
Arka diam menatap orang-orang itu sedangkan mereka tertawa sambil berjalan mendekati Arka
"Gimana jago gak akting kami"Ucap Bagus
Ya mereka adalah bagus,gio dan Hero
"Kalian gila hah?nyulik gua gini ngapain?lepasin gak!"Ucap Arka
"Kami nyelamatin lu Arka!"Ucap Gio
"Nyelamatin?maksudnya?"Ucap Arka
"Ya karena Willy bakal habisin lu nanti"Ucap Hero
"Karena kami tau rencana dia kemarin"Ucap Bagus
Flashback on
Willy menelpon seseorang ditoilet sekolah
"Rencana ini harus berhasil bagaimana pun caranya!"Ucap Willy ditelpon
"Baik bos!"Ucapnya
"Kalian benar-benar harus siap nanti dan setelah nya kita habisi dia"Ucap Willy
"Setelah Arka memasuki hutannya kalian langsung tangkap dia"Ucap Willy
"Kalau dia brontak tembak saja tapi jangan sampai buat dia mati karena itu tugas saya"Ucap Willy
"Baik bos!"Ucap Nya
Gio yang ingin masuk toilet pun mendengar ucapan Willy
Karena Gio juga ingin ketoilet
Gio mendengar semua rencana Willy setelah selesai Willy langsung keluar sedangkan Gio masih didalam
Flashback off
"Gitu Arka rencananya makanya kami udah dari tadi intai kamu"Ucap Hero
"Iyah kami gak mau lu kenapa-napa karena Willy benar-benar sangat membenci kamu dan menginginkan kamu hilang Arka"Ucap Bagus
"Makasih ya guys,kalau kalian gak ada bisa-bisa gua gak bakal bisa bernafas lagi sekarang"Ucap Arka
Mereka menganggukkan kepalanya dan melepaskan ikatan tali Arka
Para bodyguard nya heronya pun mendekati mereka
"Cepat minta maaf kalian tadi mukul wajah dia kan?"Ucap Hero
"Maafin kami tuan"Ucapnya
"Santai aja"Ucap Arka
"Ayo cepat pergi Arka soalnya gua gak yakin Kaka cantik aman,karena target dia bukan lu aja tapi Kaka cantik juga"Ucap Gio
"Apa?lu jangan bikin gua panik?"Ucap Arka
"Gua benaran Arka"Ucap Gio
Arka bergegas berlari ingin menuju rumah disusul oleh para sahabatnya
Disisi Hana
Hana merasa lelah berdiri bahkan perutnya terasa kram
Wajah Hana juga terlihat pucat Nissa yang memang berhadapan langsung dengan Hana pun menjadi khawatir dan panik
"Kaka kenapa?kok pucat banget?"Ucap Nissa semuanya menatap Hana
Indah yang membelakangi Hana pun tak bisa menatap Hana
"Kaka gak papa kan?Kaka kenapa?"Ucap Indah
"Aku gak papa kok!tapi perut ku aja kram"Ucap Hana
"Gak papa apanya ka?Kaka itu kenapa-napa"Ucap Nissa
"Woy tolong!"Teriak Nissa
Dira,Dila dan Qia juga berteriak
"Abang tolongin, emergency ini"Teriak Dira
Pintu terbuka
"Berisik banget sih?"Ucapnya
"Bang tolongin ini Kaka kami muka pucat mana wajah nya pucat"Ucap Nissa
Mereka menatap Hana
"Cepat hubungi bos!"Ucapnya
"Ya!"Ucapnya
Dia keluar untuk menelpon bos mereka
Tak berapa lama dia kembali
"Apa katanya?"Ucapnya
"Siapkan 2 mobil!satunya membawa mereka ini dan satu nya membawa dia pergi!"Ucapnya
"Perintah bos?"Ucap Nya
"Ya!"Ucapnya
"Woy mau dibawa kemana?"Ucap Nissa
"Kalian akan diantar pulang"Ucapnya
"Beneran?" Ucap Nissa tak percaya
"Masih tanya lagi?"Ucapnya
"Kalian benar-benar tak berguna jika dijadikan korban penculikan"Ucap Nya
"Abang juga gak berguna soalnya mau aja gitu nyulik orang yang gak berguna"Ucap Indah
Orang itu diam tak menjawab ucapan Indah
"Tapi kenapa kepala kami ditutup gini bang?penyangap tau"Ucap Dira
"Iyah ini bang,kayanya dia takut sama pesona kita makanya wajah kita ditutup gini"Ucap Qia
"Yoi guys soalnya kan cantik Badai mengalahkan tsunami dan gempa"Ucap Dila
"Banyak ngomong banget sih kalian hah?"Ucap Nya
"Mau saya masukan kejurang nih mobil berserta kaliannya"Ucapnya
"Jangan bang!"Rengek Semunya
"Makanya diam!"Ucapnya
Sontak mereka semuanya diam
Orang itu menghentikan mobilnya dihalte dekat rumah Arka namun terbilang sepi
Dia pergi begitu saja meninggalkan mereka didalam mobil
"Bang?"Ucap Nissa
"Kok berhenti?"Ucap indah
"Bang nya gak nyaut?"Ucap Qia
"Jangan-jangan dia mau masukin kita kejurang lagi?"Ucap Dila
"Tolong....Tolong!"Teriak Nissa dengan nyaring
Mereka semua berteriak sampai ada orang lewat dan mendengarkan teriakan mereka
Dia kaget melihat orang-orang yang ada didalam mobil
"Kalian kenapa?"Ucapnya
"Hah?pak tolongin kami"Ucap Indah
Dia pun membuka ikatan Nissa setelah Nissa terlepas dia membantu membuka kan yang lain
Indah tak bisa lepas karena tangannya di borgol dan kuncinya tidak ada
"Makasih pak"Ucap Nissa
"Kalian kenapa?"Ucapnya
"Kami tadi diculik pak"Ucap Nissa
"Mau saya bantu laporin kepolisi?"Ucapnya
"Gak perlu pak"Ucap Nissa
"Kalau begitu saya permisi yah, soalnya saya buru-buru"Ucapnya
"Ya pak sekali lagi terimakasih"Ucap Nissa
Orang itu pun pergi
"Yaudah dah kita ketempat kunci dulu buat buka borgol kamu"Ucap Nissa
Indah mengangguk kepalanya
Dan yang membawa mobil adalah Qia
Ponsel Riko berdering tapi dari nomor tak dikenal
"Hallo"Ucap Riko
"Om istriku gimana?"Ucap Arka
"Arka?kamu dimana?"Ucap Riko
"Aku sudah menuju kerumah Om!"Ucap Arka
Riko sedang bersama Willy dan sekarang Willy Sedang duduk dengan wajah ketakutannya karena sejak tadi Riko selalu menanyai keberadaan Arka sambil mengacungkan pistol
"Baiklah aku akan menyusul"Ucap Riko
"Ya om"Ucap Arka
Riko mematikan ponselnya dan kembali menatap Willy
"Tidak ku sangka kau jujur juga"Ucap Riko pada Willy
"Baiklah kau boleh pergi"Ucap Riko dan kembali memasukan pistolnya kedalam jas nya
Willy langsung berlari pergi meninggalkan Riko