Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 112, Ayahnya Baj*ngan


Kota Dragkolli.


Begitu rombongan David memasuki gerbang kota satu prajurit yang berjaga gerbang segera meneriakkan kata sambutan untuk David.


Beberapa warga mulai berkerumun dipinggir jalan kota menyambut kedatangan David dengan penuh hormat.


Sebenarnya saat David melewati Vulgata Town juga beberapa warga memang menunjukkan hormat tapi tidak


sedalam warga Dragkolli.


David mulai memperlambat laju mobilnya untuk menerima sambutan para warga. Mobil David segera menuju kemansionnya sedangkan truk pada prajurit berbelok menuju barak militer.


"Sepertinya kamu cukup populer disini." Putri Arfenit menimpali Putri Arfenit sudah terbiasa dengan penghormatan seperti ini hanya saja suasanannya yang berbeda dimana


penghormatan para warga lebih terasa hangat dari pada saat dia berada dikota kerajaan dan semua orang bersujud padanya.


"Kebaikan selalu mendapatkan balasan putri." David cukup sombong untuk hal ini.


"Aku kira kau hanya tau keuntungan." Ejek putri Arfenit.


"..." David terdiam karena memang apa yang dikatakan putri Arfenit setengahnya benar.


Begitu mobli David masuk kedalam halaman mansion, Astein sudah terlihat disana menggendong Dastein bersama ibunya didepan pintu menyambut David karena pastinya Erik sedang sibuk menangani kekacauan perang diwilayahnya sehingga dia tidak ada disini.


David segera turun dari mobil disusul yang lain dan perlahan David berjalan dan yang pertama dia cium tangannya adalah Astein sebelum mengecup lembut kening Dastein.


"Putraku sekaran sudah berumur satu bulan dan kelak dia akan menjadi pahlawan yang mengalahkan raja iblis." David sedikit bergurau.


"Aku berharap anakku tidak membahaykan dirinya hanya untuk mengikuti ayahnya yang seorang jendral." Astein pula menganggap itu serius dan sedikit marah dengan David.


"Semua laki laki begitu Astein bahkan ayahmu pun ingin kau menjadi kesatria saat kau lahir." Ibu Astein menimpali.


"Halo putri Astein." Putri Arfenit menyapa.


"Selamat siang putri." Astein sedikit membungkuk bersama Aslein.


"Haha kita teman lama Astein tidak perlu terlalu formal. " Putri Arfenit tiba tiba mendekat pada Astein dan mengusap lembut kepala Dastein.


"Dewi Arteri memberkatimu." Putri Arfenit memberikan berkat sebelum memicingkan matanya dan sedikit berpikir. "...mm bayimu memang sangat mirip denganmu Astein siapa namanya?" Bertanya putri Arfenit dan malah membuat David seperti terkena hantaman oalu karena lagi lagi orang yang melihat anaknya selalu mengatakan mirip Astein.


"Dastein Von Dark." Astein menjawab dan memang dilihat keduanya seperti sangat akrab.


"Namanya bagus tapi \=_\='." Sekilas putri Arfenit melirik kearah David. "Ayahnya baj*ngan." Putri Arfenit menghina David dengan suara kecil tapi jelas itu dapat terdengan ditelinga David.


Puft!..


Semuanya hampir tertawa termasuk Astein dan Aslein kecuali bawahan David.


"Maaf kalau sifat saya kurang menyenangkan bagi tuan putri yang terhormat tapi setidaknya jangan membiarkan anak saya mendengar itu." David berusaha menekan kekesalannya dengan mengepalkan tangannya dan jelas terukir beberapa urat diwajahnya.


David hanya mengikuti saja hingga kemeja makan dengan berbagai makanan yang sudah siap diatasnya bagaikan mereka sudah siap menyambut kedatangan David karena mungkin memang ada yang menyampaikan kedatangan David dari kota pelabuhan melewati surat burung yang jelas lebih cepat dari mobil David.


"Nah silahkan duduk putri." Aslein mempersilahkan putri Arfenit untuk duduk.


Meskipun sudah ada aturan bangsawan yang menertibkan tata krama makan yaitu bangsawan biasanya tidak akan berbicara saat makan tapi putri Arfenit malah kebanyakan bercerita dan bercanda bersama Astein saat sedang makan bahkan David yang selalu diam sering menjadi sasaran empuk untuk dijadikan becandaan.


Makan siang tersebut berlangsung lama walaupun lancar dan seger a David memilih untuk kembali kekamarnya untuk beristirahat lebih tepatnya menenangkan pikirannya setelah perjalanan panjang karena biarpun tubuhnya bisa bertahan selama satu tahun tanpa tidur tapi tetap saja mentalnya harus tetap diistirahatkan.


Putri Arfenit sendiri ntah dia memiliki stamina ganda atau apa yang jelasnya sekarang dia malah sibuk membantu Astein mengurus Dastein sedangkan Merly sendiri yang biasanya paling aktif langsung beristirahat bahkan dia melewati makan siang bersama.


Virinda tidak usah ditanya lagi karena dia sudah menghilang bersama bawahannya tidak tahu pergi beristirahat atau nagapain.


Yang jelasnya Virinda biasanya selalu akan menetapkan satu bawahanya untuk berjaga didekat David selama dia beristirahata dan mereka selalu bergiliran tapi selama Virinda bangun maka dia akan selalu berada didekat David.


Sebagai seorang assassin tentu memang memiliki stamina yang cukup tapi juga merupakan job yang paling cepat menhabiskan stamina jadi selama mereka memiliki waktu istirahat maka mereka akan menggunakannya.


Bahkan saat malam dan ingin tidur pun mereka berlima selalu berganti jaga didekat David mencegah hal lain yang akan mengganggu tuannya bahkan sekarang saat ingin beristirahat David dapat merasakan keberadaan salah satu bawahan Virinda diluar kamarnya.


Saat malam hari David tetap bangun untuk makan malam setelah membangunkan Merly kar ena besok dia harus kembali sibuk untuk mengurus berbagai keluhan warga yang mungkin ada beberapa lagi yang terkena masalah karena berapa penjaga kota sedang ada dikota pelabuhan selama satu bulan.


Seindah apapun kota tersebut pasti tetap akan ada dunia gelapnya dimana pasti akan ada beberapa kriminal yang mungkin memiliki moto tersendiri untuk melawan aturan pemerintah, selain mengurus itu David juga harus mempersiapkan kebutuhan perang yang mungkin akan segera berlangsung jadi mau ada keluhan atau tidak tetap dia harus sibuk.


Keesokan hari


Ruang kerja David


"Sungguh warga yang perhatian, mereka bahkan tidak memiliki keluhan sama sekali." David membolak balik kertas dan hanya ada beberapa laporan hasil panen saja.


Ntah itu warga tidak ingin merepotkan pengurus kota untuk mengurus mereka karena tahu jika para prajurit sedang berada dikota pelabuhan untuk menahan musuh atau memang para kiriminal yang tidak bereaksi karena masih mencintai kota David tidak berpikir lagi karena masih banyak kerjaan yang harus dia selesaikan.


Butuh waktu seharian untuk David memeriksa semua laporan yang menumpuk walaupun dibantu oleh seorang wali kota sementara yang akan mengurus berkas selama Tiger tidak ada tapi tentu beberapa berkas penting yang menumpuk selama satu bulan ini tidak berani dia memutuskannya sehingga menunggu petinggi kota yang asli.


"Ck aku lebih memilih bertempur selama satu minggu tanpa beristirahat dari pada harus mengurus berkas kota seperti ini."


David memijat keningnya saat semua berkas


sudah selesai termasuk lapiran pembuatan senjata dan penggunaan senjata juga pengeluaran uang dan ingot besi dari gudang serta pemasukan uang dalam sebulan.


David juga menardetkan lima ratus truk jadi segera menulis surat perintah baru untuk Forts merekrut beberapa blacksmith untuk membantunya.


David juga memesan banyak kuda untuk membangun pasukan kalaveri karena meskipun truk sangat bagus tapi ada bebrapa medan yang tidak dapat mereka lalui seperti hutan yang memiliki ketebalan pohon.


David juga menyuruh Forts untuk membuat benteng darurat yaitu sebuah benteng baja dimana itu dapat dibawah kemedan perang dan akan berfungsi sebagai benteng pertahanan yang memiliki lubang untuk tombak atau panah.


Tentu untuk mengumpulkan blacksmith handal akan sangat susah. David berencana untuk mengajukan proyek ini pada raja dan membantunya mengirim beberapa blacsmith kerajaan sebagai hadiah dari menjemput putrinya.


Sebenarnya David yakin raja akan dengan mudah menyiapkan blacksmith handal dan berbagai bahan untuk membuat alat perang David dika David ingin menyetujui untuk membiarkan prajurit kerajaan menggunakan senjata meraka tapi sayangnya David tidak akan menyetujui hal itu.