
Malam tiba
Arka dan Hana sama-sama tertidur tapi tiba-tiba Gabriel terbangun bahkan dia menangis dengan kuat membuat Hana dan Arka terbangun
Hana mencoba menenangkan Gabriel sambil mengelus punggung nya
"Aku bikinin susu yah"Ucap Arka
"Emang kamu bisa jalan?"Ucap Hana
"Bisa!"Ucap Arka, sebentar dia tak tega melihat Hana selalu kesusahan sendiri setiap malam jika Gabriel bangun
Arka pun turun dari ranjang dengan perlahan
"Kamu bisa Honey?kalau gak bisa biar aku aja!kamu yang nenangin Riel yah?"Ucap Hana
"Aku aja sayang"Ucap Arka
kakinya sudah menapak lantai dan Arka menarik nafas,dia mencoba berdiri dan dia bisa walaupun terasa sakit dikakinya tapi tetap mencoba berdiri dan berjalan
Sambil menahan sakit Arka melangkah kakinya dengan perlahan sampai ditempat susu Gabriel berada
Arka ngos-ngosan sambil terus menyeringitkan wajahnya karena sakit
Dia pun membuatkan susu untuk putri kecilnya
Setelah selesai Arka tersenyum puas dan dia kembali berusaha bejalan menuju Hana
Hana tetap menenangkan Gabriel sambil sesekali menatap Arka
Arka terjatuh membuat Hana sangat khawatir tapi Arka tersenyum sambil menggelengkan kepalanya
"Honey kamu gak papa kan?"Ucap Hana dengan raut wajah khawatirnya
Arka menggelengkan kepalanya dan kembali berdiri
Dengan susah payah Arka berjalan mendekati Hana dan dia berhasil
Arka menyerahkan susu nya pada Hana tapi Gabriel tetap menangis dia tak mau meminum susu buatan Arka
"Biar aku gendong sayang"Ucap Arka
"Emang kaki kamu gak sakit honey?"Ucap Hana
"Gak kok Sayang,aku gak papa"Ucap Arka menyakinkan Hana
"Aku gendong yah?"Ucap Arka meminta izin pada Hana
Hana diam sambil terus menatap Arka sedangkan Gabriel tetap menangis
"Setakut itu?aku Papahnyaa sayang?aku bukan penjahat"Ucap Arka
Hana menganggukan kepalanya dan Arka tersenyum
Hana membantu Arka menggendong Gabriel
Arka membawa Gabriel sambil menepuk-nepuk punggung dengan lembut
"Ssssttttt putri Papah yang cantik"Ucap Arka sedangkan Hana dia berdiri dibelakang Arka dengan was-was takut jika Arka tak sanggup berdiri
"Gabriel kenapa menangis sih?ada yang jahilin kamu yah?"Ucap Arka
Arka terus menggendong anaknya sampai tangis Gabriel tak terdengar lagi
"Akhirnya tidur lagi sayang"Ucap Arka pelan
Hana tersenyum dan mencium pipi Arka dan juga Gabriel
"Kamu gak sakit honey?kamu berdiri lama sekali?"Ucap Hana
"Gak kok sayang,malah kayanya Gabriel alat buat therapi aku"Ucap Arka
"Hah maksudnya?"Ucap Hana
"Kalau dia nangis malam-malam aku bisa gendong dia kan?"Ucap Arka
"Aku gendong sambil berdiri gini dia bisa diam kan?sama aja dia alat buat aku therapi kan?"Ucap Arka
Hana mengambil Gabriel dari Arka
"Anak kita bukan alat honey kata-kata kamu itu kaya buat aku gak enak"Ucap Hana
"Dia cinta kita bukan alat"Ucap Hana sambil berjalan dan meletakkan Gabriel di box pribadinya
"Iyah sayang maafin aku yah"Ucap Arka
"Tapi kakiku tidak sesakit tadi sayang"Ucap Arka sambil memeluk pinggang Hana
"Aku benar-benar merindukan pelukanmu honey"Ucap Hana
"Bukannya aku selalu memeluk kamu sayang?"Ucap Arka
"Iyah waktu tidur emang benar?tapi kalau kaya gini hampir gak pernah lagi kan?"Ucap Hana
Arka membalik tubuh Hana dan memeluknya sambil mengelus rambut Hana
"Kayagini?"Ucap Arka
Hana menganggukan kepalanya
Arka meringis dan ringisan Arka terdengar oleh Hana
"Honey kaki kamu sakit?"Ucap Hana
"Gak"Ucap Arka bohong tapi Hana menatap wajah Arka yang memerah karena menahan sakit kakinya
Hana mendorong tubuh Arka kekasur
Hana terjatuh diatas Arka dia kembali memeluk Hana sambil telentang
"Mumpung anak kita tidur kan?lebih baik bermesraan kan sayang?"Ucap Arka
"Kaki kamu gimana honey?aku tau kok kamu kesakitan, wajah kamu gak bisa bohong"Ucap Hana
"Kaki aku cuma kaku aja sayang makanya kaya sakit gitu tapi masih bisa di tahan kok"Ucap Arka
"Selama aku koma,kamu gimana sayang?"Ucap Arka
"Aku kecewa,aku hancur bahkan aku gak perduliin apapun aku cuma mau kamu bangun lagi"Ucap Hana
"Aku selalu minta itu,aku kangen kamu semuanya dari kamu honey aku kangen,aku gak mau kenapa-napa"Ucap Hana
"Aku lebih rela kamu pergi keluar kota keluar kota atau negeri asal jangan kamu koma apalagi...."Ucap Hana tak melanjutkan ucapannya
"Itu titik terhancur aku honey dipisahkan dengan alam sadar itu menyakitkan"Ucap Hana
"Tapi kita sekarang udah bahagia kan?apalagi ada Gabriel sekarang"Ucap Arka sambil mengelus rambut Hana
"Bahagia sekali honey,kita sama-sama orang yang gak punya keluarga dan sekarang kita malah dijadikan satu"Ucap Hana
"Kita bahagia dan keluarga kita yang sudah tidak ada juga bahagia sayang"Ucap Arka
"Iyah honey"Ucap Hana
"Mau tidur atau lanjut cerita sayang?"Ucap Arka
"Aku gak ngantuk honey biasanya Riel bakal bangun lagi"Ucap Hana
"Yasudah kita gak usah tidur aja yah"Ucap Arka
"Honey kamu mau lanjutin kuliah lagi atau gimana?"Ucap Hana
"Kata om sama Tante sih terserah aku aja sayang,aku kemarin sempat daftar universitas tapi kok rasanya aku jadi gak pengen aja,soalnya aku takut gak bisa handle,mana kuliah mana kantor terus bantuin kamu rawat Gabriel kan?"Ucap Arka
"Tapi aku juga gak mau sebenarnya nanti Gabriel malu punya Papah cuma tamatan SMA sedangkan Mamahnya tamatan S2"Ucap Arka
"Menurut kamu gimana sayang?"Ucap Arka
"Kalau masalah ngerawat Gabriel sih aku masih bisa honey kan dirumah kita banyak pelayan juga kan?kalau Masalah kantor kan masih ada ka Riko kan?"Ucap Hana
"Pendidikan lebih penting honey"Ucap Hana
"Jadi?"Ucap Arka
"Kamu lanjutin aja pendidikan kamu tapi jangan sampai keluar negeri yah?soalnya kemarin waktu kamu koma ada beberapa email masuk dari universitas luar negeri yang nerima pendaftaran kamu"Ucap Hana
Arka mempereratkan pelukannya
"Iyah gak kok sayang,aku kemarin cuma tes-tes aja kok,oh berarti aku diterima dong?"Ucap Arka yang tak percaya padahal dia memiliki nilai yang sangat bagus bahkan dia murid dengan nilai tertinggi
"Kamu kuliahnya disini aja jangan kemana-mana honey aku gak mau jauh-jauh"Ucap Hana
"Iyah-iyah gak kok sayang"Ucap Arka
Mereka berbicara sampai tertidur tapi 2 jam setelah Gabriel terbangun dia bangun lagi karena lapar dan untungnya dia mau meminum ASI Hana
Matahari sudah muncul tapi Hana belum terbangun didalam pelukan Arka sedangkan dia sudah bangun sambil mengelus pipi Hana dengan jempol nya
"Semingguan ini tidur kamu gak nyenyak bahkan kurang tidur sayang demi anak kita"Ucap Arka
"Terimakasih ya sayang,maafin aku kalau aku gak bisa bantuin kamu banyak"Ucap Arka lagi dan Arka mencium kening Hana tiba-tiba menggeliat dikira bangun tapi dia malah semakin masuk kedalam pelukan Arka