
"Ah sial!"Ucapnya karena tembakan itu tak mengenai Tante Lala melainkan Arka,karena ketika Tante Lala sudah bisa berdiri dia ingin terjatuh lalu Arka menangkapnya dan ketika itu juga peluru mengenai Arka
Tante Lala dan Hana langsung histeris bahkan Hana langsung berlari dan memeluk Arka
"Honey!"Ucap Hana
"Arka!"Ucap Tante Lala
"Aku gak papa!"Ucap Arka terbata-bata menahan sakit tembakan ditubuhnya bahkan darah mengalir keluar dari tubuh Arka
Hana dan Tante Lala menangis melihat Arka
"Cepat bawa suamiku kemobil!"Ucap Hana pada bodyguard nya
Sedangkan bodyguard yang lain mencari pelaku yang menembak Arka
Didalam mobil Hana dan Tante Lala terus menangis,Arka rebahan dipaha Hana
"Aku gak papa sayang"Ucap Arka dengan lemah
"Seharusnya kita tadi dirumah aja honey,pirasatku benar"Ucap Hana
"Honey kamu harus kuat"Ucap Hana
Arka mengelus mengelus wajah Hana dengan tanganya yang bernoda darah sambil tersenyum
"Sehat-sehat yah,kasih nama kita........"Ucap Arka
Hana menganggukan kepalanya
Arka kembali tersenyum dia mencium perut Hana setelahnya dia menutup matanya dan pingsan,Hana semakin panik dia menyuruh supir agar cepat membawa mobil
"Honey bangun!kamu jangan prank aku kaya kemarin!aku gak ulang tahun"Ucap Hana
"Honey dengerin aku gak!kamu kalau gak bangun gak aku kasih jatah!"Ucap Hana
Arka tetap menajamkan matanya
"Honey bangun........."Ucap Hana dengan lirih
"Maafin Tante ya Hana ini gara-gara Tante"Ucap Tante Lala,dia duduk didepan
Hana hanya menatap Arka tak menghiraukan ucapan Tante Lala
"Honey bangun.....jangan buat aku takut!"Ucap Hana
"Honey!"Ucap sambil menarik baju Arka
Mereka pun sampai,para bodyguard langsung mencari para suster dan mencari brangkar untuk Arka untuk membawa Arka kedalam
"Honey!"Ucap Hana sepanjang membawa Arka kedalam
"Kamu kalau gak sadar awas honey,aku bakal marah sama kamu,gak bakal aku ijinin kamu tidur bareng aku"Ucap Hana
Arka dibawa masuk kedalam ruangan UGD,Hana dan Tante Lala tinggal di luar dan Riko datang bersama Teman-teman Arka bahkan Willy juga ada karena Tante Lala tadi menghubungi Riko
Hana langsung memeluk Riko
"Kaka suamiku ketembak!aku takut dia kenapa-napa"Ucap Hana menangis dipelukan sang Kaka
"Ka bilang ini prank!"Ucap Hana
Riko diam sambil memeluk Hana
"Kita tunggu dokter yah"Ucap Riko
Willy menatap Hana dipelukkan Riko yang menangis hebat karena Arka
"Ka ini prank kan?kaya kemarin?aku gak mau liat suami aku sakit kaya gini!"Ucap Hana
"Ka Riko"Ucap Hana sambil menarik-narik baju Riko
"Raihana!Ini bukan prank!tunggu dokter,Kaka yakin suami kamu gak akan kenapa-kenapa"Ucap Riko
"Dia tembak ka Riko gimana gak kenapa-napa?bahkan 2 kali!"Ucap Hana
Riko diam dia terus mengelus rambut Hana dan dia menatap istrinya yang juga menangis tapi Tante Lala hanya duduk karena dia paham Hana yang sekarang membutuhkan pelukkan Kakanya
Bagus menepuk pundak Willy karena Willy terus menatap Hana
"Iyah gua tau itu tapi gua cuma kasian aja liat ana,dia kepukul banget liat Arka kaya gini"Ucap Willy
"Itu karena cinta Kaka cantik ke Arka Willy,gak ada yang bisa gantiin posisi Arka dihati dia"Ucap Bagus
Willy diam dan dia duduk disamping Tante Lala
"Tante aku yakin Arka gak papa"Ucap Willy
Tante tetap menangis dengan sesegukkan
Suster keluar Hana langsung menghampiri nya
"Pasien harus dioperasi untuk mengeluarkan peluru yang ada didalam tubuhnya"Ucap suster
"Untuk keluarga pasien lakukan penanda tangan setujui"Ucap suster
"Bagaimana keadaan nya suster"Ucap Hana
"Keadaan lemah Nona,jadi sebelum terlambat kami akan melakukan operasi jadi saya mohon lakukan persetujuan dari pihak keluarga"Ucap suster
"Saya permisi"Ucap suster dan dia masuk lagi
"Apa maksudnya tadi ka?sebelum terlambat itu maksudnya apa?"Ucap Hana
"Raihana gak usah pikir yang macam-macam lakukan tanda,sekarang ke tempat pembayaran"Ucap Riko
Hana mengikuti Riko,Hana dan Riko sudah menanda tangani bahkan membayar semuanya tapi tiba-tiba perut Hana sakit
"Kenapa Raihana?"Ucap Riko
"Gak papa ka"Ucap Hana
Tapi Hana tak bisa menahan sakit perut nya
"De kamu gak papa kan?"Ucap Riko yang khawatir bahkan Hana tak sanggup berdiri
"De!"Ucap Riko
"Aku gak papa ka"Ucap Hana dan dia mencoba berdiri
"Kamu jangan aneh-aneh,Kaka panggilin dokter biar kamu ditangani"Ucap Riko
"Gak usah ka,aku harus ada buat suami aku,nanti dia nyariin aku lagi,"Ucap Hana sambil menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakitnya
"De jangan keras kepala"Ucap Riko
"Ka aku gak papa kok,ini udah biasa!ayo kita keruangan suami ku lagi,suami aku gak bakalan bisa tanpa aku"Ucap Hana
"Iyah emang kamu yang gak papa tapi anak kamu De"Ucap Riko
Hana mencoba mengatur nafasnya dan rasa sakit di perutnya berangsur-angsur tidak sakit lagi karena itu yang selalu Arka suruh jika kontraksi Hana kambuh tapi bedanya Arka selalu memeluk dan mengelus perut Hana tapi sekarang tidak ada
"De kamu ngapain sih?"Ucap Riko
"Ayo keruangan suami aku!kalau Kaka gak mau terserah!"Ucap Hana dan dia meninggalkan Riko
"Sayang anak Mamah,Mamah mohon yah selagi saat ini kamu jangan bercandai Mamah,Papah kamu lagi dirawat keadaan dia lemah jadi kamu harus ngertiin yah sayang"Ucap Hana dalam hati
"Raihana jalanmu cepat sekali,ingat kau sedang hamil besar"Ucap Riko
"Kaka yang lambat kok malah katain aku cepat jalan"Ucap Hana
Riko menggenggam tangan Hana dan Hana menghentikan langkahnya
"Kaka tau kamu sekarang kalut karena kondisi Arka tapi kamu jangan pernah lupain kalau ada Arka kecil diperut kamu Raihana"Ucap Riko
"Aku takut suami ku kenapa-napa ka,aku takut sekali"Ucap Hana
"Arka gak akan kenapa-kenapa,Arka akan sangat kecewa kamu gak jaga anak dia dengan benar de"Ucap Riko
Hana mengelus perutnya
"Iyah Ka,maafin Aku"Ucap Hana
"Adik pintar,ayok Keruangan Arka"Ucap Riko