akhirnya sabar kita berbuah hasil"Ucap Riko dan memeluk Tante Lala


"Yasudah sekarang kamu siap-siap kita kerumah sakit buat periksa kandungan kamu yah"Ucap Riko


"Iyah sayang"Ucap Tante Lala


Disisi Arka


Arka satu universitas dengan semua teman-teman tapi hanya saja beda jurusan


Tapi dia sekelas dengan para sahabatnya sekarang mereka berada didalam kelas menunggu dosen datang


"Arka lu kejam banget sih hah?latihan kami semua lu buat semakin berat aja tiap harinya"Ucap Bagus


"Iyah itu benar,mau remuk tau badan gua"Ucap Hero


"Gitu aja ngeluh kalian?malu sama badan kalian semua woy!"Ucap Arka


"Oke gini aja,gua bakal ringanin latihan kalian tapi kalian harus tangkap Ela dalam jangka waktu Minggu"Ucap Arka


"Tunggu! kata om Riko Ela udah gak ada dikota ini kan?"Ucap Willy


"Itu kemarin tapi kata anak buah gua dia balik lagi,kaya nya mau rencanain sesuatu dan sebelum itu terjadi gua mau kalian tangkap dia,gua mau bahagia sama keluarga kecil gua"Ucap Arka


"Gimana?"Ucap Bagus pada teman-teman nya


Mereka menganggukkan kepalanya


"Nanti kalian minta aja data-data keberadaan Ela ke anak Intel gua"Ucap Arka


"Siap bos!"Ucap Gio


Indah datang dengan teman-teman yang lain


"Kami mau pulang nih!kalian gak mau pulang?"Ucap Nissa


"Pasti mau lah!tapi kami masih ada kelas"Ucap Gio


"Haha lemah,yaudah kami pulang duluan deh"Ucap Dira


"Yoi besti"Ucap Dila


"Kalian mampir kerumah gua?"Ucap Arka


"Tentu prenn"Ucap Nissa


"Oh gitu"Ucap Arka


"Cuma gitu aja?"Ucap Indah


"Gak!buat kalian awas aja terlalu buat anak gua ketawa nanti dia sakit!apalagi kalian cubit pipinya!"Ucap Arka


"Larangan makin aneh aja ya guys"Ucap Qia


"Iyain aja,dia juga gak liat kan?"Ucap Indah pelan


"Kata siapa gua gak liat?gua liat semuanya!"Ucap Arka


"Tajam juga pendengaran lu Arka?serah lu aja lah,bikin peraturan yang buat anak lu nanti bakal gak suka sama lu,karena anak cewe itu gak terlalu suka dia atur apalagi sama Papahnya"Ucap Indah


"Contohnya Nissa"Ucap Qia


"Kok aku?"Ucap Nissa


"Emang gitu?"Ucap Arka


"Ya sangat tentu,lu lepasin aja dia jangan terlalu dilarang,biasain diri lu,baru bayi aja lu udah terlalu overprotektif ke dia apalagi dia remaja"Ucap Indah


"Indah bener Arka?"Ucap Willy


Arka diam


"Udah ah yuk kita pulang"Ucap Indah dan mereka berlima pun pergi meninggalkan Arka


Disisi Hana


Hari sudah sore Hana dari tadi sudah menelpon bahkan menchat suaminya,karena Arka tak memberi kabar jika akan pulang jam berapa,bahkan para teman-teman perempuan sudah pulang


"Honey kamu kenapa sih?katanya kalau pulang mau kabarin tapi kok gak ada?"Ucap Hana


Gabriel sangat tenang sambil memainkan mainannya membuat Hana tersenyum melihat putri kecilnya itu


"Riel Papah kamu kemana sih?udah sore kok belum pulang?"Ucap Hana pada Gabriel


Gabriel tetap fokus pada mainannya tak menghiraukan Hana


"Riel Mamah bakal stres nungguin kabar Papah kamu kalau gini"Ucap Hana