Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 38, Misi melawan Orc


Ntah dari mana tim Virinda mendapatkan skill Silent step yang membuatnya mudah untuk menyusup atau menyergap.


Tepat saat dua jam Dark Dragon dan Bomvlest berpisah David segera menghentikan perjalanan karena menemukan Pemukiman Orc yang berada satu kilometer dari tempatnya mengunakan Map sistem.


"Berhenti! Diarah jam 10 ada sebuah pemukiman Orc berjara 1 kilo meter dari sini, aku belum bisa memastikan jumlah mereka tapi bersiaplah kita akan segera bertempur" ucap David menjelaskan situasi.


"Baik!" Semuanya segera mempercepat laju kuda mereka menuju pemukiman tersebut.


Setelah bergegas beberapa menit akhirnya mereka tiba didekat pemukiman orc tersebut, yang terlihat hanya beberapa tenda bolong bolong yang terbuat dari berbagai kulit binatang atau dedaunan dan beberapa orc berkeliaran menjaga pemukiman.


"Ada yang aneh.. Moar!" David merasa aneh saat melihat pemukiman itu sedikit teratur dan memutuskan untuk tetap bersembunyi didalam hutan dan mengirim Assasint mengintai terlebih dahulu walau dia tahu letak posisi para orc itu dan Beberapa manusia didalam tapi David tidak tahu apa yang terjadi.


Moar dan para Assasint langsung mengerti dan bergegas masuk menggunakan skill mereka agar tidak ketahuan, walau level para monster ini tinggi tapi mereka tetaplah monster yang tidak peka terhadap sekitar kecuali bau dan Moar bukan orang bodoh yang akan menyebarkan baunya pastinya dia memiliki cara sendiri untuk menyamarkan bau.


'Bagaimana dia tau kalau ada pemukiman Orc disini? Aku tidak pernah melihatnya mengirim hewan spirit atau burung spirit untuk mengintai daerah sekitar' Utusan dari Guild Bomvlest mulai berpikir kenapa David bisa mengetahui tempat pemukiman Orc yang berjarak 1 kilo meter dengan levelnya yang masih 50 an.


"Tuan apa yang akan kita lakukan dengan pemukiman ini?" Bertanya sang utusan Guild Bomvlest.


"Rika kita tunggu laporan dari Moar lalu kita memutuskan untuk bergerak" ucap David menyebut nama utusan itu yang memang bernama Rika.


"Baik" Rika pun mengerti dan tetap mengintai daerah sekitar.


"Tuan" Virinda tiba tiba datang disebelah David tanpa disadari oleh Rika.


"Bagaiman?" Tanya David.


"Didalam sana selain Para orc teratur seperti diarahkan oleh sesuatu dan beberapa manusia yang sepertinya adalah warga desa yang mereka tangkap untuk dijadikan makanan tidak ada hal lain yang aneh.. tuan Moar tetap tinggal didalam bersama saudara saya untuk menjaga para tahanan manusia, sedangkan untuk jumlah dan level mereka, jumlahnya adalah 50 orc dengan level 50 hingga 65 sedangkan pemimpinya berlevel 70" lapor Virinda.


"Baik.. dengar semuanya! Sesuai dengan laporan yang disampaikan Virinda, itu pasti sudah bisa menjelaskan situasi didalam sana jadi Tiger dan Bord buat keributan didepan pemukiman untuk


memancing mereka keluar"


"Ahrul Merly dan Scochi tetap disini pastikan untuk memberikan mereka Efek Poisoned slow,"


"Setelah kalian tidak mampu untuk menahanya segera berlari kedalam hutan, disini Lily akan membantu kalian menggunakan skill nya untuk menambah efek slow mereka"


"Saat itu gunakan semua kekuatan kalian untuk mengurangi jumlah orc, aku akan membersihkan beberapa yang berada dibelakang mereka, setelah itu kita dapat menggunakan Efek Kabut Racun milik Scochi untuk membantai"


"Virinda segera kembali dan beritahu Moar untuk datang saat terjadi keributan agar bisa membantu menylsaikan ini sedangkan untuk para tawanan kurasa cukup satu bawahanmu saja yang memimpin mereka mencari tempat yang aman.. sekian! maka bergerak sekarang!" David memberi perintah.


"Baik!" Semuanya segera pada posisi mereka juga Tiger dan Bord sudah maju duluan karena Bord memiliki kecepatan yang rendah.


"Rika! minum ini dan bantu mereka" David melemparkan potion penawar racun milik Scochi kepada Rika.


David mulai berlari memasuki pemukiman orc saat Tiger terus memancing Orc untuk berdatangan walau cara Bord agak konyol karena terus menghantam prisainya dengan kapak, tapi itumemang sebagian dari keahlian Tank yang memiliki pesona tersendiri untuk diserang oleh monster.


David ingin membunuh satu persatu orc paling belakang tapi malah ketahuan oleh Monster berlevel 70 yang sepertinya adalah pemimpinya.


"Merepotkan" David menangkis pedang milik orc yang entah dia dapatkan dari mana dan hanya orc yang satu ini saja lah yang memiliki pedang itupun tingkat Common, mudah bagi David untuk menghancurkanya dengan pedang tingkat epic.


Buktinya setelah berbenturan hingga beberapa kali pedang milik Orc pun hancur sedangkan David juga hanya ingin menggunakan pedang tanpa pisau untuk bertarung karena suatu saat pasti akan ada dimana dia hanya bisa menggunakan pedang jadi dia membiasakanya dari sekarang.


Saat pedangnya hancur Orc itu mulai menyerang lebih ganas dari sbelumnya juga mulai menyerang menggunakan selundupanya tapi itu mempermudah David untuk menebas lehernya karena wlaupun kepalanya keras lehernya tetap lunak.


"Belum mati juga rupanya" David melihat Orc itu mulai kembali menrjang dengan lebih ganas karena sudah terluka begitulah insting monster.


David juga agak kewalahan, bagaimanapun monster ini 20 level lebih tinggi darinya, David terus menangkis dan kadang menggunakan skil Dark sword juga melompat mundur untuk memberikan Skil Dark slash untuk mengurangi Hp milik Orc tapi tetap saja memang pertahanan nya lah yang paling susah karena selalu menggunakan tangan untuk menangkis, kesempatan David hanya datang saat dia menyerunduk David tapi sekarang sudah tidak pernah lagi.


David terus berusaha mengurangi hpnya hingga akhirnya pertarungan itu selesai dalam waktu 15 menit dan David juga menerima beberapa luka.


Saat David menoleh kearah Tiger, mereka berdua sudah berlari dan segera disambut dengan Ice strom milik Lily.


"Kerja bagus" David memuji sebentar lalu segera berlalri untuk menyusul.


"Rising Skeleton, Rising Archer, Rising Mage" David segera menegluarkan 20 skeleton jarak jauh sedangkan sisanya yang muncul secara acak adalah 5 warior, 4 mage dan 1 archer.


Seluruh skeleton itu hanya membawa staff, panah, pedang dan perisai yang terlihat terbuat dri batu tapi setajam besi.


"Benar benar Class mainan.. pokoknya serang saja!" David sempat mengeluh sembelum kembali memerinthkan untuk menyerang.


Semuanya menggunakan skil mereka termasuk Rika juga yang mulai bergabung, Ahrul berada diatas pohon terus menembak Merly yang berada dibawahmya bersama Scochi menunghu waktu mengeluarkan Kabut beracun.


Para skeleton juga menyerang menggunakan panah dan bebrapa sihir mirip Fire boll tapi berwarna hitam setidaknya mereka masih bis amembantu mengurangi Damage walau terkadang meleset dan hampir mengenai Bord yang memang Adalah Tank dan selalu memancing untuk menerima seluruh Damage.


"Tuan! Skeleton anda merepotkan saya!" Keluh Bord.


"Tahan lah sebentar lagi!" David balas berteriak dan juga meras kasihan kepada Skeleton Wariornya karena hanya mammpu menerima lima kali serangan dari orc dan mati.


Saat efek slow mulai menghilang Scochi segera menyebarkan kabut beracun kembali yang membuat Para monster mengalami efek Slow termasuk Rika yang akhirnya malah terkena serangan.


"Rika kenapa kau tidak meminummnya?!" Teriak David menghampiri Rika karena serangan tadi cukup vatal terhadap Rika.


"Maaf aku melupakanya" Rika meminta maaf.


"Minum ini" David membantu Rika meminum potion dan anti poison.