
Keesokan harinya
Setelah beristirahat semalaman dan David juga telah mengatur sebaik mungkin rencana penyerangannya saat menerima informasi lebih lanjut dari pada assassin.
Perajurit segera diberangkatkan kekota besar yang tidak jauh dari ibu kota tersebut.
"Benteng kota telah terlihat tuan, maju selangkah pasti para monster sudah mengetahui keberadaan kita." Ucap Tiger saat David memberhentikan perajurit.
"Suruh tim kedua untuk memutar jangan sampai terlihat oleh monster diluar tembok maupun diatas tembok." Ucap David mulai mengintruksi.
"Baik tuan,, ... tim dua! Maju!" Ucap Tiger memberi perintah sambil tangannya memberikan kode untuk memutar.
Hampir separuh perajurit langsung berpencar dimana diantara mereka ada beberapa pengguna pedang biasa yang dapat melaju dengan cepat serta pengguna panah biasa atau Archer bersek.
Dua tim perajurit terbentuk dikedua sisi kota dan siap untuk memyerang saat diberi perintah.
"Tim satu maju untuk menyerang." Ucap David.
"Tim satu! Serang!!" Teriak Tiger mengintruksikan.
Segera Absolut Tank maju dengan dibelakang mereka terdapat para pengguna pedang besar atau Tank Destroyer serta mage dibelakang mereka yang berjalan sesuai barisan yang memiliki tim kecil untuk membuat celah tempat penyerang dari archer busur silang atau pengguna Crossbow.
Roarrr!!
Berteriak monster yang melihat keberadaan para perajurit yang mulai maju dan memperingati semua monster yang lain.
Tapi mereka tidak lagi berlari memyerang dan malah membuat pertahanan kecil dengan berbaris bahkan beberapa monster tipe penyerang jarak jauh berada diatas tembok kota.
"Serang!!" Teriak Lily memimpin para Mage.
"Ice Srom!!!"
Sebuah badai es yang super dingin langsung melanda pasukan monster yang membuat beberapa dari mereka membeku juga beberapa dari mereka yang menjadi lambat karena tidak dapat bergerak bebas.
"Ice Cube!!!"
Disusul dengan berbagai bongkahan batu es besar yang berjatuhan diseluruh wilayah monster dan mengakibatkan beberapa dari mereka mengalami stun bahkan mati.
"Lightning Arrow!"
Shut! shut! shut!
Hujan panah menyusul yang menumbangkan banyak monster yang membuat para monster marah dan tidak lagi menggunakan peratahanan yang kemudian mulai menyerang.
Roaarrr!!
Berbagai serangan elemen dari monster jarak jauh segera meluncur dan berhamburan kearah para perajurit.
Swoshh cttarrr!!
"Weaken Shield!"
Bong!!
Cepat semua tanker membentuk barisan pertahanan mereka untuk menahan serangan jarak jauh dari monster maupun monster yang mulai menabrakkan diri mereka baik itu yang memiliki senjata maupun yang tidak.
Selain menahan monster, semua perisai transparan yang menghalangi monster juga akan melemahkan pertahanan monster atau langsung menghilangkannya.
"Stone Spike!!!"
Begitu pedang para perajurit pengguna pedang besar mengayungkan pedang mereka kearah tanah secara vertikal yang langsung mengeluarkan batu berduri diarea depang mereka.
Beberapa monster langsung kehilangan nyawa tapi ada juga yang masih gidup dengan efek stun yang sangat lama karena batu batu tersebut menahan pergerakan mereka.
"Serang!!" Teriak Tiger begitu monster area depan tidak bisa membebaskan diri.
Semua perajurit tim dua yang berpencar tadi segera menyerang area belakang monster atau monster jarak jauh seperti goblin mage atau monster tipa serangan jarak jauh lainnya.
Sedangkan tim satu langsung menyerang dari depang yang mulai menghabisi banyak monster dengan ganas.
Perlahan jumlah monster luar kota mulai menurun dan habis karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik.
Pare mage selalu memberikan debuft yang dapat menghambat maupun menjatuhkan monster, saat jumlah mereka terus berkurang gerbang kota akhirnya terbuka dan langsung menghamburkan banyak monster.
Sayangnya itu semua telah diantisipasi sehingga begitu monster keluar dari gerbang sebuah serangan sihir ledakan yang besarpun juga menyambut mereka.
"Cannon Spear!"
Sebuah serangan tombak berapi langsung menerjang dan meledakkan para monster dalam sekali serang tapi para monster tidak berhenti disitu karena rombongan monster dari dalam kota terus keluar melewati gerbang kota.
"Tanker! Segera bentuk formasi! Swordman segera bersiap untuk memberikan damage dealer!" Teriak Tiger mengarahkan s3mua perajurit kearah gerbang.
"Siap! Komandan!!"
"Archer dan Mage segera bersiap memberikan bantuan!" Teriak Tiger.
"Siap! Komandan!!"
"Thour Aura!!" Berteriak para tanker yang mengeluarkan skillnya dan mampun mengambil alih aggro monster sekaligus menahan serangan mereka.
Roarr!!...!
Graa!!...
Semua monster segera berlari kearah para perajurit khususnya para tank yang berperan penting dalam menahan serangan.
Segera berbagai buff pertahanan dari para mage untuk membantu tank menahan serangan segera diaterapkan.
"Sword Slash!"
Sreet!!..!
Disusul oleh tebasan pedang dan berbagai skill berpedang yang diterapkan oleh para swordman untuk mengeliminasi para monster yang mendekat.
Walaupun begitu tetap saja level monster sedikit lebih tinggi hingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk menghavisi semuanya, serangan kali ini juga mengakibatkan banyak korban luka parah yang segera dilarikan keunit belakang untuk disembuhkan oleh para mage tipe suport atau healing.
Setelah sekian lama akhirnya monster yang keluar dari gerbang telah berhenti dan berhasil dikalahkan, tapi sebuah sesuatu langsung melemparkan para perajurit yang ada dibarisan depan.
Roarrr...!!!
"Akh!!"
"Mundur!!" Teriak Tiger saat melihat Bahemot berlevel dua ratus lima puluh yang tiba tiba datang dan melemparkan para perajurit.
"Tiger, kaubisa menanganinnya?" Bertanya David memastikan.
"Kami tidak bisa selalu bergantung pada tuan." Tolak Tiger akan bantuan David untuk saat ini.
"Levelnya kali ini lebih tinggi, meskipun jika level kalian sama tapi bahemot dapat bersaing dengan seseorang berlevel lima puluh diatasnya." Ucap David memperingatkan.
"Tenang saja tuan, jika kami berlima pasti tidak akan mengecewakan tuan." Ucap Lily yang tiba tiba datang.
"Baiklah, terserah kalian saja." David akhirnya menyerahkan bahemot ini pada kelima komandan pasukannya, meskipun sebenarnya David dari awal pun sudah yakin mereka dapat menanganinya.
"..." Tiger dan yang lainnya segera berlari kearah Bahemot tersebut.
Beberapa menit kemudian.
"Aku kira dia kuat sampai tuanpun memberikan peringatan." Ucap Lily yang agak jengkel karena tidak mendapatkan terlalu banyak bagian damage hingga bahemot mati.
"Jangan terlalu berbangga, kita menang bukan berarti kita sudah kuat." Tiger mengingatkan adiknnya.
"Tapi tetap saja, aku bahkan tidak terlaku banyak membantu tadi." Tapi Lily masih jengkel.
"Kau sangat membantu Bord dalam memberikab buff pertahanan untuk mningkatkan energi shield Bord atau melemahkan monster." Ucap Tiger yang mencoba untuk menenanngkan adiknya yang sedari tadi menendang nendang tubuh bahemot yang sudah mati.
"Meskipun begitu kita masih tetap saja terluka." Ahrul sedikit mengeluh karena dia sempat dilemparkan hingga dua kali oleh Bahemot tadi.
Tapi keempat rekannya memandanngnya aneh saat Ahrul mengatakan hal tersebut karena sekarang Ahrul sedang dilirik datar tapi tidak nyaman untuk dirasakan.
"A-ada apa?" Ahrul bertanya karena merasa tidak nyaman saat dipandangi dengan pandanngan aneh.
"Apa dia serius mengatakan kita terluka?" Bertanya Bord kepada yang lainnya sambil menunjuk kearah Ahrul seakan Ahrul adalah orang lain.
"Dia terluka karena dia sendiri." Moar menjawab.
"Dia terlalu ceroboh." Lily ikut ikutan.
"Terlalu barbar." Bord kembali menambahkan.
"Yang jelas jangan terlalu bergantung pada diri sendiri saat dalam tim, cobalah untuk bekerja sama." Tambah Tiger dengan nasihatnya.
"Baiklah.." lemas Ahrul menjawab.
Swosh..
"Tuan memanggil kalian." Ucap Virinda yang tiba tiba datang dari sekumpulan kabut yang perlahan berubah menjadi seorang Maid.
...----------------...
buat yang ingin lihat ilustrasi novel Another VR World Accident silahkan lihat diinstagram saya saja @Rezaatmaja03 atau kalian bisa cari dengan nama @reza_atmaja03 itu akunnya sama aja.
disana penjelasan karakter serta asal usulnya lengkap guys.
guys kalian kemarin baru aja dapat kartu Vote gratis kan? yah gunakanlah untuk Vote novel ini biar gue lebih tambah semangatnya, besok gue mau up perhari nih makanya vote yah.