Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 100, The Mission Completion


Ruang bawah tanah


"Jika kau ingin mengabdi pagaku maka aku sendirilah yang akan membunuhmu karena tidak ingin ada orang yang mengkhianati tuan David jadi sebaiknya kamu lebih menghormati tuan Alfa." Berkata Teador menasehati Lousi karena dia tidak ingin membunuhnya.


"Kalau itu yang dikatakan tuan Teador maka apapun itu maka Lousi akan mematuhinya." Lousi mencium pipi Teador.


"Kita pulang." Walaupun sudah tua tapi Teador sedikit merasakan kehangatan dari perempuan satu ini.


"Baik." Lousi membiarkan Teador menggenggam tangannya.


Setelah itu Teador juga diam diam membunuh bangsawan Rubbis dan membunuh semua bawahannya yang setia.


Selartain dan Virinda juga mengerjakan misinya dengan baik setelah membunuh semua anggota Guild assassin dan mengambil data serta harta mereka, Selartain dan Virinda segera menuju kekediaman Rubbis untuk menguras habis uangnya karena mereka percaya jika Teador tidak akan melakukannya.


Selama seminggu keributan terjadi dikota itu karena matinya salah satu bangsawan tanpa sebab karena semua saksi mata telah dihilangkan ingatannya oleh Selartain dan sekarang mereka jadi gila. Selama satu minggu pula mereka terus membersihakan semua yang dapat mengancam mereka dimasa depan dari pihak Guild assassin dan Rubbis.


***********


{TL note : mulai dari sini kita akan menggunakan nama David dan Virinda kembali guys berbahagialah.}


Mansion Selartain.


"Semua telah kita bersihkan dikota ini tinggal para assassin diromulus empire saja yang belum." David membaca laporannya.


"Benar tuan dan kami juga telah mempunyai seluruh data orang dan markas serta kekuasaan mereka diRomulus empire tuan jadi kami bisa memusnahkan mereka semua begitu kembali." Ucap Virinda.


"Baiklah kamu akan mengurus mereka bersama Selartain dan bawahanmu juga rebut semua kekuasaan mereka ... maslah laporan pada raja serahkan pada yang lain kita juga haru melaporkannya sebelum dianggap membunuh rakyat baisa tapi aku yakin araj artur sudah mengetahui semua ini." Alfa memberi misi pada Virinda dan Selartain.


"Baik Tuan!" Jawab mereka berdua.


"Misi kalian hanya satu bulan setelah itu segera kembali! ... kita tidak memiliki urusan apa apa lagi disini jadi kita pulang saja Gate!" Alfa membuka gerbang teleportasi.


Mereka semua masuk kegerbang teleportasi termasuk Lousi dan keluar tepat di Devil Forest perbatasan kota Dragkolli tapi David tentu saja sudah membuka semua perlengkapan Armornya dan hanya menggunakan nubah hitam seperti biasanya.


David segera berjalan memimpin tapi karena tidak ingin mengundang banyak perhatian warga jadi mereka segera meggunakan kecepatan mereka untuk sampai didalam mansion.


Mansion Lord kota Dragkolli


David langsung masuk kedalam mansion dan segera mengetahui jika yang ada didalam mansion hanya ada Merly dan Astein serta beberapa pelayan yang bekerja dimansion sedangkan anggota yang lainnya tidak ada.


Saat David masuk dia sudah tidak menyembunyikan hawa keberadaanya lagi saat melihat Astein sedang duduk dibangku taman sedangkan Merly bermain dengan racunya dan Scochi.


David segera menyuruh yang lainya pergi karena dia ingin menjumpai istrinya serta tunangan kecilnya.


David perlahan berjalan mendekat memeluk dari belakang, Astein tidak terkejut sama sekali saat David memeluknya dari belakang bangku taman dan hanya terus mengelus Perutnya.


"Apa kau tidak merindukanku Astein?" David berjalan dan duduk didekat Astein.


"Kau terlalu lama David." Berkata Astein tanpa menoleh pada David dan masih terus memandangi taman dimana Merly bermain.


"Kalau begitu suamimu ini akan meminta maaf jadi apa yang kau ingin suamimu ini berikan untukmu." David memeluk membiarkan Astein bersandar dibahunya.


"Rambut mu semakin panjang David." Astein menarik poni David yang panjangnya sudah mencapai dagunya.


"Aku tidak punya waktu untuk mengurusnya Astein." Tersenyum David atas sebuah alasan.


"Apa sekarang kamu sudah bisa tenang?" Bertanya Astein tentang misi David dimana pastinya David tidak akan tenang sebelum menghabisi semua orang yang mengancamnya dan orang terdekatnya.


"Ya tunggu sebentar lagi Vironda dan Selartain akan mengurus sisanya." Berkata David.


"Selartain?" Bertanay Astein mendongak melihat wajah David yang sudah tertutup oleh rambut karrna selalu ditariknya.


"Baiklah ... apa kau tidak ingin menemui Merly?" Bertanya Astein.


"Dia sudah menyadari keberadaanku tapi dia tidak menghampiriku ... haih sepertinya menurut Merli Poison lebih penting dari pada aku." Berkata David atas sebuah keluhan.


"Dia sedang mendapatkan mainan baru dari Moar." Berkata Astein untuk menghibur David.


"Oh dimana Moar mendapatkan racun baru untuk Merly?" Bertanya David karena merasa tidak mungkin Moar mendapatkannya dipulau racun karena seluruh racun disana sudah Merly temui setiap jrnisnya jadi jika menemukan jenis baru hanya itu yang bisa membuat Merly tertarik bahkan melupakan David.


"Moar mendapatkannya saat sedang mencari jejak raja hutan dikedalam Devil Forest." Jawab Astein.


"Raja hutan? Apa itu?" David merasa tertarik.


"Akhir akhir ini raja hutan selalu memimpin ribuan tikus untuk menyerbu perkebunan warga sehingga membuat banyak keluhan jadi yang lainnya pergi memeriksanya sayangnya raja hutan ini sangat pintar semua tim pencari tidak dapat menemukannya sedangkan mereka selalu menyerang dengan ribuan tikus ditempat penjagaan kurang juga sering lewat bawah tanah." Jelas Astein menghembuskan nafas.


"Sepertinya ini menarik bahkan Moar dan bawahan Virinda tidak dapat menemukannya." David merasa tertarik dengan siapa sebenarnya raja hutan ini sampai bisa mengecoh seluruh pasukannya yang sudah hampir mencapai level dua ratus dengan para anggota guild yang sudah lebih dari dua ratus.


"Eh Astein kamu mau kemana?" Bertanya David saat melihat Astein berdiri dan ingin ikut berdiri tapi ditahan oleh Astein.


"Duduklah sepertinya kamu juga tidak terlalu suka dengan gaya rambutmu." Berkata Astein mengelus dan merapikan rambut David.


"Baiklah tolong diperbaiki sesukamu." David membiarkan dan menutup matanya merasakan elusan lembut tangan Astein.


"Aku akan memotongnya." Astein mengeluarkan gunting dan mulai memotong rambut David.


"Jangan sampai botak loh Astein." Berkata David dimana dia tidak ingin kepalanya botak.


"Kenapa?" Bertanya Astein walaupun dia tidak berniat membitak David.


"Merly akan meracuniku hingga berambut lumut jika botak sama seperti seorang petualang botak malang yang pernah diracuninya hingga rambutnya panjang sampai kaki bagaikan lumut." Keluh David saat mengingat kejadian tersebut.


"Baiklah aku akan membuatmu lebih tampan dari pada si botak." Astein masih terus memotong rambut David.


Mereka berdua terus bercanda saat sedang memotong rambut David. Setelah beberapa menit akhirnya selesai.


"Bahkan janggut yang mulai tumbuh kamu potong." David menyentuh dagunya yang sudah halus serta rambutnya yang sudah kembali seperti awal dia datang kedunia ini tapi hanya saja warnanya berbeda.


"Mungkin Merly yang akan membakar janggutmu jika aku tidak memotngnya." Astein menyimpan gunting dan pisau cukurnya.


"Sepertinya alat yang tadi kamu gunakan adalah tingkat Mythic." Tebak David walaupun dia sudah tahu.


"Yah aku meminta Forts membuatnya khusus untuk suamiku karena aku tahu suamiku tidak tahu cara mengurus diri sendiri." Astein kembali duduk.


"Baiklah memang istri yang pintar." David mengelus kepala Astein sejenak sebelum mencium perutnya yang sudah membengkak.


"Hampir delapan bulan." Berkata Astein.


"Ya." Singkat David mengiyakan sambil memasang telingnya diperut Astein.


...****************...


(Sudah mencapai chapter 100 tapi entah apa yang dipikirkan para pembaca sampai vote pun sangat pelit T^T ayolah author pun butuh motivasi untuk melanjutkan karya temen temen.


Setidaknya author tetap berterima kasih buat kalian yang udah semangatin author lewat komentar. thank you bwaaanget!.)


...----------------...


Alfa_RZ : beberapa pembaca berkomentar mengenai masalah nama pet David yaitu seekor serigala dengan nama Wolf, memang namanya terkesan aneh karena hanya beda bahasa saja jadi mulai dari sini kita akan memanggil wolf dengan sebutan wolff haha, beda dikit!