
Riko dan Hana sampai diruangan Arka disana juga ada dokter,Hana mempercepat jalannya lagi membuat Riko kembali panik dengan tingkah adiknya
"Suami saya kenapa dok?dia sudah siuman?'Ucap Hana
"Tidak nona tapi operasi kemungkinan berhasilnya hanya 35% saja karena peluru itu hampir mengenai jantung pasien"Ucap dokter
Hana terdiam tapi air matanya kembali jatuh
"35% dokter?"Ucap Willy
"Ya kemungkinan operasi besar,saya memberitahu kalian agar kalian tau kondisinya juga sekaligus meminta doa nya"Ucap Dokter
"Kondisi suami saya bagaimana dokter?"Ucap Hana dengan suara gemetar
"Kondisinya lemah tapi pasien sepertinya sangat ingin sembuh,mudahan saja tekadnya bisa membuatnya kembali lagi ke kalian"Ucap Dokter
"Baiklah saya permisi"Ucap Dokter dan dia masuk lagi
"Honey berjuanglah demi anak kita yah"Ucap Hana sambil menatap Pintu ruangan Arka
Willy mendekati Hana
"Ana!"Ucap Willy
Hana tak menghiraukan Willy bahkan menatap pun tidak
"Sebegitu cintanya kamu ke Arka ana?"Ucap Willy
"Ya karena dia suamiku Papah dari anak yang ku kandung paham!"Ucap Hana dengan tegas
Willy tersenyum dia menatap Riko tapi Riko hanya diam malah dia mendekati istrinya yang juga menangis dikursi
"Ana kamu tau dulu Arka pernah dioperasi sampai keluar negeri karena tawuran?"Ucap Willy
"Itu karena celurit bukan peluru bahkan kemungkinan dia bisa memeluk ku lagi hanya 35%"Ucap Hana
"Aku bakal jagain kamu selama Arka dirawat ana"Ucap Willy
"Aku gak mau!kalau seandainya suamiku bangun dan dia akan salah paham"Ucap Hana
"Kamu tau ana?"Ucap Willy
"Apa?"Ucap Hana
"Seminggu yang lalu bertemu dengan Arka dikantornya"Ucap Willy
"Terus?"Ucap Hana
"Aku bertemu dengan nya hanya untuk membahas hal yang mungkin tidak penting tapi diakhir pertemuan kami dia bilang kalau dia mau kalau dia gak ada aku yang dia suruh buat jagain kamu"Ucap Willy
"Bohong!suamiku gak ada cerita kalau dia ada ketemu kamu"Ucap Hana
"Aku tidak bohong kalau kamu gak percaya silahkan kamu cek cctv kantornya Arka"Ucap Willy
"Aku mengira dia akan pergi keluar kota atau keluar negeri untuk mengurus perusahaan nya dan aku iya kan"Ucap Willy
"Honey jangan buat aku takut"Ucap Hana dan dia duduk sambil menangis sesegukkan sekarang dia benar-benar takut jika Arka akan pergi darinya
Willy duduk disamping Hana dia ingin menyentuh Hana tapi dia tak berani
"Honey aku sangat mencintai kamu,kalau kamu pergi ninggalin aku,aku gak bakal nikah lagi setelahnya,aku bakal fokus jaga anak kita"Ucap Hana
"Ana sebesar apa cinta kamu ke Arka?"Ucap Willy
Hana menatap Willy dengan wajah yang penuh air mata
"Tidak ada pengukur yang bisa mengukur nya"Ucap Hana
"Dia laki-laki pertama yang bisa membuatku luluh dan bahkan semakin mencintainya setiap hari"Ucap Hana
Willy tersenyum jawaban Hana menjawab pertanyaan nya selama ini
"Beruntung sekali Arka punya istri kaya kamu ana"Ucap Willy
"Mulai sekarang sepertinya aku akan memanggilmu Nona karena aku akan jadi bawahan mu dan juga Arka kan?"Ucap Willy
"Aku juga bakal bodyguard khusus untuk anak kamu nanti Ana,maupun dia perempuan ataupun laki-laki"Ucap Willy
"Bagaimana Nona?apa kamu mensetujuinya?"Ucap Willy
Hana diam mendengar Willy memanggilnya Nona sangat asing tapi ini cara Willy mengingatkan dia kalau wanita yang dia cintai itu tidak bisa dimiliki
"Aku tidak tau"Ucap Hana
"Lebih baik kita berdoa untuk Arka"Ucap Willy
Hana menganggukan kepalanya dan dia berdua menangkup tangan berdua lalu berdoa yang lain melihat Hana dan Willy berdoa pun mengikuti
5 Jam berlalu
Selama itu Hana menahan sakit pinggangnya demi mengetahui kabar baik dari Arka
Sesekali dia menggigit bibirnya menahan sakit yang dia rasa
"Ka lama sekali?ini udah 5 jam lamanya?"Ucap Hana
"Sabar Raihana,kita tunggu saja"Ucap Riko
"Pertemuan pertama kita memang bukan hal yang menyenangkan tapi aku mohon honey pagi ini bukan pertemuan kita yang terakhir"Batin Hana
"Aku benar-benar gak apa yang bakal aku lakuin kalau gak ada kamu,aku benar-benar kaya ruangan tanpa cahaya honey kalau gak ada kamu"Batin Hana
Air matanya kembali jatuh dia sangat takut jika Arka akan kenapa-kenapa
"Honey...…....."Ucap Hana dengan lirih
Penglihatan Hana menjadi menggelap dan dia pingsan membuat semuanya panik bahkan Riko dan Willy sama-sama panik
Mereka memanggil suster agar menyiapkan ruangan untuk Hana agar menanganinya
Disisi Arka
Arka antara sadar atau tidak,dia melihat banyak orang dihadapannya
"Sayang...."Ucapnya pelan hampir tak terdengar
"Sayang....."Ucap Arka tapi tak ada suara hanya mulutnya yang bergerak
"Sayang......."Ucap Arka
"Dokter pasien sepertinya sadar"Ucap Suster
"Benarkah?"Ucap Dokter
Tapi Arka sepertinya sudah tak sadarkan diri lagi karena tidak ada lagi terdengar suara Arka memanggil sayang
Disisi Hana
Hana masih tak sadarkan diri, Indah dan Nissa the gengs juga sudah datang mereka menjaga Hana dengan khawatir
"Ka Hana sampai sebegininya karena Arka"Ucap Indah
"Iyah aku jadi kasian sama dia,apalagi dia lagi hamil"Ucap Nissa
"Om,Om pasti tau kan siapa pelakunya?"Ucap indah pada Riko
"Iyah pelaku nya sudah tertangkap tapi mereka berdua sudah tak bernyawa"Ucap Riko
"Apa om?maksud om gimana?"Ucap Nissa
"Yang menyempret istriku dia sengaja menabrak truk dan tewas dan yang menembak Arka dia juga menembak dirinya sendiri dan juga tewas"Ucap Riko
"Jadi gimana om,pelakunya gak ketahuan"Ucap Indah
"Tapi saya akan menyelidiki nya sampai ketemu"Ucap Riko
"Mudahan ketemu ya om,biar kita semua aman"Ucap Nissa
Riko menganggukan kepalanya
Hana mulai membuka matanya membuat semuanya senang dia menatap sekitar dan dia mencari keberadaan Arka
"Honey!"Ucap Hana lalu dia berusaha untuk duduk tapi dia kesusahan
"Raihana mau kemana?"Ucap Riko
"Aku mau susul suamiku ka!dia tadi suruh aku kesana"Ucap Hana
"Kemana?"Ucap Riko
"Keruangannya"Ucap Hana
"Buat apa?operasinya masih berjalan"Ucap Riko
"Kamu cuma mimpi De, Arka masih didalam"Ucap Riko
"Aku tadi ketemu dia,dia bilang dia butuh aku,dia suruh aku kesana"Ucap Hana
Riko memeluk Hana
"Itu cuma mimpi Raihana,Arka masih dioperasi"Ucap Riko
"Dia udah kok ka"Ucap Hana
"Hana tenangkan dirimu dulu"Ucap Riko
"Ini nyata ka bukan mimpi"Ucap Hana
"Raihana Fika Cantika!"Ucap Riko dengan tegas
Hana diam
"Arka masih dioperasi!kamu tadi pingsan dan apa yang ucapin itu cuma mimpi!Arka masih belum sadarkan dirinya"Ucap Riko
Hana diam dia menunduk lalu menangis
"Mimpi ka?tapi itu terasa nyata!dia manggil aku"Ucap Hana sambil menangis
"Kita tunggu dokter lagi yah"Ucap Riko
Hana memeluk Riko dengan erat sambil menangis