Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 180, Senjata Suami


Ruang kerja David


"Ini tugas yang sulit untuk Lily tuan." Ucap Lily yang langsung keberatan secara terang terangan.


Lily adalah tipe wanita yang sangat pemalu terhadap orang yang baru saja ia temui tapi Lily juga memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain.


"Aku serahkan padamu Lily." Tapi David seakan tidak mendengarkan keluhan Lily dan hanya memberikannya jempol sambil tersenyum lebar.


"Uwaa.. benar benar gawat." Air mata Lily terus keluar karena karena ini adalah misi dari David tapi Lily sangat malu untuk bertemu dengan orang asing. "Tapi ini perintah dari tuan, aku harus melakukannya." Ucap Lily tiba tiba menetapkan tekadnya.


"Cepat banget berubahnya." Gumam David melihat Lily keluar dari ruangannya dengan penuh semangat.


David kembali melemparkan tubuhnya keatas kursi kerjanya dengan pose yang sangat santai atau membuang lelah.


"Hanya dengan dua hari saja aku sudah menyelesaikan lima puluh persen pekerjaan, lima puluh persen sisanya kuserahkan saja pada mereka." Ucap David menyeruput tehnya. "Maaf Forts, tapi kau harus bekerja lebih giat lagi." Sambung David meskipun yang akan mengerjakan proyek yang belum diselesaikan Gal dan Gel adalah para Dwarf dan bukan Forts.


"Bukankah suami sudah mendapatkan hari malasnya? Kenapa harus berjuang lagi?" Tanya Merly yang tiba tiba masuk membawa keranjang kue.


Entah kenapa Merly sejak setelah menikah panggilannya terhadap David berubah dari yang awalnya memanggil David dengan sebutan kakak sekarang berubah menjadi suami, David juga tidak menanyakan alasanya karena tidak masalah dengan panggilan tersebut.


"Ini masih jauh dari kata 'hari malas' Merly, kita masih harus lebih berjuang lagi untuk mendapatkannya." Ucap David sebelum mengunyah kue yang dibawa oleh Merly. "Oh, ini bukan kamu yang buat yah." Tebak David saat merasakan kue yang dibawa Merly.


"Hehe.. itu kak Astein yang membuatnya tapi karena kak Astein harus mengurus Dastein jadi menyuruh Merly untuk mengantarnya pada suami." Ucap Merly mengetuk kepalanya.


"Ah.. sepertinya Astein sangat kesulitan yah." Ucap David melanjutkan kunyahannya.


"Dastein juga semakin lincah bahkan Scochi saja hampir kewalahan saat bermain dengan Dastein." Sambung Merly.


"Bagaimana dengan si hamster?" Tanya David.


"Oh Ndutchi kah, dia sibuk latihan dengan Death Knight." Jawab Merly.


"Si gendut hamster sangat menghormati kesatria, dia sangat bagus jika dibiarkan bermain dengan Dastein." Ucap David memikirkan hal menarik.


"Haa... punya anak sangat enak yah." Entah dari mana pula pikiran Merly tiba tiba tembus kesana.


"Hmm..." David sedikit tidak nyaman karena Merly tidak terlalu mengerti dengan hal seperti itu.


"Merly sudah menanyakannya pada kak Astein bagaimana cara memiliki bayi." Ucap Merly.


"A-apa jawabannya?" Tanya David merasa aneh.


"Katanya senjata milik suami akan menusuk lubang Merly dan rasanya sangat nyaman, bukankah seharusnya sakit?" Jawab Merly balas bertanya.


"Apa Astein mengatakan hal lain?" David bertanya balik.


"Katanya, Merly akan memiliki bayi setelah melakukannya, apa segampang itu?"


"Ya.. ini bisa dibilang gampang juga tapi bisa dibilang sulit juga.. bagaimana ya.." David sedikit kesulitan dalam menjelaskannya.


"Kalau begitu, Merly siap ditusuk oleh senjata suami kapan saja!" Ucap Merly tegas.


"Ek- sebaiknya Astein tidak memprovokasi Merly." Ucap David menggeleng.


"Ada apa suami?" Tanya Merly.


"Tidak apa apa, aku hanya ingin istirahat sebentar." Ucap David berjalan kearah sofa sebelum membaringkan tubuhnya.


"Ha? Suami tertidur!" Teriak Merly saat David berbaring dan hanya perlu waktu satu detik saja sebelum David tertidur sepenuhnya. "Sudahlah, biarkan suami istirahat saja." Ucap Merly sebelum berjalan keluar dari ruangan.


...


Setiap hari David terus mengurung diri diruang kerjanya dan memantau setiap informasi setiap serangan iblis yang ada, yang membuat David tertarik sekarang adalah kerajaan monster yang tiba tiba berdiri tepat diperbatasan tiga kerajaan.


David sebenarnya berencana untuk melihatnya secara langsung tapi Holytrit Empire sudah siap memusnahkan kerajaan tersebut sehingga David lebih memilih untuk melihat hasilnya terlebih dahulu.


Dari informasi yang David dapatkan, Holytrit Empire menunda penyerangan akibat sebuah alasan yang tidak David ketahui.


Meskipun begitu David dapat menebaknya setelah melihat setiap informasi dua kerajaan lainnya yang juga dekat dengan kerajaan monster atau kota monster tersebut.


Tembok yang setinggi lima puluh meter dan mengelilingi kota monster yang didalamnya belum diketahui ada apa tiba tiba memiliki tembok kedua bagian luar dengan tinggi yang sama, informasi ini didapatkan dari Fertiland Empire yang terus memantau kota monster tersebut.


"Ini memang sangat membingunkan, jika ingin membangun tembok untuk melindungi monster atau iblis didalamnya kenapa harus setinggi lima puluh meter? Dan kenapa mereka hanya terus membangun tembok serta kenapa mereka tidak menyerang?" David mulai menemui jalan buntu setelah melihat semua informasi yang ia terima.


Untuk sekarang yang harus paling diwaspadai adalah tembok tersebut, setelah melalui beberapa pertimbangan David juga akhirnya memilih untuk memfokuskan diri pada kota monster itu saja terlebih dahulu, tapi untuk sekarang memilih untuk tidak mengunjunginya adalah pilihan yang baik karena dia masihlah jenderal Romulus.


Ketujuh kerajaan juga sudah semakin waspada dan bersiap untuk melakukan aliansi dalam menyerang kota monster tersebut.


"Untuk sekarang lebih baik aku menuju kota pelabuhan untuk melihat kekuatan tempurku sendiri." Ucap David meninggalkan tempat duduknya.


...


Malam hari


Meja makan


"Besok kita akan berangkat kekota Green." Ucap David tiba tiba setelah menghabiskan makanannya.


"Kenapa tiba tiba? Kita baru sebulan disini." Tanya Astein.


"Ya.. sebenarnya aku ingin pergi kekota pelabuhan dan tidak mungkin aku meninggalkan kalian disini, kalian akan kembali kemansion Dark Dragon." Jawab David.


"Merly sih tidak masalah, ikut suami pun tidak ada masalah." Ucap Merly.


"Merly akan ikut kekota pelabuhan." Ucap David karena merasa akan sangat berbahaya jika otak Merly malah dicuci habis oleh Astein.


"Yey!" Merly langsung mengangkat tangannya senang yang masih memegang sendok makan.


"Sepertinya kau sedang memikirkan hal buruk tentangku." Ucap Astein yang matanya tajam menusuk kearah David.


"Su-sudah pasti tidak haha..." Segera David mengelak dan melarikan diri.


...


Setelah beberapa hari akhirnya David tiba dikota pelabuhan bersama Merly sedangkan Astein dan Dastein singgah dikota Green tepatnya mansion dark Dragon.


David memilih untuk langsung beristirahat diumahnya yang ada dikota pelabuhan dari pada mengunjungi Forts yang ada dipelabuhan Dark Dragon tepatnya diluar kota pelabuhan.


...


Pagi hari


"Selamat pagi suami." Ucap Merly saat melihat David dimeja makan dengan beberapa roti didepannya.


"Selamat pagi Merly." David membalas sebelum memakan roti lapis yang baru saja ia siapkan.


"Virinda kemana?" Bertanya Merly yang ikut duduk dan mulai memoles roti.


Biasanya Virinda yang menyiapkan makanan dan seharusnya diatas meja penuh dengan makanan laut tapi sekarang hanya ada roti sayur mentah dan daging serta selai itupun dipoles sendiri.


"Virinda sedang ada urusan lain, juga jangan terlalu merepotkan Virinda." Ucap David segera menghabiskan rotinya.


"Baiklah.." Merly membuang napas panjang.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Eko Arliansyah


-QUEEN


-Lutfan


-Gerald


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]