
Semuanya mulai berkumpul didepan David dalam keadaan berdiri karena David juga berdiri.
"Aku akan melanjutkan misi kedua dan ketiga kita, tapi Tiger Bord Lily Ahrul dan Moar segera kembali, bantu Forst untuk mempersiapkan segala hal untuk membuat mesin serta kumpulkan lah beberapa bahan yang diperlukan Forts, jika kekurangan uang, Virinda telah menyimpan banyak uang digudang mansion yang berasal dari kapal bajak laut disana juga mungkin memiliki sesuatu yang dapat melengkapi kapal"
"Yang lain ikut aku melanjutkan misi, tidak ada yang boleh membantah ino adalah perintah!" Tegas David.
"Baik tuan" Tiger dan yang lain tidak membantah.
"Kalian kembali lah bersama serigala yang tersisa dan jaga mansion baik baik, aku tidka ingin ada tikus kecil yang masuk setelah mengetahui mansion kita memiliki keju tanpa jebakan tikus" David memberi kode.
"Mengerti tuan" mereka berlima segera kembali dengan cepat.
"Dilanti bawah mansion banyak tempat untuk mengurung tikus jadi usahakan untuk tidak membunuhnya sampai aku kembali!" Teriak David.
Naksud David dengan tikus mencuri keju tanpa ada perangkap tikus adalah para pencuri yang mengetahui dimansion David memiliki banyak harta tapi para anggotanya sedang dikabarkan pergi melakukan misi.
David sengaja memberitahu Redben dan menyebarkan berita kalau dimansion tidak ada penghuninya agar dapat memancing beberapa orang yang tidak puas dengan David.
Dengan diserahkan 500 perajurit untuk berada dibawah pimpinan Davud tentu itu membuat beberapa lord kota yang berada dibawah pimpinan Erik Lugard iri, mungkin mereka akan mengirim mata mata untuk mengawasi David maka dari itu pagi kemarin David sengaja menyebar serigala secara berkelompok.
"Kita juga harus berangkat kemungkinan kita akan sampai sore nanti jika menunggangi kuda yang ditinggalkan oleh para prajurit" ucap David
"Baik" semua menjawab.
"Astein kita berangkat" ucap David saat melihat Astein masih setengah sadar.
"Ah baik tunggu aku" Astein segera bersiap dengan cepat.
Mereka mulai mengambil kuda kuda yang ditinggalkan prajurit tapi sebelum itu David memberikan kuda itu anti poison dan Health potion untuk memastikan kesehatan kuda.
**********
Diluar gerbang kota Loyi.
"Berhenti semuanya" David mengisyaratkan untuk berhenti karena akan repot jika Astein ketahuan dan menarik perhatian penguasa, bagaimanapun mereka memiliki konflik ringan antara babgsawan yang David tidak ketahui.
"Kali ini kita akan menggunakan nama Guild untuk masuk jadi dengan begitu mungkin kita tidak perlu diperiksa satu persatu" David menjelaskan singkat karena pasti akan diperiksa satu persatu jika harus menggunakan identitas petualang.
Sedangkan alasan membawa Astein adalah karena ingin menggunakan identitasnya untuk memasuki lelang dan menggunakan nama ayahnya bagaimana pun lelang ini adalah bisnis rahasia dan hanya ada izin dari baralak tanpa campur tangan lagi.
"Astein! Tangkap ini, itu akan menjadi identitasmu kedepanya jadi peliharalah baik baik" David melemparkan emblem Guild kepada Astein agar menggunakanya sebagai identitas anggota guild.
"Baiklah" Astein msnangkapnya dan memasangnya diarmor dadanya.
Semuanya segera menggunakan Emblem guild termasuk David tapi David menggunakan Emblem anggota karena akan repot jika menggunakan identitas ketua dan mendapat masalah kedepanya.
"Ayo masuk" semuanya menuju kegerbang kota.
Mereka dapat melewati pos pemeriksaan mengunakan identitas anggota gulid dark Dragon karena dengan begitu mereka juga dapat masuk sebagai petualang.
Setelah masuk David segera menyuruh Virinda untuk mencari penginapan termewah yang menyediakan ruangan Vip dikota Loyi dan paling dekat dengan tenpat tinggal bangsawan Baralak.
Tidak perlu waktu lama Virinda kembali dengan timnya dan segera mengantar David kepenginapan termewah tapi menurut informasi dari Virinda, penginapan tersebut adalah salah satu bisnis milik keluarga Baralak dan sudah banyak putra maupun putri bangsawan yang datang kepenginapan tersebut untuk menunggu lelang dimulai.
Penginapan tenpat memesan kamar.
"Kamar Vip paling besar" David langsung memesan tanpa basa basi.
"Kamar Vip satu yang paling mewah!" Satu orang pria muda kurusdatang membawa dua pengawal berlevel delapan puluh dibelakangnya langsung menyerobot antrian didepan David.
"Apa kau tidak punya mata? Tuanku sedang memesan kamar!" Virinda maju tanpa David sadari.
"Ada apa memangnya ha? Aku ini bangsawan kalian hanya makhluk kecil berani sekali kamu memarahiku apa kamu tidak tau siapa aku? Hm tapi kalian tidak pantas mengetahuinya" sombong berbicara tapi kedua pengawalmya berusaha menghentikan.
"Tuan mereka sepertinya bukan orang biasa" berbisik salah satu pengawalnya kepadanya yang jelas tidak dapat merasakan keberadaan Virinda sat mendekat.
"Benar tuan sebaiknya jangan cari masalah" pengawalnya yang satunya pun memperingati.
"Maaf tuan kamar vipnya hanya tersisa satu" resepsionis memotong.
"Kalau begitu buat aku saja" pria kurus itu langsung mengeluarkan uang.
"Siapa yang mengijinkanmu untuk memesan kamar itu?" Virinda sudah naik pitam.
"Apa lagi yang kau mau ha?! Aku sudah melepaskanmu tapi kamu tidak ingin diampuni aku akan membunuhmu, kalian berdua beri mereka pelajaran!" Perintahnya.
Tapi kedua pelayanya sudah tidak bisa bergerak karena salah satu skill shadow yaitu skil bayangan yang dapat mengunci bayangan seseorang yang berlevel sama selama dua detik tapi yang menguncinya adalah bawahan virinda dan satu bayangan dikunci oleh dua orang.
"Apa yang kalian lakuk-ukh puft" belum selsai dia berbicara tapi satu jarum berukuran lima sentimeter sudah menancap dikakinya dari tadi dan mulai menyebabkan efek keracunan yang membuat pria itu jatuh dan mengeluarkan busa putih dari mulutnya.
David tidak bertanya lagi karena melihat hp milik orang tersebut hanya berkuranh satu kemudian bertambah kembali dengan kata lain hanya efek racun yang tidak mematikan tapi merepotkan.
"Seharusnya dia tidak mati, sudahlah jangan pedulikan dia segera pesan kamar dan kita akan beristirahat" David tidak peduli walau mungkin kedepanya akan ada masalah.
David segera membayar kamar untuk satu minggu dan mengambil kuncinya untuk segera memasuki kamar dan menyusun rencana berikutnya.
David dan semuanya menuju kelantai paling atas dimana kamar Vip mereka berada.
Setelah membuka kamar Vip disana terdapat ruang tamu dua kamar tidur dan dua kamar mandi.
"Baiklah semuanya pilih kamar kalian masing masing" David berencana untuk tidur diruang tamu tapi.
Tim Virinda langsung memilih kamar sebelah kiri, Astein dan Merly memilih kanan dan menarik David untuk ikut.
"Jadi aku harus tidur dengan kalian?" David bertanya setelah sampai didepan pintu.
"Memangnya kak David berencana tidur dimana?" Merly bertanya.
"Kau tidak berencana tidur diruang tamu bukan? Kita ini tunangan David jangan menghindariku dan waktu itu kamau bilang menyukaiku" kapan? Tapi David tidak ingin membantah Astein.
"Baik aku ikut kalian saja, tapi sebelum beristirahat semuanya berkumpul dulu kita harus membahas rencana kita kedepanya" David memilih untuk mengalah.
Semuanya segera berkumpul dengan David Merly dan Astein duduk disofa sedangkan Virinda masih berdiri bersama timnya.
"Kita mulai, kita akan berada dikota ini selama lima atau satu minggu kedepan, tujuan kita adalah dua yaitu pelelangan dan Baralak, aku ingin besok Virinda mencari informasi yang penting dikota ini terutama pelelangan dan Baralak tapi Virinda jangan gegabah jika bertemu dengan keluarga Baralak" David menekankan saat menegur Virinda yang sudah mulai mengeluarkan auranya.
"Saya mengerti tuan" Virinda sedikit membungkuk untuk meminta maaf.
"Waktunya istirahat.. kita akan mulai bekerja besok" David berdiri dan menuju kekamar diikuti Merly dan Astein.
"Dimengerti"
...----------------...
Difollow Geng
IG : Rezaatmaja03