
Bengkel Forts
Ban mobil nya sendiri mengguanakan karet yang sudah diperkuat oleh sihir tapi tetap berbeda dengan dibumi dimana dibumi menggunakan angin untuk mengisinya yang membuatnya lebih nyaman saat berkendara tapi disini hanya ada karet yang melapisi seluruh besi ban.
Memiliki enam roda dengan bentuk yang mirip truk tapi tidak menggunakan kaca dan hanya menggunakan besi yang memiliki lubang didepannya.
Sedangkan milik David hanya dapat menampung enam orang dengan bentuk seperti mobil tentara pada umumnya yang hanya memiliki empat roda. Mobil mereka juga bahkan lebih kuat sepuluh kali lipat dari pada tank meskipun besinya lebih tipis karena tingkatnya berada ditingkat epic.
"Semua mekanisnya sesuai dengan sketsa ternyata kamu bisa mengerjakannya dengan baik." Puji David saat masuk dan mencoba memutar stir yang mana bekerja dengan baik tapi mobil ini memiliki kecepatan tergantung mana yang dialirkan dan hanya memiliki persenaling mundur dan maju.
"Aku sudah sering melihat sketsamu jadi sudah terbiasa dengan caramu menulis." Forts berbangga diri.
"Kalau begitu bisa kau tarik ini keluar." David tidak tahu cara menyetir mobil jadi meminta Forts untuk menariknya biar dia nanti yang belajar sendiri.
"O-oh baiklah." Forts tanpa bertanya mendorong mobil tersebut untuk keluar dan berada dijalurnya.
David mulai mengalirkann mananya untuk menjalankan mobil tapi ntah dia kepintaran, terlalu hebat terlalu bodoh mana yang dia alirkan membuat mobil langsung melaju kebelakang dengan cepat.
Bom!...
"Haha kau tidak tahu jika aliran manaku terlalu besar untuk mobil ini." David hanya tertawa canggung saat menabrakkan mobilnya kedinding tapi tidak ada masalah tergores atau apapun.
"Baiklah coba kita maju kan." David mengganti perseneling yaitu mengarah maju.
"Pelan pelang." David mengalirkan mananya secara perlahan dan mobil pun akhirnya bergerak dengan cukup baik.
David menggerakkan mobil dengan hati hati dan perlahan dia mulai menguasainya dimana dia mulai mengendarai mobil tersebut berkeliling lapangan.
"Tidak sesulit yang aku pikirkan." David keluar dan membanting pintunya.
"Bagaimana?" Bertanya Forts.
"Ini cukup bagus jika berada dikecepatan penuh kuperkirakan dapat melaju dikecepatan dua ratus kilo meter perjam." Ucap David memukul mukul mobilnya.
"Baiklah aku hanya perlu membuat lima unit lagi maka proyek selesai." Forts cukup lega mendengarnya.
"Semangat kalau begitu, aku akan mencari tiga puluh prajurit yang memiliki pengendakian mana tinggi untuk dilatih menggunakan mobil." David melangkah pergi.
Keesokan harinya David memilih tiga puluh prajurit yang memiliki class mage untuk dilatih mengemudi karena merekalah yang memiliki pengendalian mana tertinggi.
David cukup mudah dalam mengajari mereka karena mereka bisa memahami apa yang cara kerja mobil dengan cepat dan hanya perlu waktu tiga hari saja mereka sudah dapat mengendalikan seluruh badan mobil termasuk cara mengeluarkansenjata dan lainnya.
Keseharian David berikutnya hanya menemani Astein atau pergi ketempat latihan Ndutcchi yang terus menantang Death kenight bertarung bersama Merly.
Ini cukup membuat David merasa nyaman dimana hari harinya satu bulan ini sangatlah damai tanpa masalah yang cukup berarti.
Saat David dan Merly sedang berada diarena latihan melihat Ndutcchi dan Death Knight bertarung Teador tiba tiba datang ntah dari mana.
"Ada apa Teador?" Bertanya David saat melihat wajah Teador yang ditekuk ribuan kali.
"Tuan sepertinya nona Astein akan melahirkan tuan." Lapor Teador memberi tahu David dimana dia juga ditugaskan bersama Lousi untuk menjaga
Astein.
Syuth..
Tanpa perlu berkata lagi David langsung menghilang dari tempatnya diausul oleh Merly sampai didepan kamar Astein dan sudah terlihat Erik disana sedang berdiri.
"Bagaimana keadaan Astein?" Bertanya David panik dimana usia kehamilan Astein barulah delapan bulan dan belum cukup sembilan bulan sudah mendapat kabar akan melahirkan.
"Tenanglah David, Aslein sedang berada didalam bersama beberapa bidan jadi kamu jangan mengganggu." Erik berkata sambil menahan David untuk masuk.
"B-baiklah." David mundur tapi suara teriakan Astein yang sepsrti sedang berusaha menahan sesuatu terdengar jelas dan hampir saja David menerobos masuk jika Erik tidak menahannya lagi.
"Tenanglah bocah." Erik pun juga khawatir.
"Maaf." Kembali David menenangkan diri dan berharap Astein baik baik saja.
"Selamat tuan Dark yang terhormat, anak anda laki laki." Berkata Aslein bermaksud sedikit bercanda dengan David meskipun sekarang dia juga sedang terharu atas kelahiran cucu pertamanya.
"Astein bagaimana keadaanmu?" Bertanya David saat melihat Astein lemas ditempat dengan darah dibagian bawahnya meskipun sudah ditutup.
"Aku baik baik saja David, bagaimana anak kita?" Bertanya kembali Astein dengan suara lirih.
"Bayi kamu laki laki Astein sebaiknya kamu beri nama." Aslein menidurkan bayi Astein disamping Astein dan masih terus merengek.
"Hm ntah kenapa aku merasa dia lebih mirip Astein dari pada kau bocah." Berkata Erik mengusap dagunya.
"Kau jangan cari gara gara pak tua." David memberi peringatan sebentar sebelum berlutut disamping ranjang Astein dan mengelus bayinya dengan perlahan dan penuh kasih.
"Menurutmu nama apa yang bagus David." Bertanya Astein dengan suara lirih.
"Dia adalah anak pertamaku bersamamu jadi akan kuberi nama Dastein Von Dark." Ucap David mencium kepala anaknya.
David dapat merasakan sebuah jantung kecil yang memompa darah anaknya dan sebuah Core yang memompa mana kegelapan dan mana emas suci yang membuat tubuh bayi tersebut sedikit kewalahan menampungnya.
"Itu nama yang bagus." Astein pun merasakan ada yang salah dengan anaknya tapi tetap tersenyum atas kelahirnnya.
"Sepertinya aku harus mengorbankan skill regenerasiku untuk tetap mempertahankan tubuh bayi kita." Ucap David kecil setelah berdiskusi dengan sistem begitu lama.
"Apa maksudmu David?" Bertanya Astein. Aslein dan Erik juga sedikit bingung.
"Kelak anakku akan menjadi kesatri terhebat tentu memiliki kekuatan yang besar hari ini sebagai ayahnya aku akan menghadiahinya dengan skill regenerasi alchemits untuk membuatnya semakin kuat." David mengalirkan mana dan pemahaman skill regenerasi nya pada tubuh Dastain.
'Apakah anda yakin ingin memimndahkan skill anda?' Bertanya sistem.
'Aku memiliki skill regenerasi dari berbagai monster, hanya mengorbankan skill regenerasi ini saja tentu tidak akan menjadi masalah, lakukan!' David menyetujui.
'Memulai proses ... 10% 30% 50% 70% 90% 99% 100% ... proses selesai' saat proses selesai Dastein langsung tertidur.
"Sebuah mana yang bertentangan berada dalam tubuh Dastein tentu harus ada yang menetralkan keduanya." David menarik kembali tangannya.
"Hm sepertinya cucuku akan lebih hebat dari pada menantuku." Erik berbangg diri dan mengelus kepala cucunya.
"Diam kau pak tua." David sedikit emosi karena momennya diganggu.
"Sudahlah kalian nikmati waktu kalian aku dan Erik akan keluar dulu" Aslein mendorong suaminya keluar.
"Benar benar mirip." Merly mendekat dan memandangi wajah Dastein dengan teliti.
"Siapa?" David bertanya atas mirip siapakah anaknya ini.
"Kak Astein." Singkat Merly menjawab tapi itu membuat David agak sakit hati dimana semua orang mengatakan jika anak laki lakinya mirip istrinya.
"Sudahlah sepertinya Astein ingin istirahat."
David segera meminta beberapa pelayan dan Bidan tadi untuk mengurus sisanya termasuk membersihkan kamar Asteinsementara dia tetap dikamar menemaninya karena kemungkinan seminggu lagi dia harus berangkat.
"Kalau begitu Merly juga akan keluar." Merly pamit pergi.
'Tugas Virinda dan Selartain juga sudah selesai sepertonya aku tidak perlu membawa Merly saat perjalanan kekerajaan suci nantinya.' Batin David.
Hari hari terus berlanjut dimana David terus menemani Astein dan melayaninya karena ibu hamil sangat susah untuk diurus tapi David memilih untuk mengurusnya sendiri selama satu kinggu ini.
Hari keberangkatan David akhirnya tiba dimana dia sudah menyiapkan tiga ratus tentara yang siap dan David sengaja menggunakan banyak tentara untuk menunjukkan kesungguhanya dalam misi ini.
...----------------...
Follow
IG : Razaatmaja03
Info lengkap silahkan masuk kegrup.