
Shine sedikit lega karena oma tidak menyinggung sedikitpun tentang hubungannya dengan Sand.
“Saya sebagai psikolognya sangat tahu kalau tuan muda sudah mulai bangkit dan tidak memikirkan masa lalu yang menyakitinya, seperti yang dilihat oma, dia sudah baik-baik saja” jawab Shine menenangkan oma Hara dan pastinya tahu kalau Sand juga sudah benar-benar tidak memikirkan kedua pernikahannya yang gagal terlaksana.
“Benarkah itu Shine? Aku hanya berharap dia bisa menemukan wanita yang ia cintai danbtidak akan mengulik latar belakangnya,bstatus dan juga parasnya” kata oma Hara melontarkan umpan agar Shine terpancing untuk mengungkapkan kebenaran secepatnya.
“Yangboma katakan itu tidak salah? Oma tidak melihat bibit, bebet dan bobot wanita yang di cintai Sand kelak?” tanya Shine yang tidak percaya akan perkataan oma Hara yang bisa berubah drastis.
Mengubah prinsip sangat sulit untuk orang dewasa, karena sama saja merubah kepribadiannya sendiri.
“Kamu tidak mempercayai perkataanku?” tanya oma Hara bernada sedikit marah.
“Bukan begitu Oma, jika wanita itu tidak cantik, tidak pintar, tidak memiliki keluarga terpandang, apakah Oma juga masih mau merestui menjadi menantu?” tanya Shine memastikan omongan oma Hara.
“Yang terpenting dia mencintai Sand tanpa syarat, bisa menjaganya dan selalu menemaninya kemanapun Sand pergi” tekan oma Hara.
Setelah mendengar oma Hara yang terlihat serius, Shine jadi mempercayai perkataannya dan berniat untuk mengungkapkan semuanya saat itu juga.
“Oma, ada yang ingin saya beritahukan pada oma, jika tidak sekarang mungkin keberanian ini akan hilang lagi” kata Shine memberanikan diri.
“Apa Shine?” tanya oma Hara yang menahan kegembiraannya akan dugaan pengungkapan hubungan Shine dengan Sand.
“Sebentar oma, ada panggilan masuk” ijin Shine mengangkat telepon dari Reihan.
Oma Hara sukarela menunggu Shine saat menerima panggilan, karena kegembiraannya akan hubungan Shine dan Sand.
“Maaf oma, saya harus pergi menyusul tuan muda ke kantor” kata Shine bergegas pergi.
“Shine! kamu belum menyampaikan yang hendak kamu beritahukan pada Oma, jangan pergi dulu” larang Oma Hara berteriak.
Shine keburu jauh dari oma Hara, dia tidak menghiraukan teriakan oma Hara dan ia tinggal begitu saja.
“Aku sudah terlanjur senang, kenapa harus menunggu lagi, awas saja kalian, jika dalam waktu dekat tidak memberitahukannya padaku” geram oma Hara.
Shine bergegas ke kantor sesuai permintaan Reihan agar langsung ke ruang rapat.
“Sand sudah menunggumu di dalam, masuklah sekarang juga” minta Reihan yang sudah menunggu Shine di luar ruang rapat.
Terlihat Sand hanya terdiam mendengar keluhan para pemegang saham sambil memejamkan matanya.
“Tuan muda, anda mencari saya?” tanya Shine mendekat ke tempat duduk Sand.
“Semuanya berhenti, sekarang giliranku, masalah ini akan secepatnya terselesaikan karena sumber masalah kita sudah datang” teriak Sand langsung berdiri sambil menggebrak meja.
“Jadi kamu sumber masalah hingga nilai saham kita turun” cletuk salah satu pemegang saham.
“Cepat panggilkan polisi!” sahut pemegang saham lainnya.
Seketika Shine menitikkan air mata, karena merasa tertuduh dan bersalah akan kacaunya perusahaan Sand.
“Maafkan kesalahanku, tapi jangan panggil polisi, ini semua bisa dibicarakan baik-baik” pembelaan Shine.
“Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, kamu ikut aku sekarang” paksa Sand, menarik Shine keluar ruang rapat diikuti semua pemegang saham.
“Jangan bawa aku ke polisi, aku mohon Sand, maafkanlah aku” teriak Shine yang mengira dia akan di bawa ke kantor polisi oleh Sand sendiri.
Karena Shine merasa jika ia yang minta hubungannya di sembunyikan dan berakibat fatal untuk Sand beserta perusahaannya.
Sudah banyak wartawan media yang menunggu konferensi pers tentang penjelasan gosip yang beredar tentang Sand dan juga wanita misterius yang menggagalkan pernikahannya hingga dua kali.
Shine terkejut dan tidak bisa berkata apapun, hingga semua pertanyaan yang dilontarkan para wartawan tak ia dengarkan.
“Siapa wanita yang anda lamar itu tuan?”
“Apakah dia wanita yang telah menggagalkan kedua pernikahan anda?”
“Bukankah wanita itu psikolog anda?”
“Apakah wanita ini menjadi yang terakhir?”
Bertubi-tubi pertanyaan yang sama sekali tidak dihiraukan Sand dan Shine.
“Aku akan tetap seperti ini hingga kamu memberi jawaban” kata Sand menyadarkan Shine yang hilang fokus.
Sebelumnke kantor, ia sudah memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya pada oma Hara, dan ini adalah kesempatan yang tepat agar semua gosip itu hilang menjadi kebahagiaan, akhirnya Shine sadar jika lamaran yang diberikan oleh Sand juga bisa menyelamatkan perusahaannya.
“Ya, aku bersedia” jawab Shine berlinang air mata.
Semua orang yang menyaksikan ikut berbahagia dan terharu. Terjawab sudah semua pertanyaan yang diajukan dengan sekali tindakan.
Gosip miring yang beredar hilang begitu saja tergantikan oleh lamaran yang dilakukan oleh Sand di depan media. Berdampak pada nilai saham yang berangsur pulih. Namun restu oma Hara masih terhalang karena ia terlanjur kesal karena kabar baik
itu diperoleh dari media, bukan dari cucunya atau calon cucu menantunya sendiri.
Setelah momen lamaran itu, Sand dan Shine kabur untuk menghindari kejaran awak media yang terus bertanya seputar rencana pernikahan ke depan.
“Lewat sini” ucap Reihan yang membantu Sand dan Shine berlari menghindari wartawan.
Sudah ada helikopter yang menunggu di atap gedung, semuanya telah disiapkan Sand dan Reihan jika mereka situasinya menjadi rumit.
“Ayo cepat naik, aku akan mengatasinya, percayakan semuanya padaku” teriak Reihan yang bising karena suara baling-baling helikopter.
Reihan mengatasi wartawan yang terus bertanya, sedangkan para pemegang saham sudah tidak khawatir dengan investasi pada perusahaan Sand, memutuskan untuk tidak ikut dalam masalah baru yang ditimbulkan Sand dengan para awak media.
“Kita akan kemana?” teriak Shine dalam helikopter yang telah mengangkasa.
“Nanti kamu akan tahu” jawab Sand.
Shine menikmati pemandangan dari atas awan sambil memegangi tangan Sand.
Setelah helikopter mendarat, Shine menyadari jika mereka turun di danau dekat villa.
Shine menatap mata Sand, “Benar, kita akan menemui oma” kata Sand sebelum Shine berucap.
Shine menarik tangan Sand yang bergegas ke villa, “Sepertinya mood oma kurang baik,nsaat aku tinggal tadi” ucap Shine memperingatkan Sand agar siap dengan sikap oma Hara.
“Tenanglah, pasti oma tidak akan menolak kamu menjadi menantunya, aku sangat yakin” kata Sand menguatkan Shine yang terlihat agak gugup.
Mereka berjalan menuju villa, bergegas mencari oma Hara di setiap ruangan.
“Oma tidak ada di manapun, di sini juga sangat sepi, Big One dan yang lain juga tidak ada” kata Sand masih menggandeng Shine.
“Kita tunggu saja, mungkin oma sedang jalan-jalan bersama mereka” kata Shine menenangkan.
Oma Hara dan yang lain di rumah pak Londo, di sanalah ia melihat siaran langsung lamaran yang dilakukan Sand.