
"Apakah itu ras demon?" Bertanya Virinda.
"Aku rasa begitu, kemungkinan akan ada serangan besar malam ini jadi hanya separuh saja perajurit yang beristirahat." Jawab David.
"Saya mengerti tuan dapat bertahan meskipun tidak tidur tapi untuk perajurit rasa nya sedikit..." Virinda tentu mengkhawatirkan perajurit juga karena tanpa ada perajurit maka tidak akan ada yang menjadi tameng daging bagi David saat berada dalam keadaan super darurat.
"Aku memperkirakan para perajurit dapat bertahan setidak nya sepuluh hari di medan perang tanpa tidur sebelum tumbang karena lelah, tenang saja setelah melewati malam ini mereka akan mendapat istirahat yang cukup." Ucap David.
"Kalau tuan David berkata begitu baik lah." Virinda tidak lagi memikirkan nya.
"Di sini Archer, kami menemukan sekelompok pasukan mendekat dalam jarak sepuluh kilometer." Pasukan Archer yang mengintai di ketinggian tiba tiba memberikan laporan.
"Kau mendengar nya? Tiger." David menghubungkan komunikasi pada tenda Tiger.
"Ya tuan, kami mendengar nya." Lebih tepat nya Tiger mendengar nya bersama pemimpin pasukan lain nya.
"Kalau begitu kau tau apa yang harus kau lakukan, bergerak lah." Ucap David memberi perintah.
"Baik tuan!" Jawab semua nya.
Sepuluh unit pasukan Saber yang di pimpin oleh Moar langsung bergerak maju untuk mengintai pasukan yang mendekati mereka serta mencari tahu tujuan mereka apakah ingin menyerang atau tidak.
Sementara Tiger memimpin pasukan Peleton yang masih siaga dan tidak beristirahat untuk bersiap dalam bertempur.
"Di sini Saber, tujuan target ter konfirmasi, mereka sedang menuju markas Merkulov dengan persenjataan lengkap, ganti." Lapor tim pengintai Saber.
"Ras jumlah dan perlengkapan mereka?" Bertanya Tiger.
"Ras Demon Ogre dan Orc, jumlah kurang lebih lima puluh ribu pasukan dengan perlengkapan full plate di setiap perajurit, ganti." Jawab pasukan Saber.
"Seperti nya ras Demon dapat melihat dengan jelas di malam hari maka nya mereka menyerang di malam hari." Ucap Tiger menyimpulkan.
"Di kalangan perajurit kita hanya sebagian yang memiliki skill penglihatan malam, ini akan sedikit merepotkan seandai nya kita bertarung tanpa item penglihatan malam." Ucap Moar.
"Palang peringatan sudah kau pasang kan Moar?" Bertanya Tiger.
"Di jarak dua kilometer sudah terpasang, siapapun yang melewati nya musnah kan saja kata tuan David." Jawab Moar.
"Oke. Peleton Archer bersiap pada posisi!" Perintah Tiger.
"Siap!" Jawab komanda Peleton Archer yang siap tempur kemudian mengatur kendaraan dan siap menembakkan serangan.
"Gunakan meriam Destroyer." Ucap Tiger.
"Siap! Mengganti meriam!" Jawab komandan Peleton Archer.
Meskipun di suruh mengganti namun yang mereka ganti hanya lah saluran mana dan ujung meriam agar dapat menampun lebih banyak energi sihir yang akan di lepaskan secara besar besaran.
"Pasukan musuh telah masuk di jarak lima kilometer, ganti!" Lapor tim Saber.
"Pasukan musuh telah memasuki jarak tembak, ganti!" Lapor komandan peleton Archer.
"Tahan dulu, mereka belum melewati batas peringatan jadi tahan dulu." Ucap Tiger.
"Kenapa tuan David tidak membinasakan mereka saja?" Bertanya Bord yang sedang duduk santai di samping Tiger.
"Entah lah.. tuan David pasti punya alasan sendiri kenapa dia membuat wilayah ini menjadi wilayah yang tidak boleh di masuki oleh bangsa iblis." Ucap Tiger.
"Ya.. apapun itu aku tidak akan mengerti." Santai Bord membalas.
Beberapa menit kemudian akhir nya pasukan Saber kembali memberikan laporan.
"Target telah memasuki wilayah Camp! Sekali lagi target telah memasuki wilayah Camp!" Lapor pasukan Saber.
"Target memasuki area! Menunggu perintah!" Ucap pemimpin Pleton Archer.
"Tembak!" Ucap Tiger.
"Siap!"
Shut! Shut! Bom!
Shut! Shut! Bom!
Shut! Shut! Bom!
Selain sihir api yang membakar area, meriam sihir juga mengandung sihir angin yang akan menghenttakkan target dalam hentakkan tinggi serta sihir tanah yang akan menjadi peluru perusak, efek nya sama dengan granat namun ini sepuluh puluh kali lebih dahsyat.
"Serangan tepat sasaran! Barisan target menjadi kacau, di harap untuk mengulangi serangan." Lapor tim Saber memantau langsung area serangan.
Shut! Shut! Bom!
Shut! Shut! Bom!
Shut! Shut! Bom!
"Berhasil mengenai target, harap mengulangi serangan." Kembali pasukan Saber memberi laporan dan itu berulang hingga berkali kali hingga beberapa pasukan musuh memilih untuk melarikan diri.
...
Di tempat pasukan Demon
"Maju! Maju! Perajurit berlari! Pasukan berlari! Lari! Lari! serang!" Komandan Ogre tetap memaksa maju bahkan setelah kehilangan tunggangan nya.
"Mustahil tuan jendral ini bukan lagi perang akh!" Ucap bawahan nya yang kemudian mati terkena dampak dari ledakan.
"Grrr... aku tidak akan mundur sampai menarik satu kepala musuh bersama ku!" Jendral Ogre tetap memaksa maju dan menerobos hingga akhir nya satu peluru meriam mengenai nya dan mencabik tubuh jya tanpa sisa.
Bom!
"Target yang di duga pemimpin musuh telah terbunuh, pasukan musuh kacau dan seribu di antara nya melarikan diri." Lapor tim Saber.
"Hentikan serangan, Peleton Fighter bersihkan area!" Perintah Tiger.
"Siap!"
Pasukan Peleton Fighter langsung bergerak dalam kecepatan penuh memasuki medan tempur dan menghabisi musuh yang sekarat namun tetap membiarkan iblis iblis yang melarikan diri karena perintah langsung dari David untuk tidak mengejar nya lagi.
"Area berhasil di bersih kan, misi selesai, ganti." Lapor peleton Fighter tidak lama setelah mereka berangkat.
"Peleton Fighter dan tim Saber mundur, Core bergerak sekarang." Perintah Tiger.
"Baik komandan." Jawab ketiga tim langsung menjalan kan perintah.
"Seperti nya berjalan dengan lancar." Suara David terdengar di saluran komunikasi.
"Terkonfirmasi lima puluh ribu pasukan musuh telah di bunuh tuan." Lapor Tiger.
"Bagus kalian bekerja dengan baik, beristirahat lah dulu." Ucap David.
"Baik tuan!" Jawab Tiger.
"Siap jendral!" Jawab seluruh pasukan.
...
Pagi hari
Camp Merkulov
"Tidak ada serangan susulan setelah perang semalam." Ucap David melihat segala laporan yang telah tertulis di dokumen di atas meja nya.
"Tim Saber juga telah memantau dan memastikan tidak ada pasukan Demon dalam jarak dua puluh kilometer di luar Camp tuan." Ucap Virinda.
"Hmm apa ini? Panggil Lily sebentar." David menemukan hal yang harus ia bahas mengenai laporan hasil penelitian Lily.
"Baik tuan." Virinda segera memanggil Lily menggunakan alat komunikasi sihir yang ada.
Lima menit kemudian
"Ada apa tuan David?" Bertanya Lily saat memasuki tenda David.
"Mengenai laporan mu ini bisa kau jelas kan lebih rinci lagi?" Ucap David memperlihatkan setumpuk kertas hasil laporan Lily.
"Yang mana yang ingin tuan tanyakan?" Lily bertanya balik untuk bisa menjelaskan lebih rinci karena jika menjelaskan semua hasil nya itu akan sangat merepotkan.
"Tanah di sini, apa maksud mu berbeda dengan tanah yang ada di benua Gardarik." Tunjuk David pada kertas dengan perbandingan yang jauh.