Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 255, Kesepakatan


Markas Merkulov


Ruang pertemuan


"Apa ini?" Bertanya David menunjuk cincin yang berada di atas meja.


"Silahkan di lihat tuan Dark." Ucap Bfeen.


"Virinda." David menyuruh Virinda untuk mengecek nya.


"Baik tuan." Virinda kemudian mengambil cincin tersebut dan mengeluarkan item yang ada di dalam nya.


[Wood Ygdrasil (Damaged)


Sarung pedang yang dulu di kenakan oleh raja iblis Beelzebub, terbuat dari serpihan pohon dunia Ygdrasil.]


'Meskipun ini adalah item milik raja iblis legenda tapi ini adalah item rusak dan tidak bisa lagi di gunakan, bagi seorang yang bisa melihat nilai item seperti tuan David pasti tidak akan mau menerima item ini.' Batin Lily melihat item tersebut.


"Aura nya terasa sangat kuat, ini benar benar salah satu item yang pernah di miliki oleh raja iblis Beelzebub tapi.. ini sudah rusak, kenapa aku harus menerima nya?" Bertanya David terus terang namun sebenar nya dia sangat tertarik bukan pada sejarah nya melainkan bahan nya yang berasal dari pohon Ygdrasil.


"Rusak? Tidak mungkin! Ayah bilang ini tidak akan pernah rusak." Ucap Bfeen terkejut mendengar ucapan David.


"Untuk melawan naga api membutuhkan kekuatan yang sangat besar, aku tidak mungkin mengorbankan perajurit ku hanya untuk item rusak seperti ini." Ucap David menambahkan.


"Itu..." Bfeen tidak dapat berkata apa apa.


"Maaf karena kami tidak dapat membantu setelah nona Bfeen datang jauh jauh kesini." Ucap David sedikit memancing negosiasi untuk mendapat keuntungan lebih.


Brak!


"Tolong! Tolong selamatkan desa saya! Saya akan melakukan apapun, saya akan menjadi milik anda asal kan anda menyelamatkan desa saya!" Ucap Bfen berdiri dan menggebrak meja.


"Jaga bicara mu, kau sedang berada di depan tuan David." Ucap Virinda memberi peringatan.


"Tolong, saya tidak ingin lagi melihat warga desa menjadi makanan naga api." Ucap Bfeen mengabaikan peringatan Virinda.


"Siapa yang membawa perempuan tidak tahu sopan santun ini!?" Kali ini Virinda benar benar marah sampai membuat Oliver bergidik.


"Cukup Virinda." Ucap David menghentikan Virinda sebelum berbuat lebih jauh.


"Baik tuan." Ucap Virinda menurut.


"Baik lah aku setujui kesepakatan ini tapi item ini akan tetap aku ambil." Ucap David.


"Te-terima kasih banyak tuan Dark!" Ucap Bfeen menundukkan kepala nya di atas meja saat tidak sadar sejak kapan air mata nya mengalir.


'Seperti biasa tuan David selalu kejam bahkan gadis Elf yang sudah berada di ujung tanduk pun di paksa menyerahkan segala nya, tapi aku yakin tuan David tetap akan membunuh naga api meskipun tanpa imbalan.' Batin Oliver.


"Kita lanjutkan, nona Bfeen silahkan duduk kembali." Ucap Lily menengahi.


"Baik." Bfeen kembali memperbaiki duduk nya.


"Nona Bfeen bilang naga api menyerang desa anda kan, apa kah ada penjelasan seperti apa naga api ini, kapan datang nya dan bagaimana ia menyerang desa anda?" Bertanya Lily mengambil alih.


Bfeen kemudian mulai menjelaskan kekuatan naga api dan kapan ia sering datang serta seluruh informasi yang ia tahu mengenai naga api, Lily mendapatkan banyak informasi dari Bfeen kemudian merangkum nya juga memperkirakan kekuatan naga api hingga titik serangan dan kapan akan datang meskipun Bfeen mengatakan naga api akan datang enam hari lagi.


Setelah Bfeen menjelaskan kekuatan naga api, pertemuan pun selesai.


"Baik saya sangat berterima kasih." Bfeen kembali menundukkan kepala nya.


"Terlalu cepat untuk berterima kasih nona." Ucap David memasang wajah aneh seakan penuh kecemasan saat ingin meninggalkan ruangan.


Namun David tiba tiba teringat sesuatu, bethenti dan berbalik melihat Oliver.


"Oliver, kau merusak Beta Drone kan." Ucap David mengingatkan.


"Maaf jenderal!" Ucap Oliver saat keringat tiba tiba mengalir di wajah nya.


"Kali ini ku maafkan tapi lain kali jangan asal merusak perlengkapan militer lagi." Ucap David meninggalkan ruangan.


"Di mengerti jenderal!" Ucap Oliver.


...


"Tolong kamu teliti baik baik sarung pedang itu, mungkin akan membawa kita pada kebenaran setiap dimensi yang terhubung pada pohon Ygdrasil." Ucap David menyerahkan item yang ia dapat dari Bfeen pada Lily.


"Baik tuan." Jawab Lily.


Sebagai orang yang terus meneliti dan mencari sihir dimensi sejak empat tahun lalu, David tentu mengetahui pohon Ygdrasil dari sebuh buku kuno yang pernah ia baca.


Pohon Ygdrasil menghubungkan seluruh dimensi alam semesta bahkan untuk sihir pemanggilan pahlawan yang membuka celah ke dunia lain perlu persetujuan dari pohon Ygdrasil.


"Tuan dari tadi terlihat cemas, apa kah ini sangat mengganggu tuan David?" Bertanya Lily.


"Bayang kan saja, level rata rata Elf di desa Bfeen itu sekitar tiga ratus sampai empat ratus tapi mereka masih kalah oleh Fire Dragon." Ucap David.


"Seperti nya perajurit kita tidak ada kesempatan untuk melawan naga ini tuan." Ucap Lily paham situasi.


"Jika aku mengirim perajurit sama saja aku mengirim mereka untuk mati, misi kali ini aku sendiri yang akan melakukan nya." Ucap David.


"Kami akan membantu tuan." Ucap Lily.


"Aku mengatakan aku sendiri yang akan melakukan nya, kalian masih ada pekerjaan yang lebih penting." Ucap David mengulangi ucapan nya.


"Baik tuan." Lily tentu tidak ingin membuat David marah setelah di tegur seperti itu.


"Enam hari, enam hari lagi Fire Dragon akan datang ke desa Elf, itu adalah kesempatan untuk memburu nya tanoa harus mencari keberadaan nya." Ucap David.


Lima hari kemudian berbagai pasukan pengintai di letakkan di sekeliling hutan untuk melihat dari mana naga api akan muncul, mereka akan segera di perintahkan untuk mundur saat naga api datang.


Sementara itu David berada di dalam desa untuk persiapan melawan nagai api, David tidak meminta warga desa Elf untuk mengungsi karena mungkin naga api tidak akan datang jika para Elf tidak ada di desa.


Mungkin akan terdengar kejam saat di sebut menjadikan mereka umpan tapi David tidak ingin kehilangan kesempatan ini selain itu yang akan di selamatkan adalah penduduk desa Elf maka mereka pantas melihat mayat sosok yang telah membujuh rekan mereka meskipun David tidak begitu yakin untuk menang.


Rumah kepala desa..


"E.. tuan Dark." Bgiin datang memberikan kopi pada David.


"Ada apa tuan Bgiin?" David sedang mengatur skill skill nya untuk lebih baik dalam melawan monster reptil yang dapat terbang.


"Terima kasih karena bersedia menolong suku kami tuan." Ucap Bgiin.


"Tidak perlu formal tuan Bgiin anda lebih tua dari pada saya selain itu saya belum mengalahkan naga dan meskipun saya mengalahkan nya kita sudah membuat kesepakatan jadi tidak ada yang perlu berterima kasih." Ucap David memperjalas.