
Disuatu gurun yang dipenuhi oleh Lava panas terlihat sebuah sosok bersayap yang sangatlah tinggi dan besar, dipunggungnya terdapat sosok bertanduk yang menungganginya membawa pedang besar ditangannya.
Jelas terlihat bahwa sosok naga yang sangat besar tersebut sedang ditunggangi oleh ras Demon tertinggi yaitu Demon Emperor, mereka berdua tampak melawan suatu sosok keberadaan yang tidak akan pernah bisa dikalahkan.
Saat Demon tersebut mengayungkan pedangnya jelas energinya dapat membelah satu planet menjadi dua namun dihadapan sosok yang ia lawan tersebut seakan tidak ada apa panya.
"Sial kenapa makhluk bedebah ini selalu menghalangi jalanku!" Teriak raja iblis tersebut sembari menjauh dari sosok yang ia lawan.
"Kau terlalu sombong untuk seekor iblis pemangsa, di hadapanku kau tidak lebih dari seekor nyamuk." Ucap sosok tersebut menggelegar keseluruh alam.
"Sial! Sial sial...!!" Raja iblis tersebut kembali maju dan menyerang berkali kali.
"Betapa bodohnya kamu ini Beelzebub." Setelah sosok tersebut menyebut nama raja iblis itu bersamaan pula ia mengeluarkan kekuatan yang sangat besar dan melenyapkan raja iblis didepannya bersama naganya.
Namun tanpa sosok tersebut sadari, raja iblis Beelzebub sudah mempersiapkan skill reinkarnasi dan meninggalkan jiwa dan skillnya didalam Naganya yang akhirnya tulang naga tersebut tidak hancur dan tetap utuh.
Beelzebub berharap suatu hari nanti ia akan menemukan tubuh yang cocok untuk mewarisi skill dan dendamnya.
...
Pagi hari
Mansion Dark Dragon.
"Apa itu tadi?" David tanpa sadar telah terduduk di tempat tidurnya setelah mengalami mimpi yang sangat aneh dimana ia melihat pertarungan dua kekuatan yang sangat besar.
"Ada apa David.. Hoaa...m." karena sentakan David membuat Astein terbangun.
"Bukan apa apa, aku hanya bermimpi buruk." David bangkit dari tempat tidur dan berjalan mengambil segelas air yang ada dimeja tepat didekat tempat tidurnya namun jelas itu hanya tinggal setengah jelas.
"Itu punyaku." Ucap Astein masih mengucek matanya dalam keadaan berantakan dimana sebelah piamanya turun dan memperlihatkan salah satu mochinya.
"Gluk.. ah maaf ini sudah habis." Ucap David saat melihat gelas ditangannya telah kosong.
"Tidak masalah aku akan meminta Lousi untuk membawakannya lagi nanti." Astein yang masih setengah tidur berjalan sempoyongan kekamar mandi. "Aku mandi dulu." Sambung Astein membuka pintu kamar mandi.
"Baiklah." David tersenyum melihat tingkah lucu Astein dipagi hari sebelum berbalik dan membelai rambut halus milik Dastein.
"Emm hm." Sedikit Dastein bergerak membuat David terkejut dan segera melepaskan tangannya dari kepala Dastein.
'Ahh sepertinya pagi Dastein tidak ingin diganggu.' Batin David sebelum menyusul Astein dikamar mandi.
...
Kota tempat Dwarf
"Yah aku telah membaca surat tuan David namun saat ini aku masih sibuk dengan pekerjaanku." Ucap Kihai yang mengangkat palunya.
"Aku juga tidak terlalu sibuk dan tugasku dipelabuhan telah diambil alih oleh perajurit jadi kurasa aku luang sekarang." Ucap Forts yang juga telah membaca surat dari David.
"Maaf aku tidak bisa bergabung." Ucap Kihai.
"Tidak masalah Kihai, untuk pembuatan itemnya nanti juga pasti diserahkan padamu untuk hasil maksimalnya." Ucap Forts.
"Yah jika itu merupakan item yang menarik maka aku akan membuatnya." Kihai selalu bersemangat akan sebuah penemuan baru.
"Baiklah dengan ini Divisi sihir dan Divisi persediaan senjata resmi bergabung." Ucap Lily menutup kedua tangannya.
...
Setelah surat panggilan dari raja beredar yang berisikan tentang pemanggilan pahlawan yang akan diadakan satu bulan lagi, tentu beberapa bangsawan yang mengharapkan hal tersebut langsung mengungkapkan berita itu pada warga hingga banyak orang yang mengetahuinya dan datang ke ibu kota kerajaan berharap dapat melihat sosok pahlawan tersebut.
Berbagai persiapan dilakukan oleh setiap petinggi kerajaan termasuk memberikan keamanan tertinggi untuk kotanya karena mereka akan meninggalkan kota mereka.
Meskipun ada beberapa bangsawan yang lebih mementingkan menjaga kota disaat keritis seperti ini dan memilih untuk tetap tinggal dari pada menghadiri pemanggilan pahlawan namun tampaknya raja Artur tidak terlalu memikirkannya karena diakhir surat tertulis jelas bahwa mereka dapat datang atau tidak terserah pada mereka.
David juga tentu termasuk salah satu petinggi kerajaan yang bersiap dengan penuh karena tentu David tidak ingin sementara ia diluar dan kotanya dibelakang diserang oleh bandit atau monster, meskipun begitu kota David tetap dalam keadaan penjagaan penuh sehingga David tidak terlalu repot meningkatkan penjagaan.
Meskipun perajurit David terbilang banyak untuk bangsawan tingkat jendral baron namun hampir tujuh puluh persen selalu berada diluar wilayah melakukan misi perajurit seperti ekspedisi hutan, Raid dungeon, membasmi pemberontak, menghabisi bandit, pengawalan bangsawan dan lain lain.
Beberapa perajurit David sering gugur dalam misi berbahaya yang merka ambil namun David telah menegaskan dari awal bahwa mereka adalah perajurit dan jika ingin terus menjadi perajurit maka suatu saat mereka pasti akan mati.
Tentu beberapa misi berbahaya yang mereka kerjakan akan mendapatkan konpensasi dari pemberi kisi pada pemilik perajurit yaitu David namun David sama sekali tidak menerimanya melainkan mengalihkan konpensasi tersebut pada keluarga perajurit dan memberikan konpensasi tambahan.
Tidak terasa Magiccarry Empire telah mengirim mana dua minggu sebelum hari pemanggilan pahlawan menggunakan item penyimpanan energi mana tersendiri yang dikirim menggunakan gerbang telepirtasi sendiri oleh ratu Vexana menuju setiap kerajaan.
Saat David masih ingin menikmati hari santainya bersama Dastein David harus segera datang keistana kerajaan karena David sangat penasaran dengan sihir pemanggilan pahlawan yang belum sempat ia pelajari di Magiccary Empire terlebih David ingin memastikan langsung bagaimana sosok pahlawan tersebut.
...
Dragkolli City
"Seperti yang saya jelaskan kemarin, saya telah mendapatkan undangan dari raja Artur untuk menghadiri ritual pemanggilan pahlawan jadi saya memilih kalian sebagai pengawalku kali ini." Ucap David yang telah menunjuk Tiger dan Virinda.
"Saya senang tuan David memilih saya." Ucap Tiger tersenyum karena dia juga sajgat ingin hadir keritual tersebut.
"Untuk yang lain saya sangat minta maaf karena kali ini kalian harus memastikan keamanan kota secara ketat, mungkin ada beberapa orang yang akan memanfaatkan. Keadaan ini dan merusak kota kita." Ucap David meskipun meminta maaf David sama sekali tidak menunduk untuk mempertahankan martabatnya.
"Tidak masalah tuan, saya akan memastikan kota ini aman seperti biasanya." Ucap Bord mantap.
"Lagi pula ada Moar disini yang akan melenyapkan seluruh penyusup." Ucap Ahrul menunjuk kearah Moar yang dari tadi bersandar didinding dengan diam.
"Baiklah sepertinya aku bisa meninggalkan kota ini dengan aman." Mengangguk David.
"Selamat jalan tuan." Ucap semuanya saat David Virinda dan Tiger telah masuk kedalam mobil.
Yang menyetir adalah Tiger sementara David dan Virinda kursi berada dibelakang, mereka akan menjemput Erik Lugard dan istrinya sementara David juga tentu harus mengajak Astein dalam pertemuan para bangsawan ini sehingga mereka akan singga diGreen Luck City.