Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 39, Pasukan Wolf


"Mundurlah untuk beristirahat sebentar, lukamu cukup parah, akan segera sembuh jika kamu meminum ini lagi" David memberikan dua potion kelas 2 kepada Rika dan segera pergi untuk membantai Orc dengan menyerang titik vital Mereka diikuti oleh Moar dan Virinda.


Semua persenjataan guild Dark Dragon sudah ditaburi dengan Poison slow jadi setelah efek kabut Scochi hilang Moar Virinda dan bawahannya hanya perlu menyayat untuk meracuni mereka saja yang hanya tinggal 20 ekor orc.


Sedangkan David dan yang lainya bertugas untuk membunuh mereka terutama Merly dan Ahrul sebagai damage dealer.


Hanya perlu 10 menit saja untuk membantai habis semua orc tersebut dan segera dikumpilkan mayatnya karena pastinya akan sangat berguna untuk dijual maupun yang lain sedangkan untuk Drop item otomatis masuk keinfertori David walaupun didunia ini Drop item hanya ditemukan didalam Dungeon tapi David beda cerita karena memiliki siste Infertori.


Setelah membersekan semua kekacauan juga para tahanan sudah aman, mereka mulai memberikan mereka roti kering yang sudah disiapkan lebih awal sebagai perbekalan jika menemukan tawanan seperti ini.


Dari sekian banyak okrang yang paling terkejut adalah Rika karena melihat bahwa semua anggota Dark Dragon dapat meningkatkan level mereka dengan cepat juga, semuanya memiliki cincin penyimpanan berkelas bangsawan.


'Apa mereka sekaya itu? Tapi anggota mereka hanya sedikit, dari mana mereka mengumpulkan sumber daya?' Pikir Rika.


Saat mereka istirahat tiba tiba datang sekelompok besar pasukan Silver Fang Wolf yang berjumlah seratus dengan dipimpin oleh Serigala berbulu hitam yang paling besar, sekelompok serigala itu berlari memotong hutan menuju kearah Tampat peristirahatan mereka.


Tujuh tawanan yang sudah dibebaskan mulai ketakutan dan Rika segera mengeluarkan pedangnya dan berlari kearah para tawanan untuk melindungi mereka termasuk Virinda dan tiga bawahanya sudah mengeluarkan pusau tapi segera dihentikan oleh Moar.


"Apa yang kalian lakukan?! Lindungi warga!" Teriak Rika mulai panik dan bingung saat melihat para anggota Dark Dragon hanya meliriknya sebentar dan kembali melanjutkan istirahat.


"Eh? Gawat apa mereka ini buta, bisa bisa kita menjadi santapan serigala, walau level mereka lebih rendah dari orc tapi mereka jauh lebih pintar dalam meyergap saat berkelompok" Rika benar benar panik.


Rika mulai bersiap untuk melancarkan serangan saat para serigala itu berhenti didekat mereka dan dia tambah bingung lagi saat pemimpin serigala berubah menjadi seukuran anjing dan berjalan kearah David dan beristirahat pula didekatnya yang mana malah dijadikan bantal oleh David, saat itulah para serigala yang mengikutinya juga mulai mencari pohon yang rindang dan beristirahat.


"Apa yang terjadi?" Ucap Rika merasa malu dengan wajah memerah karena dia sudah tahu apa yang telah dia lakukan sangat memalukan.


"Jangan terlalu dipikirkan Dark wolf itu adalah hewan spirit milik tuan" ucap Tiger menghampiri Rika.


"Ah baik aku sudah tau, dari awal aku hanya berekting haha- hahaha" Rika tiba tiba tertawa aneh dengan segera memasukkan kembali pedangnya.


"Kalian beristirahatlah lima menit lagi kita akan menuju ketempat selanjutnya, Wolf sudah memberitahuku semua lokasi sarang milik orc termasuk pemukiman mereka yang berjumblah 1.000 yang dimaksud tuan Earl" David memberikan mereka waktu.


"Baik tuan" Tiger segera kembali untuk beristirahat dan meminum potion.


'Mereka bahkan menganggap potion sebegai minuman biasa' pikir Rika.


Sekarang Wolf sudah mencapai level 45 dengan bawahanya yang memiliki Level 25 hingga 40 tapi yang ikut adalah para serigala berlevel 30 keatas dan dari laporan Wolf, masih ada sekitar 50 serigala yang berjaga disarang mereka.


Untuk Masalah sarang sendiri, David sengaja tidak mengunjunginya katena masih ada Rika yang berstatus sebagai anggota Guild Bomvlest, dan alasan mengapa para assasin milik Earl Lugard tidak menemukan sarang Wolf karena mereka berada digua bawah tanah.


"Tuan David saya menerima surat dari burung elang milik tuan Mark yang katanya akan sampai di tempat pemukiman terbesar milik Orc siang besok" ucap Rika tiba tiba datang.


"Oh mereka sepertinya sudah menandai lokasi perburuan mereka dan waktu tepat mereka akan menyelsaikanya, baiklah aku akan mengrim kan pesan kepada mereka bahwa kita akan bertemu disana siang besok" jelas David yang memang sudah memperkirakan rutenya dan waktunya untuk selesai jyga sudah memperkirakan rute milik Mark melalu informasi Wolf.


"Baik tuan" Rika segera meninggalkan David.


'Sistem.. segera aktifkan Voice Chat dengan bawahan Virinda yang ada Diguild Bomvlest.


'Mengaktifkan Voice Chat... ... berhasil terhubung'


'Terima kasih sistem'


'Apa kau mendengarku?' Tanya David kepada bawahan Virinda.


'Em ah e tu-tuan David rupany.. ah.. em..' ntah kenapa David mendengarh suara aneh dari balik sana.


'Sistem apa kau tidak salah orang?' Tanya David.


'Tidak' singkat dan jelas.


'Ah- A-ada apa tuan? Mm..' tanya bawahan Virinda dari balik sana masih dengan suara aneh.


'-_- ada apa denganmu?' Tanya David


'Saya sedang Buang air disungai tuan mm- dan bab saya tidak lancar.. em.. ah' jawabnya plus tidak lama sebuah suara pret ntah datang dari mana.


'Apa kau makan sesuatu?' Tanya David.


'Saya tidak apa apa tuan mm..'


'Tidak apa apa? Tapi jelas apa apa.. sudahlah cepat selsaikan itu juga minum lah potion untuk segera membantumu agar tidak mejadi beban disana' ucap David


'Saya melupakanya tuan' mungkin inilah kenapa Virinda mengirinya kesana, mungkin karena tidak ingin menjadi beban disini.


'Baik tuan' suaranya sudah membaik mungkin dia sudah meminum potion.


David segera mematikan Voice chat nya dan melihat statusnya untuk mengatur beberapa statistik.


"Status"


[Satatus


Nama : David


Exp : 565/570


Level : 56


Hp : 56.000/56.000


Mp : 56.000/56.000


Job : Warior


Class : Necromancer, Dark Knight, Alchemist (Lv 13)


Title : (Slime slayer)(Goblin Slayer)(Black spider slayer).


Skill poin : 18


Str : 60 +5


Agi : 40 +5


Int : 20 +2


Dex : 34 +6


Perlawanan Elemen


Api : 10


Air : 30


Udara : 10


Tanah : 40


Petir : 10


Es : 20


Cahaya : 5


Kegelapan : 100 ]


"Dengan ini selesai"


"Baik semuanya berkumpul waktu istirahat habis" Ucap David.


"Kita akan melanjutkan perjalanan ada lima sarang orc lagi yang perlu kita ratakan"


"Kita akan berkumpul dengan Guild bomvlest besok siang karena mereka masih harus memberaihkan 10 sarang lagi jadi mungkin kita akan menunggunya disana"


"Para tawanan akan dibawa oleh beberapa serigala kesarang mereka, disana mereka akan aman, sekian kit akan lenjut kesarang berikutnya" David mengakhiri pidato singkatnya dan segera bergegas.


Para warga pada awalnya memang tidak ingin ikut dengan Wolff tapi karena David malas menjelaskan dan meyakinkan mereka, David pun meminta Virinda untuk meyakinkan mereka, tapi ntah apa lagi yang dibuat oleh Virinda hingga membuat para Warga takut dan berangkat bersama lima kawanan serigala abenar benar seperti tidak ada pilihan lain.


"Virinda apa yang kau lakukan pada mereka?" Tanya David saat melihat warga mulai berjalan menjauh dengan lima serigala berlevel 40 yang mengawal.


"Meyakinkan mereka tuan" tapi Virinda menjawab dengan mengacungkan jempol kearah bawahanya sambil memegang pisau dengan mata berbinar mirip pisikopat.


"Aku benar benar salah meminta kamu meyakinkan mereka" kali ini David salah karena malah meminta Virindi untuk meyakinkan warga atau lebih tepatnya mengancam warga, ini dapat memperburuk nama guildnya.