Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 148, Stella Von Vermilion.


Kamar ibu Stella


Tok tok tok!


Sebuah suara ketukan pintu terdengar diluar.


"Siapa!?" Tanya Stella.


"Tuan David saya datang atas panggilan anda." Suara Lily terdengar dari balik pintu.


"Masuklah Lily." Ucap David mempersilahkan.


Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang perempuan cantik berambut biru yang mulai berubah warna menjadi es. "Permisi tuan." Ucao Lily setelah memasuki ruangan meskipun pandangnnya sempat tertuju pada ibu Stella tapi segera dia fokus pada David.


"Stella." Ucap David memanggil.


"Bagaimana?" Stella berharap ada sesuatu yang membaik dari ibunya.


"Ibumu terkena dampak kutukan iblis." Ucap David mengatakan kondisi ibu Stella.


"Kutukan iblis!?" Stella terkejut.


"hanya iblis sendiri yang dapat mencabutnya atau menariknya." Jelas David untuk penyembuhannya.


"Lalu bagaimana caranya agar iblis dapat menariknya?" Ucap Stella panik.


"Puteri Arfenit yang memiliki class God Healing juga bisa membersihkannya." Ucap David untuk saran lain.


"Kalau begitu kita harus membawa ibunda kekerajaan." Ucap Stella yang terburu buru.


"Sayangnya sebelum sampai dikerajaan aku yakin ibumu sudah kering." Ucap David atas kenyataannya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Stella benar benar panik.


"Tenanglah Stella. Aku sudah menghentikan penyebaran kutukannya jadi mungkin bisa bertahan hingga satu dua tahun jika ibumu terus dirawat dengan baik." Ucap David menjelaskan.


"Fiuhh kalau begitu ibunda masih dapat tertolong." Ucap Stella sedikit bernapas lega.


"Lily tolong kamu gunakan skill heal untuk meningkatkan sedikit kekuatannya." Ucap David.


"Baik tuan." Lily mengikuti perintah.


Skill heal Lily setara dengan potion kelas atas milik David, tapi David memilih untuk menggunakan Lily sebagai healer dari pada potionnya karena beberapa alasan tertentu termasuk potionnya yang merupakan tingkat tinggi sampai sekarang masih sangat sulit ditemukan tapi David dapat membuatnya dengan mudah.


"Heal!" Ucap Lily setelah membaca beberapa mantra sihir yang dapat memperkuat sihir penyembuhannya.


Perlahan wajah ibu Stella semakin membaik dan kondisi tubuhnya pun terlihat lebih baik dari pada sebelumnya dimana ibu Stella langsung tertidur, tapi tetap saja beberapa bintik hitamnya masih sulit dihilangkan.


"Maaf tuan David, saya hanya bisa melakukannya sampai disini saja." Ucap Lily meminta maaf.


"Itu cukup." Mengangguk David lalu mengelus rambut Lily.


Lily cukup menikmati elusan David.


"Terima kasih telah membantu ibuku." Tapi Stella datang dan mengganggu Lily yang sedang menikmati elusan tangan David yang akhirnya David menghentikan elusannya.


"Tidak apa apa nona, aku hanya mengikuti perintah saja." Ucap Lily yang menkeankan setiap kata katanya dan terlihat jelas dia sedang marah.


"Apa ada yang salah dengan saya nona?" Bertanya Stella yang merasa dimusuhi disini.


"Bukan apa apa." Tapi Lily masih terlihat marah.


"Apa kau datang bulan Lily?" Bertanya David karena biasanya jika Astein datang bulan maka sifatnya akan seperti ini.


"A-a-aku, ... saya permisi tuan!" Cepat Luly kabur karena merasa malu saat David menebaknya dengan benar.


"Eh? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?" Bertanya David menunjuk wajahnya.


"Tentu saja, kau ini." Stella pun habis pikir dengan David.


"... apa kau datang bulan Stella?" David akhirnya mencobanya lagi pada Stella.


"Ha." David semakin bingung.


Setelah kebingungan begitu lama dan berbincang beberapa hal tentang rencana selanjutnya, David segera pamit dimana Stella mengantarnya kesebuah kamar yang cukup luas untuk David beristirahat.


...


Keesokan hari Pagi hari


Ruang rapat


"Jadi sudah jelas, kalian akan membagi perajurit menjadi dua kelompok yang dipimpin oleh Tiger dan Ahrul, termasuk para perajurit veteran yang akan dibagi menjadi dua, penyerangan kali ini hanya untuk merebut beberapa kota kecil saja, jika kalian merasa tidak sanggup melawannya maka segera mundur, aku tidak ingin ada korban disini, kalian harus mendapatkan kemenangan mutlak." Jelas David menegaskan.


"Mengerti jendral!" Ucap kelima pemimpin pasukan David serentak.


"Bergerak sekarang!"


Rapat selesai dan semuanya langsung mengambil alih setiap tugas mereka masing masing, Tiger dan Bord akan memimpin sebagian perajurit sebagiannya lagi akan dipimpin oleh Ahrul, Lily dan Moar.


Kota yang akan mereka tuju hanyalah beberapa kota kecil saja, karena kelompok perajurit juga kali ini dibagi menjadi kelompok kecil sehingga David tidak ingin mengambil resiko dengan mengirim mereka kekota besar yang memiliki monster tingkat tinggi.


David masih tidak bergerak untuk meninggalkan kota karena masih berusaha untuk memastikan keadaan dan memikirkan rencana secara baik baik, walaupun David sudah sedikit memahami garis besar masalahnya tapi, informasi masih kurang, David hanya bisa benar benar memastikannya saat Virinda dan Selartain selesai menyelidikinya.


Berjalan David kehalaman belakang mansion diamana tempat teraebut sudah dikosongkan oleh Stella karena David memintanya.


"Baiklah sepertinya sudah tidak ada orang disini." Ucap David mengarahkan tangannya kedepan.


"Demon Vampir!" Ucap David kemudian sebuah rune sihir berbentuk lingkaran dengan warnah dara pekat didepan David yang seakan rune tersebut terus dialiri oleh darah.


"Selartain aku memanggilmu." Ucap David tenang kemudian muncul sesosok perempuan berambut putih mata merah dengan gaun merah memberi hormat layaknya puteri bangsawan terbentuk perlahan oleh darah disekeliling rune.


"Selartain memenuhi panggilan tuan." Ucap Selartain masih memberi hormat.


"Aku ingin kau melakukan tugas." Ucap David memyambut Selartain walaupun hanya dengan kata kata saja.


"Selartain setia apapun perintah tuan. Hihihi..." seperti biasa Selartain terus tertawa cekikikan saat akan menerima perintah.


David kemudian menjelaskan misi Selartain dimana ia harus mencari portal tenpat iblis atau monster keluar dikawasan kota keluarga Vermilion maupun diluar kawasan.


"Selartain menerima perintah tuan, perintah akan Selartain laksanakan hihihi.." ucap Selartain tersenyum sebelum menghilang dikabut darah.


"Sekarang, ... apa yang biasa dilakukan hero dalam novel disaat seperti ini?" Ucap David mengarahkan pandangannya kelangit yang sudah cerah.


"Rising Death Knight." Ucap David memanggil death knight dimana sepuluh kesatria kematian langsung muncul melalui rune sihir disekeliling David. "Awasi seluruh kota, jangan biarkan ada monster ataupun iblis yang masuk!" Perintah David.


Mengangguk para Death Knight sebelum mulai berpencar. Sementara David segera berjalan memasuki mansion untuk memikirkan rencana selanjutnya.


...


Ruang kerja mansion lord kota pengungsian


"David! Aku mendengar kau mengirim perajuritmu untuk mengambil alih kembali beberapa kota, kenapa kau tidak memberitahuku?" Ucap Stella yang tiba tiba muncul diruang kerja, Stella bertanya seperti itu karena dari tadi pagi dia terus berada ditempat ibunya.


"Ya aku mengriminya, kenapa kau bertanay begitu, ini adalah misiku jadi aku harus menyelesaikannya dengan cepat, kau tidak ada didalam misi jadi kau bukan bagian dari misi sehingga tidak perlu kuberitahukan bukan?" Ucap David menjelaskan secara terus terang.


"Iya tapi masalah kali ini yang tertimpa adalah wilayah kekuasaan keluargaku, kau seharusnya memberitahuku terlebih dahulu agar aku bisa mengirim perajurit dan akupun bisa membantu!." Stella agak geram dengan pola pikir David.


"Dengan perajuritmu yang terluka?" Bertanya David menyudutkan Stella.


"Memang iya tapi masih ada beberapa yang dapat bergerak, aku juga bisa membantu jika kau memberitahuku, setidaknya percayalah padaku sedikit." Ucap Stella mengecilkan suaranya dimana tadi berteriak teriak.


"Stella." Ucap David yang tiba tiba serius.


"Apa?" Bertanya Stella saat melihat raut wajah David dan auranya yang agak berbeda dari sebelumnya.


...----------------...


buat yang ingin lihat ilustrasi novel Another VR World Accident silahkan lihat diinstagram saya saja @Rezaatmaja03 atau kalian bisa cari dengan nama @reza_atmaja03 itu akunnya sama aja.


disana penjelasan karakter serta asal usulnya lengkap guys.