Bocil Manjakan Aku

Bocil Manjakan Aku
Tontonan


Seminggu berlalu


Arka tersenyum menyeringai bahkan senyum itu sangat menakutkan


Arka berdiri tepat dihadapan Rama yang sedang terikat didinding


"Lepaskan saya!kau memang gila!"Ucap Rama pada Arka


"Sebut apapun selagi kau bisa"Ucap Arka


"Masih ingin mendekati Raihana?"Ucap Arka


"Ya! dia akan ku miliki agar dia lepas dari mu"Ucap Rama


"Ingin memiliki Raihana?"Ucap Arka dan dia tertawa


"Mimpi yang sangat bagus"Ucap Arka


"Anda yakin ingin memiliki Raihana?dia bukan orang sembarangan?dia seorang CEO wanita yang sangat cerdas dan kau apa?"Ucap Arka


"Kau hanya seorang Buruh bahkan sekarang menganggur kan?"Ucap Arka


"Kau tau hobby dia itu apa? menghabiskan uang,Jika dia berbelanja bisa menghabiskan ratusan juta itu pun hanya satu toko yang dia datangi belum lagi yang lain"Ucap Arka


"Apa kau yakin ingin menjadi suaminya?Raihana bukannya tidak mau diajak susah tapi kau harus ingat dia memiliki seorang kaka yang sangat menyayangi nya,jika adiknya terluka sedikit saja nyawa taruhannya"Ucap Arka


Rama diam mendengarkan ucapan Arka


"Masih mau?"Ucap Arka


"Tapi saya lebih pantas ketimbang anda! kau adik nya tapi kau bertindak sangat kurang ajar padanya"Ucap Rama


"Masih percaya jika aku adiknya?"Ucap Arka


Arka memperlihatkan cincin yang melingkar pada jari manisnya


"Ini adalah cincin pernikahan ku dengan nya"Ucap Arka


"Dan sekarang Hana adalah istri Syah ku!"Ucap Arka


"Bohong!"Teriak Rama


"Saya tidak butuh kau percaya tapi kau harus tau adalah berani menganggunya lagi saya tidak akan segan-segan menghancurkan anda dengan kekuasaan saya"Ucap Arka


Rama bukannya takut tapi dia malah tersenyum santai


"Kekuasaan mu? memang nya kau punya apa adik kecil?"Ucap Rama


Arka menjadi geram dan langsung mencengkram dagu Rama dengan kuat


"Meremehkan saya?"Ucap Arka


"Bodyguard siapkan semuanya kita harus berikan tontonan padanya"Ucap Arka


"Lebih baik kau tonton ini dulu setelahnya baru aku akan perlihatkan siapa saya"Ucap Arka


Tirai besar terbuka didepan mereka dan di atas ada seekor sapi yang menggantung dengan tali sedangkan dibawahnya ada aquarium yang sangat besar beserta air didalamnya


Arka menengok kebelakang dan dia tersenyum dan membalik tubuhnya


"Coba tebak apa yang terjadi dengan sapi itu?"Ucap Arka


Rama diam sambil menatap kedepan


"Lepaskan ikannya!"Ucap Arka


Seketika banyak ikan ganas didalamnya hampir ratusan


"Piranha!"Ucap Rama dan Arka menengok Rama dan dia tersenyum


"Ternyata kau tau juga nama-nama ikan"Ucap Arka


"Apa yang akan kau lakukan?"Ucap Rama


"Tanpa perlu bertanya kau pasti tau tau kan dengan nasib sapi itu!"Ucap Arka


Arka menatap serius kearah bodyguard nya dan menganggukkan kepalanya memberikan kode


Bodyguard itu memencet tombol itu dan sapi itu jatuh tepat kedalam aquarium itu


Sapi itu seketika dikeroyok ikan-ikan ganas itu dengan brutal bahkan aquarium itu sekarang berubah menjadi merah karena darah sapi itu


Badan Rama bergemetar bahkan keringat dingin keluar dari tubuhnya


"Pertunjukkan yang sangat seru"Ucap Arka dengan santai


"Tapi sepertinya lebih seru jika kau yang berada diposisi sapi itu"Ucap Arka


"Kau psikopat!"Ucap Rama


"Pertunjukkan nya belum membuat ku puas!"Ucap Arka


"Bodyguard cepat bawa dia keatas seperti nya para ikan ku belum puas!"Ucap Arka


"Tidak jangan!"Ucap Rama


"Kau takut?"Ucap Arka


Wajah Rama menjadi pucat karena takut


Para bodyguard Arka benar-benar mendekati Rama


"Cepat bawa!"Ucap Arka


Para bodyguard Arka langsung mengikat Rama walau Rama berontak tapi tenaganya kurang kuat apalagi dia sekarang sedang ketakutan badan juga lemas


"Aku mohon lepaskan saya!jangan bunuh saya!"Ucap Rama sambil dibawa oleh para bodyguard Arka


Rama sudah terikat diatas dia menatap kebawah, badannya semakin lemas keringat semakin mengalir karena melihat ikan yang sangat Ganas berada tepat dibawahnya


"Menghabisi orang seperti mu bukan apa-apa bagiku"Ucap Arka


"Siapapun yang berani mendekati istriku akan berakhir dengan tragis!"Ucap Arka


Tali yang mengikat Rama semakin menurun


"Arka lepaskan saya!saya berjanji tidak akan menganggu istrimu lagi"Ucap Rama


"Apa hanya kematian yang bisa membuat mu sadar?kenapa tidak dari kemarin?"Ucap Arka


Arka sengaja membuat tali yang menggantung Rama turun sedikit demi sedikit tidak langsung membuatnya jatuh kebawah seperti sapi tadi


"Arka demi tuhan saya benar-benar tidak akan menggangu mu lagi dengan Raihana asal kau berikan pengampunan pada saya"Ucap Rama


Arka betepuk tangan dengan keras karena ucapan Rama


"Kau yang berbuat masa membawa-bawa nama tuhan?"Ucap Arka


"Saya tidak percaya"Ucap Arka


"Arka saya berjanji jika saya mengganggu mu lagi saya siap dibunuh mu oleh mu asal berikan saya kesempatan kali ini"Ucap Rama


Kaki Rama tidak berapa centimeter lagi dari air dan seketika talinya berhenti


"Ku pegang janji mu!"Ucap Arka dengan serius


"Lepaskan dia!"Ucap Arka


Seketika Rama tersenyum bahkan hatinya menjadi lega


"Rama!"Panggil Arka


"Ini kesempatan yang langka yang ku beri padamu! jika kau ingkar pada janji mu! akan ku pastikan jantungmu akan ku tembak keluar dari tempatnya"Ucap Arka dengan serius


Rama menganggukan sambil menelan ludahnya dengan susah payah


"Aku benar-benar salah mencintai wanita orang,dia memang masih berumur 17 tahun tapi aura itu benar-benar bukan seperti anak Anak SMA"Batin Rama


"Urus dia!"Ucap Arka dan dia pergi


Disisi Hana


Dia hanya dikamar sambil rebahan memainkan ponselnya karena rumahnya sepi


Bila sedang periksa rutin nya sedangkan Nissa dan teman-teman ada kesibukan yang tidak bisa mereka tinggal kan


Pintu terbuka dan yang masuk adalah Arka


Hana menatap pintu enggan untuk menghampiri Arka


"Sayang"Ucap Arka sambil berjalan mendekati Hana


"Lagi apa?"Ucap Arka


"Main hp aja soalnya aku gak teman punya suami juga malah lebih pentingin hal lain ketimbang istrinya"Ucap Hana


"Mau jalan-jalan?lama nih gak kita gak jalan-jalan"Ucap Arka


"Pakai Vespa kita yah"Ucap Hana


"Iyah"Ucap Arka


Hana menjadi Semangat dan dia langsung bangun dan pergi menuju ruang ganti untuk mencari baju perginya


Arka duduk dikasur sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah istri nya