Bocil Manjakan Aku

Bocil Manjakan Aku
UGD


Pagi tiba


Arka terburu-buru untuk kesekolah karena dia ada ujian Nasional


"Sayang aku berangkat yah"Ucap Arka sambil memasang sepatu


"Peluk dulu"Rengek Hana


"Aaa sayang sayang sini"Ucap Arka dan dia berdiri untuk memeluk Hana


Hana langsung memeluk Arka dengan eratnya


"Kamu yang semangat yah ujian nya"Ucap Hana


"Iyah dong sayang"Ucap Arka


"Kamu pulang cepet dong?"Ucap Hana


"Iyah sayang tapi aku harus kekantor buat cek perusahaan"Ucap Arka


"Jadi kamu nanti tetap dong gak ada dirumah"Ucap Hana


"Iyah sayang"Ucap Arka


"Ikut nanti yah"Ucap Hana


"Kita liat nanti yah,aku berangkat dulu yah"Ucap Arka dan dia mencium pipi Hana


Arka sudah ingin pergi tapi Hana memanggil Arka lagi


"Honey!"Ucap Hana


"Kenapa lagi sayang?"Ucap Arka


"Kamu gak pamit sama anak kamu?"Ucap Hana


Arka menepuk jidatnya dan menghampiri Arka lagi


Arka berjongkok dan mencium perut buncit Hana


"Anak Papah yang lagi bertapa didalam perut Mamah,Papah berangkat sekolah dulu,doain Papah semoga ujian Papah hari ini lancar ya"Ucap Arka


Arka mencium perut Hana lagi dan berdiri


"Aku berangkat yah"Ucap Arka sambil mengelus rambut Hana


"Iyah hati-hati yah"Ucap Hana


"Siap ibu negara"Ucap Arka dan dia pergi


Disisi Riko


Riko melempar berkas-berkas yang tadi dia baca


"Gak mungkin!"Ucapnya


"Mustahil!"Ucap Riko lagi


"Ela anak kandung dari Ka Raka?"Ucap Riko


"Hasil ini mustahil!"Ucap Riko


Riko Memang melakukan test DNA tanpa sepengetahuan Arka dan bahkan Hana hanya Tante Lala yang tahu


Bahkan Riko melakukan pembongkaran makam Papah nya Arka untuk mendapatkan stimpel sedangkan stimpel untuk Ela dia hanya mengambil rambut Ela


"Kalau Arka tau pasti dia tidak terima ini!"Ucap Riko


"Hasil ini tidak mungkin meleset!"Ucap Riko


"Tapi tetap saja pewaris tunggal keluarga Dhekson adalah Arka Bryan Dhekson!"Ucap Riko


"Berarti ka Raka benar-benar berselingkuh dari ka Kinan?apa benar?"Ucap Riko


Riko diam sambil berpikir,lama dia diam dan dia berdiri dan berlalu pergi


45 menit kemudian Riko sampai dirumah yang sederhana dan namun udaranya sangat sejuk karena banyak bunga dihalaman rumah nya


Itu adalah rumah Ela,keluarga Ela mengalami kebangkrutan karena ulah Hana


"Seperti mereka masih layak hidup dengan rumah seperti ini? seperti adik kecilku tidak menghancurkan nya habis"Ucap Riko berbicara sendiri


Baru saja Riko ingin mengetuk pintu ternyata pintu nya sudah terbuka yang membukakan adalah Papahnya Ela


Papah Ela melotot karena dia tau siapa yang datang kerumahnya


"Pak Riko?"Ucapnya dan dia ingin menunduk tapi Riko menahannya


"Tidak sudah menjilat!"Ucap Riko dengan tegas


Papah Ela diam


"Silahkan masuk dan duduk dirumah sederhana ku ini"Ucap Papah Ela


"Bahkan ini gubuk!"Ucap Riko


"Aku tidak mau berlama-lama disini!langsung intinya saja!"Ucap Riko


"Siapa Ela?"Ucap Riko


Papah Ela mengerucutkan alisnya dia bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh Riko


"Saya tanya sekali lagi,siapa Ela?"Ucap Riko


"Dia anak saya"Ucap Papah Ela


"Benarkah?"Ucap Riko dan Riko mengeluarkan amplop dari balik jasnya dan melemparnya kehadapan Papah Ela


"Apa ini?"Ucap Papah Ela


"Buka saja"Ucap Riko


Dia membukanya sontak hasil itu membuatnya ternganga bahkan hati nya menjadi sakit,anak yang dia besarkan ternyata bukan anak kandungnya


"Anda bercerai dengan istri anda karena dia selingkuh kan?apa nama selingkuhan nya Raka Dhekso?"Ucap Riko


Papah Ela benar-benar terdiam dengan perkataan Riko


"Cepat jawab?"Ucap Riko dan mengebrak meja dengan kuatnya


"Ya kami bercerai karena perselingkuhan tapi aku tidak tau siapa nama selingkuhan mantan istri ku"Ucap Papah Ela


"Berarti Ela juga keturunan dari keluarga Dhekson?"Ucap Papah Ela


"Jangan bermimpi terlalu tinggi,dia hanya kebetulan saja memiliki aliran darah seorang Raka Dhekson"Ucap Riko


"Pewaris sah dari keluarga Dhekson hanya Arka Bryan Dhekson dia anak tunggal tidak memiliki saudara"Ucap Riko


"Tapi hasil ini menyatakan jika Ela anak Raka"Ucap Papah Ela


"Ya memang tapi tidak di anggap"Ucap Riko


"Seperti pembicaraan ini harus diakhiri kalau begitu saya permisi"Ucap Riko dan dia juga mengambil hasil test itu lagi


Papah Ela terdiam dia meratapi jika putri yang selama ini dia rawat ternyata bukan anaknya


Tapi dia tersenyum penuh arti ada ide jahat terbesit dikepalanya


"Saya akan kaya lagi"Ucap Nya


Disisi Arka


"Bila mana dia gak ikut ujian?"Ucap Indah


"Gua juga gak tau tapi dia sesi nya sama kita gak?"Ucap Bagus


"Sama kita kok?"Ucap Indah


"Dari kemarin dia itu pucat banget loh"Ucap Hero


"Apa dia sakit yah?"Ucap Indah


"Punya handphone kan?telpon lah!"Ucap Arka


"Gak diangkat dari malah"Ucap Indah


Arka diam


"Dia bisa gak lulus kalau gak ikut ujian kaya gini"Ucap Gio


Arka menelpon seseorang,dia menelpon Papahnya Bila karena dia memiliki nomor Papah Bila


"Selamat siang om?"Ucap Arka


"Iyah siang?"Ucap Papah Bila


"Om Bila kemana yah?kok dia gak ikut ujian hari ini?"Ucap Arka


Papah Bila seperti menarik nafas dengan berat seperti ada beban yang dia pikul


"Om?"Ucap Arka


"Iyah"Ucapnya


"Bila masuk rumah sakit Arka dia sekarang diruang UGD, keadaan dia menurun total tadi malam"Ucap Papah Bila


"Apa om?menurun total?bukannya dia bilang ketika cek ke dokter keadaan nya selalu berangsur membaik"Ucap Arka


"Satu bulan terakhir ini keadaan nya menurun"Ucap Papah Bila


"Oke om aku sama yang lain bakal kesana"Ucap Arka


"Iyah"Ucap Papah Bila dan dia menutup telponnya


"Guys Ternyata Bila dirumah sakit,kita kesana sekarang"Ucap Arka


"Apa?"Ucap Indah


"Ayo cepet!"Ucap Arka dan berlari menuju parkiran