
Dungeon ibu kota
"Apa yang kau kat-" terpotong ucapan Andrea saat dia mulai memaki.
Sret...
"Ups maaf tuan Andrea.. tunangan anda mati karena mencoba melukai tunangan saya" David masih mempertahankan senyumanya saat melempar goblin itu kedepan Andrea yang mena kepalanya sudah bocor karena David melubanginya dengan pedang yang keluar dsri telapak tanganya.
"Kau.. kau menghinaku! Semuanya serang!" Andrea langsung memimpin sepuluh orang petualang untuk menyerang David.
"Ice Dragon shield" santai saja David membuat dindin es didepanya.
Ting trak trak.
Tidak afa yang dapat menembusnya hingga sepuluh detik.
"Oh ini lumayan kuat untuk menahan kalian rupanya" David terkagu setelah melihat salah satu skill tanganya.
"Kau akan mati disino hahaha!" Andrea begitu bahagia saat melihat prisai es David hancur.
"Apa ayahmu tidak pernah mengajarimu jika kura kura suka mengigit saat sedanag marah" walau masih tersenyum tapi David benar benar sudah hampir ketawa karena kebodohan orang ini.
"Haha terima ini sword slash" satu ayunan pedang dimana mengara pada David sedangkan Astein David memintanya untuk mundur.
"Dark slash" David mematahkanya menggunakan skill yang sama tapi beda kekuatan.
"Haha mati kau" Andrea sudah berada disamping Andrea dan mengayungkan pedangnya kearah leher David.
"Devolve.. Dark Hand.. Claw Dragon.." David langsung menghilang dari target andrea dan sepuluh bawahanya semuanya telah mendapatkan bekas cakar didada dan kepala mereka hingga mati.
"He kemana di-" ucapanya berhenti begitu merasakan ada sesuatu dibelakangnya.
"Dark Hand" David berbisik tepat ditelinga Andrea yang membuatnya segera melompat kedepan.
Satu cakaran David berhasil merobek armor dan punggung andrea yang membuatnya menangis kesakitan dan tidak dapat menyembuhkanya karena cincin penyimpanan serta tas mereka sudah David ambil.
Tujuan David memang hanya untuk meninggalkan bekas cakaran ditubuh Andrea setidaknya David masih menghormati kasta tertinggi itulah sifat David.
"Kau.. kau akan dihukum oleh kerajaan karena telah membunuh petualang!" Teriak Andrea masih terus meringis kesakitan.
"Pertama! Aku tidak membunuhmu karena masih menghormati Duke, kedua! Aku benci orang sepertimj yang selaku mengancamku, ketiga! Jangan terlalu berharap aku akan dihukum karena kalian diserang oleh cakar monster bukan aku dan jika kau melaporkan ini maka kamu akan dinyatakan memfitnah jendral" ucap David kemudian pergi.
Astein segera menyusul David dan mereka mulai terus maju dan membantai para monster.
"Astein siapa petualang terbaik yang kamu bilang bisa sampai dilantai lima puluh itu?" Bertanya David karena sekarang dia sudah sampai dilantai lima puluh.
Walaupun sempat menemukan beberapa kesulitan tapi gaya bertarung Astein cukup cocok dengan David dimana Astein sangat tenang dalam mengayungkan pedang sehingga mudah saja mereka menerobos lantai demi lanti dan bos monster.
Semua Drop item David amankan bersama Corenya sekaligus.
"Andrea Von Count" jawab Astein dengan muka masam.
"Pantas saja aku merasa ini terlalu mudah" David melihat sekitar.
"Jadi boss apa yang ada dilantai lima puluh sehingga dia tidak dapat menembusnya?" Bertanya David.
"Bahemot level dua ratus" jawab Astein ketika melihat peta.
"Level lebih tinggi dari punya ku kah" David menganalisa kakuatnya.
"Baiklah ini akan membuka Class mu" Davis bersiap bersama Astein.
Awuu...!
"Tinggal buka pintunya saja kan?" David mulai mendorong pintunya.
"Ya"
Krie....t
Saat pintu terbuka sudah terlihat satu ekor bahemot besar bertanduk dua dengan pangjang tubuh 10 meter dengan tinggi 7 meter.
"Wolf" davdi menyuruh wolf untuk menggunakan skill pendukungnya yang dapat meningkatakan kekuatan Asrein.
"Baiklah Balck Hole" David melemparkan tiga bola black Hole kaatas Bahemot agar memperhambat gerakanya.
"Astein!" Berteriak David agar Astein sgera membantu dengan skillnya.
Tujuan David adalah untuk membiarkan Astein naik level jadi David tidak manggunakan transfomasinya karena itu bisa saja menghisap seluruh exp.
Pertarungan mereka berjalan lancer dimana David selelu mengalihkan perhatian Bahemot dan membiarkan Aatein untuk menyerang, mereka terus mengulangi hal yang sama dan skill yang sama sampai bahemot menggunakan skill bursarkernya dan mengamuk.
David muali kewalahan untuk menerima semua skill milik bahemot dan membiarkan Astein untuk menyerang tali walau begitu mereka pada akhirnya tetap mengalahkanya dengan beberap luka ditubuh.
"Cepat minum potionmu Astein" David menghampiri Astein.
"Kamu sendiri urus dirimu dulu David" Astein mengeluarkan portionya dan segera meminumnya sekalian mengkritik David saat dia mengkhawatirkyan sedangkan dia sendiri terluka.
"Baiklah" David pun meminumnya walaupun sebenranya masih bisa diaembuh kan menggunakan skill regenrasi tapi dia hanya mengikuti apa kata Astein.
"Aku sudah masuk kelevel seratus David apa aku bisa membuka Class ku sekarang?" Bertanya Astein yang sangat antusias.
"Baiklah aku juga cukup penasaran dengan class apa yang akan dibuka oleh my Princes" David sedikit mengoda.
"Ba-baiklah" jawab Astein dan segera menenangkan diri.
Astein mulai mengalirkan semua mana keseluruh tubuhnya dan pelan pelan mulai terlihat cahaya emas menyinari rubuhnya serta satu bola kecil berwarna biru yang terus mengelilingi tubuh Astein dan itu yang membuat David mengerutkan keningnya karena jelas itu bukanlah sebagian dari transvormasi Class astein.
30 detik setelah Astein mengakirkan mananya dan mencoba membentuk Class nya akhrinya berhsil dimana mananya langsung meledak keluar dan langsung menggunakan satu set lengkap ganu berwarna biru dengan berbagai armor silve dan emas mengkilat disekujur tubuhnya dan rambunya yang disimpul kebelakang.
Astein mulai terangkat sbentar sebelum kembali menyentuh permukaan sedangkan bola berwarna biru tadi memasuki pedang Astein.
Astein berdiri dengan anggungnya serta matanya yang tajam dan David tau itu bukan Astein yang mengendalikan tubuhnya melaingkan bola biru tadi yang masuk kepedangnya dan merubah bentuk pedang Astein.
'Sistem apa yang terjadi dengan Astein?' Bertanya David sudah memegang pedangnya.
'Akibat hubungan anda dengan nona Astein beberapa hari yang lalu mengakibatkan bangkitnya jiwa exkaliber dan sekarang sedang merasuki tubuh pedang Astein ... sistem ditak dapat mendetekdi kenapa Astein dapat dkndalikan' jawab sistem.
"Kestria David Von Dark memberi hormat pada pedang legendaris Exkaliber" David langsung mencabut pedangnya dan menancapkanya didepanya serta dengan cepat berlutut memberi hormat.
"Oh aku tidak menyangka bahwa setelah aku bertearung dan merenggut banyak nyawa bersama raja Arthur diromawi sekarang seorang pemuda membawa jiwaku berengkarnasi kedunia lain ... bahkan memberiku wadah sebuah pedang yang jellek.. apa kau menghinaku David Von Dark?" Aura kejam dan lembut keluar dari tubuh Astein dan dia pun menancapkan pedannya didepan dan teru menaruh kedua tanganya diatasnya.
"Mohon maafkan hamba keran tidak menyadari keberadaan tuan.. hamba berengkarnasi kedunia ini karena bantuan dewa hermes yang menyelamatkan jiwa hamba" David memberi alasan yang jelas.
"Oh ternyata Hermes ... sepertinya aku mengerti alasanya menyelamatkan jiwamu" ucap Exkaliber atas sebuah alasan.
"Kalau tuan legenda berkenan bisakah hamba mengetahuinya?" Bertanya David karena dia juga penasaran kenapa dewa Hermes menyelamatkanya diantar miliyaran jiwa.
"Kau akan segera tahu kesatria ... junjung tinggi sifat kesatria dan jangan pernah lari dari tanggung jawab seorang kesatria ... selalu menghormati kasta kerajaan ... aku sangat merindukan rekan yang seperti itu hermes semoga Guniever dan Lancelot tidak mengangguku" ucap Exkaliber sebelum menghilang dan mengembalikan kesadar Astein yang kembali berubah menjadi seperti biasa.