
Arka sampai dirumah dan dia memarkir motor kesayangannya
Arka tersenyum karena melihat Hana yang menunggu nya didepan pintu
Arka sudah dekat dan dia langsung melompat memeluk Arka
Arka Tertawa dengan tingkah istri hamilnya ini
"Tumben nungguin aku didepan pintu biasanya juga dikamar"Ucap Arka
"Emang gak boleh?"Ucap Hana
"Boleh sayang malah aku seneng disambut kaya gini"Ucap Arka
"Ayok masuk aku lapar nih mau makan"Ucap Arka
Arka mengendong Hana seperti monyet
Arka membawa Hana keruang makan dan dia mendudukkan Hana
"Kamu gak ganti baju dulu?"Ucap Hana
Arka yang ingin duduk pun tersenyum
"Nanti aja perut aku sekarang laper banget"Ucap Arka
Arka mengerucutkan alisnya
"Kenapa?"Ucap Hana
"Ini kok ayam nya gosong? tumben pelayan masak gosong?"Ucap Arka
"Bukan salah pelayan honey tapi salah aku! tadi aku bantu-bantu didapur tapi aku malah aja mereka ngobrol terus ayam nya agak gosong"Ucap Hana
"Kamu kedapur lagi? kan udah aku larang gara-gara kecipratan minyak waktu itu?kamu nangis sampai bikin aku panik"Omel Arka
"Maaf honey"Ucap Hana sambil menunduk
"Kalau tadi kecipratan lagi gimana?hebohnya satu rumah"Ucap Arka
"Aku cuma mau belajar masak itu juga buat kamu loh"Ucap Hana
"Aku hargai perjuangan kamu sayang tapi aku cuma gak mau kamu luka lagi itu aja"Ucap Arka
"Cukup kamu temanin aku makan aja udah bahagia kok sayang"Ucap Arka
"Ingat yah jangan di ulang lagi!"Ucap Arka
Hana hanya mengangguk kepalanya
"Yaudah kamu makan"Ucap Arka
Hana hanya diam dan menyiapkan makanan untuk Arka
Sepanjang sesi makan Hana hanya diam Arka juga diam karena menikmati makanan
Arka selesai makan terlebih dahulu dan dia berdiri mendekati Hana
"Aku udah selesai,aku keatas yah buat bersih-bersih"Ucap Arka
Hana menganggukan kepalanya
"Kamu gak siap-siap sayang? kan kita mau ke dokter periksa baby kita?"Ucap Arka dan mencium kepala Hana
"Aku males naik"Ucap Hana
"Mau digendong?"Ucap Arka
"Gak usah aku mau lanjutin makan aja"Ucap Hana
"Yaudah deh makan yang banyak yah sayang"Ucap Arka dan mencium pipi Hana dan pergi ke atas
Hana hanya diam melamun sambil mengaduk-aduk piring makannya
30 menit berlalu
Arka keluar dengan stelan baju kemeja putih dan celana kain hitam dia terlihat sangat menawan dengan pakaian nya sekarang
Hana sedang duduk disofa ruang keluarga sambil membaca majalah kesukaan nya
"Sayang!"Ucap Arka dan langsung duduk disamping Hana dengan senyum manisnya
Hana menatap malas Arka dan kembali membaca Majalahnya
"Sayang jadi pergi gak?"Ucap Arka
"Jadi!"Ucap Hana
"Kamu gak siap-siap?"Ucap Arka
"Gak perlu!"Ucap Hana
"Gak ganti baju?"Ucap Arka
"Gak juga"Ucap Hana
Arka menggaruk alisnya
"Aduh kayanya dia ngambek gara-gara gua omelin tadi"Batin Arka
"Yakin cuma pakai dres kaya gitu?"Ucap Arka
"Apa sih? semua diprotes sama kamu?ini salah! itu salah!"Ucap Arka
"Bukan apa? protes aja terus!" Ucap Hana
"Gak mau diprotes?gak mau diatur?kan udah punya suami jadi harus ikut aturan aku kan?"Ucap Arka
"Tapi kamu itu berlebihan! aku belajar masak dilarang! aku pakai baju kaya gini dilarang!"Ucap Hana
"Aku berlebihan?"Ucap Arka dan dia tersenyum
"Aku buat aturan itu juga buat kamu,kamu gak ingat kemarin kamu goreng bakwan terus kena cipratan minyak?satu rumah panik gara-gara kamu nangis histeris"Ucap Arka
"Yayaya kamu yang bikin aturan terus aku yang harus nurut tanpa harus protes!"Ucap Hana
Arka diam
Hana berdiri dan Arka menatap nya
"Jadi pergi gak?"Ucap Hana ketus
"Iyah jadi"Ucap Arka
Hana pergi terlebih dahulu meninggalkan Arka tapi Arka malah masuk kedalam untuk mengambil sesuatu
Hana sudah diparkiran dia menengok kebelakang Arka tidak ada membuatnya semakin kesal
Hana berdiri didepan mobil sambil melipat tangan nya
Arka datang dengan langkah tersuyung-suyung dia tadi masuk mengambilkan jas untuk Hana
"Katanya mau pergi tapi lama banget!"Ucap Hana
Arka diam dan memasangkan jas itu kepada Hana dan Hana diam diperlakukan suaminya seperti itu
"Biar kulitnya gak gosong"Ucap Arka dan dia tersenyum didepan Hana
Tapi Hana malah melengos begitu dan masuk mobil
Arka juga masuk mobil ketika Arka masuk dia menatap Hana sebentar tapi Hana membuang mukanya tidak mau menatap Arka
"Sabuk pengaman nya udah dipasang?"Ucap Arka
"Udah!"Ucap Hana dan dia baru memasang sabuk pengamannya Arka ingin membantu tapi Hana memukul tangan Arka melarang nya membantu nya
Arka tersenyum dengan tingkah Hana
Arka pun mulai fokus untuk menyetir mobil nya
Dari tadi tidak ada pembicaraan antara mereka tapi Arka sesekali mencuri-curi pandang ke Hana
"Kandungan kamu udah mau masuk 4 bulan kan sayang?"Ucap Arka
"Kamu kan Papah dari anak ini masa gak tau umur kandungan aku?"Ucap Hana tanpa menatap Arka
"Seinget aku kurang 1 Minggu 4 bulan sayang"Ucap Arka
"Kalau tau ngapain tanya?"Ucap Hana
"Biar gak diam aja gak? gak usah ngomomg aku males"Ucap Hana
"Gak bisa sayang,aku kan punya mulut buat ajak istri aku yang cantik ini ngomong tapi sayang sekarang dia lagi ngambek"Ucap Arka
"Aku gak mau ngomong sama kamu"Ucap Hana
"Sayang percaya gak kalau bulan itu terang?"Ucap Arka
"Bulan itu emang terang masa tanya lagi?"Ucap Hana
"Yakin terang?kalau ada awan hitam dia bakal redup"Ucap Arka
"Sama kaya kamu sekarang"Ucap Arka
"Maksudnya?"Ucap Hana
"Kamu kaya bulan terus ambekan kamu sekarang kaya awan hitam tadi jadinya bulan aku redup"Ucap Arka dan dia mengerutkan bibirnya dia juga membuat wajahnya menjadi menggemaskan
Hana memalingkan wajahnya karena dia tidak mau Arka tau jika dia tersenyum
"Sayang kamu ngambek sama aku? gara-gara yang dirumah tadi?"Ucap Arka
"Fokus nyetir aja nanti bisa-bisa kita gak jadi jenguk Willy tapi malah kita yang pesan kamar disana"Ucap Hana
"Hah pesan kamar? mau ngapain sayang?kita pesan kamar hotel aja yuk"Ucap Arka
Hana memukul paha Arka dengan kuat
"Pikiran itu bisa gak sih jangan belok kiri Mulu"Ucap Hana
"Emang dosa yah kalau sama istri sendiri?"Ucap Arka
"Cerewet banget sih!"Ucap Hana
"Kalau gak cerewet bukan suami kamu"Ucap Arka
"Bisa diam gak sih! aku pusing dengar kamu ngomong terus"Ucap Hana
"Kemarin aku diam kamu rayu-rayu aku buat ngomong tapi sekarang aku banyak ngomong dimarahin"Ucap Arka
Hana menutup mulut Arka dengan jari telunjuk nya agar Arka diam
"Diam!"Ucap Hana dan Arka menganggukan kepalanya tapi tatapannya fokus kedepan