Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 176, Mendatangi ayah Merly


Malam hari


Mansion Dark Dragon


Meja makan


"Oh iya kudengar kau dekat dengan puteri Vermilion?" Ucap Astein sedikit menyipitkan matanya.


"Nn." David hanya mengangguk saja.


"Anu ya.. cih, aku memang mendukungmu tapi, huhh.. masalah Merly belum selesai bahkan puteri Arfenit dan Virinda sekarang kau dekat dengan puteri Stella jadi apa yang akan kau lakukan untuk menyelesaikan semuanya." Ucap Astein yang rupanya mengetahui semuanya.


Wajah Virinda yang sedari tadi berdiri dibelakang tempat duduk David langsung memerah.


"Tolong jangan seperti itu Astein, aku akan mengunjungi paman Herly besok dan untuk puteri Stella aku berniat setelah memberi tahumu tapi kau sudah tahu sedangkan puteri Arfenit mungkin setelah perang ini berakhir, dan untuk.. Virinda." David sedikit kebingungan untuk menentukan waktu yang pas untuk Virinda.


David bisa kapan saja menikah dengan Virinda tapi akan ada banyak kelompok bangsawan yang membencinya karena memiliki hubungan yang tabu dan itu sangat merepotkan.


Bukan berarti David lebih mementingkan peraturan atau apalah itu dari pada Virinda hanya saja untuk saat ini David tidak ingin ada perpecahan dengan bangsawan lain sebelum perang dengan raja iblis selesai.


"Saya mengerti tuan." Ucap Virinda yang selalu peka terhadap pikiran tuannya dan mengerti apa yang selalu David pikirkan.


"Terima kasih Virinda." Ucap David yang merasa sedikit lebih tenang.


"Ingat David, kau sendiri yang mengatakan padaku dulu cinta adalah tanggung jawab." Ucap Astein mengingatkan.


"Ya."


...


Pagi hari


Meja makan


"Merly, aku akan kepenginapan, kau ikut kan?" Tanya David sekalian mengajak Merly.


"Mwerly akwan ikwt." Ucap Merly yang mulutnya penuh dengan roti.


"Maaf tapi mungkin aku tidak akan ikut." Ucap Astein saat dipandangi oleh David dengan pandangan bertanya.


"Kenapa?" Bertanya David.


"Aku tidak akan mengganggu kalian kali ini." Jawab Astein melanjutkan sarapannya.


"... aku mengerti." Cukup lama David terdiam sebelum mengangguk mengerti dan meneruskan sarapannya.


Setelah sarapan Merly dan David segera berangkat menuju penginapan, mereka tidak menggunakan kendaraan apapun maupun kuda karena memang ingin berjalan kaki saja meskipun agak jauh.


Walaupun ada beberapa petualang maupun warga yang mengenal David dan segera memberi hormat tapi ada juga beberapa yang memang tidak mengenal David sama sekali sehingga mereka hanya mengabaikan ataupun bertanya tanya apa yang dilakukan oleh warga lainnya.


Meskipun begitu tidak ada sesuatu yang mengganggu perjalanan David dan Merly hingga akhirnya tiba dipenginapan matahari yaitu penginapan ayah Merly.


Berbeda dengan terakhir kali David datang dan waktu itu pintunya tertutup bahkan David tidak menyadari akan ada balok kayu super berat yang menghantam wajahnya saat membuka pintu.


Kali ini kondisi penginapan tampak seperti biasa biasa saja dengan berbagai petualang yang sedang berkumpul dilantai satu, mungkin mereka adalah peetualang yang malas mengerjakan misi dipagi hari.


Perlahan David dan Merly masuk melewati pintu. "Ayah! Merly pulang!" Teriak Merly begitu tiba diruangan yang biasa ayahnya gunakan.


Cukup lama mereka menunggu jawaban tapi tidak ada suara apapun dan tidak ada orang diruangan. "Sepertinya paman Herly sedang keluar." Tebak David.


"Sepertinya begitu." Ucap Merly yang berjalan keluar pintu. "Aku akan menanyakannya pada yang lain dulu-' sambung Merly sebelum menabrak seseorang saat ingin keluar.


"Merly, kau mau kemana?" Bertanya paman Herly yang ditabrak oleh Merly.


"Mencari ayah." Jawab Merly.


"Kau datang David?" Tanya Herly meskipun sudah melihat David berdiri.


"Ya.. ada urusan." David menjawab sambil menggaruk pipinya.


Herly duduk disofa yang ada diruangan. "Duduklah." Ucapnya mempersilahkan David duduk.


David tanpa sungkan lagi langsung duduk disusul oleh Merly yang tiba tiba duduk didekatnya.


"Jadi, apa perlumu?" Bertanya Herly yang sepertinya sedang serius tidak seperti biasanya.


"Itu.. saya kesini.. mm.. ini masalah hubungan kami dengan Merly." Ucap David yang entah kenapa merasa gugup disaat seperti ini.


"Hmm? Lanjutkan." Herly terlihat sedikit lebih tertarik.


"Saya ingin menikahi Merly!" Ucap David mantap.


"Oh.. baiklah." Ucap Herly santai.


"Ha? Begitu saja?" David bingung.


"..." David diam karena itu merupakan syarat yang sangat sulit untuk ia lakukan saat ini.


"Kau juga sudah bersama Merly sudah dua tahun lebih, ini memang sudah waktunya kalian menikah jadi aku tidak akan menghambat lagi, lakukan lah." Ucap Herly memberi jalan.


"Terima kasih paman." Ucap David menundukkan kepalanya.


"Tapi ingat, Merly adalah puteriku satu satunya, kuharap kau mengerti maksudku." Ucap Herly yang sangat menyayangi Merly sebagai puteri satu satunya apa lagi dia adalah peninggalan istrinya.


"Saya mengerti." David pun paham apa yang dimaksud oleh Herly.


"Jadi kapan kau akan menikah?" Bertanya Herly yang ingin menentukan hari.


"Minggu depan." Jawab David yang sudah memikirkan waktunya.


"Nn itu waktu yang bagus, Dimana?" Mengangguk Herly kembali bertanya.


"Saya inginnya dimansion Dark Dragon tapi jika paman ingin ditempat lain itu mungkin bisa kita bicarakan." Ucap David yang belum bisa memastikan tempat secara sepihak.


"Sebenarnya tidak ada masalah dengan tempatnya, apa lagi jika dimansion Dark Dragon itu artinya kau menikahi Merly sebagai Leader Dark Dragon bukan jenderal Baron, jadi itu tidak akan terlalu ribet dan harus mengundang bangsawan bahkan mungkin saja raja akan datang." Jelas Herly.


"Tapi mungkin akan ada beberapa bangsawan yang datang." David tentu harus mengundang beberapa yang terdekat sebagai formalitas.


"Selama mereka dapat tenang." Ucap Herly dengan kata lain agar bangsawan lain tidak membuat keributan apa lagi sekarang ini David berstatus sebagai menantu keluarga Lugard dan ingin menikahi rakyat bisa sebagai istri kedua, tentu saja akan ada yang menentang.


"Akan saya usahakan."


"Harus."


Mereka kembali melanjutkan pembicaraan mengenai acara pernikahan Merly dan David yang akan diadakan minggu depan.


Tentu ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan David tidak bisa memutuskan beberapa hal secara sepihak karena harus ada persetujuan dari ayah Merly dulu.


Setelah semuanya selesai David pamit pulang tapi Merly tetap tinggal dipenginapan karena Herly tidak ingin Merly berkeliaran sebelum acara pernikahannya selesai.


...


Mansion Dark Dragon


Ruang kerja


Terlihat David yang sedang menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya dengan sangat nyaman dan penuh ketenangan karena tidak ingin memikirkan hal hal yang rumit untuk saat ini.


"Tuan." Virinda tiba tiba masuk membawakan secangkir teh untuk David.


"Virinda." David lngsung memperbaiki duduknya.


"Ada apa tuan?"


"Tolong kamu cari orang yang bisa mengurus acara pernikahanku dengan Merly minggu depan." Ucap David.


"Baik tuan.., tapi bukankah akan lebih mudah jika tuan meminta Sina?" Usul Virinda.


"Sina? Kenapa harus dia?" David bertanya bingung karena setahu David, Sina adalah gadis teman Merly yang memiliki toko pakaian dan David selalu memesan pakaian dari sana.


"Saat tuan menikah dengan nona Astein, yang mengurus dekorasi mansion dan segala hal adalah Sina dan ibunya." Ucap Virinda memberitahu.


"Oh begitukah.. ternyata dia juga bisa diandalkan dalam hal seperti ini, baiklah ini akan menjadi lebih mudah, kamu tolong beritahu Sina yah." Mengangguk David menyetujui usulan Virinda.


"Baik tuan."


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Eko Arliansyah


-QUEEN


-Lutfan


-Gerald


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]