AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 34


“Tenang saja, kita masuk berpura-pura saja sebagai tamu, dapat makan gratis lagi” ucap Big Two memanfaatkan kesempatan.


“Angpaonya ?, masak nggak masukin apa-apa, ntar dilihatin orang” ucap Big Three khawatir.


“Aku punya kertas, jadiin angpao seadanya, pokoknya bisa masuk, ayo cepetan, ngikut tetangganya dokter Rara, mereka udah masuk !” Shine, Big Two dan Big Three ikut rombongan tetangga dokter Rara.


Shine lupa meminta foto dokter Rara, dan Sand tidak menceritakan bagaimana rupa dokter Rara. Mereka mengikuti di belakang tetangga dokter Rara, memasukkan angpao, ikutbbersalaman dengan pengantin, tidak ketinggalan, makan, sambil memperhatikan yang menjadi kemungkinan dia dokter Rara, yang pasti mengenakan seragam yang sama dengan keluarga pengantin.


Saat tetangga dokter Rara pamit pulang mereka bersalaman dengan anggota keluarga pengantin, salah seorang meyebutkan bu Rara.


“Saya pamit dulu ya bu Rara, makanannya enak” kata salah seorang tetangga dokter Rara.


“Terimakasih sudah mengahdiri undangan saya, bu RT” sahut perempuan mengenakan seragam anggota keluarga pengantin.


Shine yakin, kalau dia adalah dokter Rara yang dicarinya.


“Hei kalian berdua, berhenti makan, aku sudah menemukan dokter Rara” kata Shine yakin.


“Yang mana Tik ?” tanya Big Two.


“Dia disana, yang menyalami para tamu di pintu keluar” jawab Shine.


Shine bergegas mendekati seorang wanita yang dikiranya dokter Rara. Saat melihatnya secara dekat, dia seperti mengenalnya dan pernah bertemu sebelumnya.


Diakan kak Girara kakak tingkatku dulu ?, Apakah benar yang di maksud Rara adalah dia, calon istri tuan muda itu ?, dalam batin Shine.


Shine meninggalkan Big Two dan Big Three, dia pergi menyalami Rara yang belum pasti.


“Terimakasih atas kedatangannya”, ucap Rara yang belum pasti.


“Terimakasih juga, makanannya nikmat, Sand, Sand kemari cepat ? Sandyan Alaska !, kenapa lelet sekali sih ?" Shine berpura-pura memanggil Sand di hadapan Rara yang belum pasti.


Shine melambaikan tangan pada Big Two dan Big Three yang masih saja mencicipi makanan.


Raut wajah Rara yang belum pasti, berubah seketika, dia gugup, gerogi menjadi salah tingkah. Berharap yang dipanggil Shine bukan Sand yang dia kenal.


Rara yang belum pasti menarik Shine keluar gedung acara, karena di dalam banyak orang.


“Kamu kesini bersama Sand ?, padahal aku tidak mengundangnya” tanya Rara yang belum pasti.


“Benar dugaan saya, anda adalah dokter Rara yang menangani tuan muda sebelumnya” ucap Shine tidak menjawab pertanyaan dokter Rara.


“Kamu siapa ?, kenapa kamu kesini ?, pasti kamu di suruh oma Hara kan ?, hidup saya sudah tenang dan bahagia, mengapa kamu mengganggunya ?” tanya dokter Rara marah.


“Dokter Rara, tenang dulu, memang benar saya di suruh oma Hara, tapi saya kesini ingin meminta bantuan, bolehkah saya bicara dengan anda, ini untuk tuan muda Sand” jawab Shine meyakinkan.


Dokter Rara berpikir lama tentang ajakan Shine, kalau menyangkut Sand dia tidak tega, tapi di sisi lain, keluarganya sudah utuh kembali.


“Dokter Rara, permintaan saya ini sebagai dokter untuk pasiennya, tidak lebih dari itu, saya mohon dokter Rara, saya juga seorang psikolog yang sekarang menangani tuan muda Sand” Shine meyakinkan kembali.


“Baik, berikan nomormu yang bisa saya hubungi, sekarang, waktunya tidak tepat” kata dokter Rara.


“Ini kartu nama saya” Shine memberikannya pada dokter Rara.


Dokter Rara masuk ke gedung resepsi dan Shine menunggu Big Two dan Big Three.


“Tik, ternyata kamu di sini, aku mencarimu di mana-mana tidak ada” ucap Big Two.


“Loh udah mau pulang, dokter Raranya gimana ?” tanya Big Three.


“Udah dapet, ayo pulang !” ajak Shine ngotot.


Setelah bertemu dokter Rara yang singkat itu, Shine hanya bisa menunggu telepon darinya. Shine berharap cemas, jika dokter Rara memilih untuk tidak mengubunginya, dia memutuskan untuk kembali ke rumah dokter Rara. Selama perjalanan, Shine terus berdoa agar dokter Rara ada di rumah.


Semoga dokter Rara di rumah, batin Shine saat sudah dekat dengan rumah dokter Rara.


Shine beruntung kali ini, rumah dokter Rara terbuka menandakan dia ada dirumah.


“Permisi !” Shine memanggil dokter Rara di depan rumahnya.


“Ya sebentar !” dokter Rara menyahut.


Shine melihat dokter Rara datang dari dalam sambil menggendong anak. Dokter Rara sudah punya anak ?, dalam hati Shine.


“Kamu ?, karena kamu sudah ada di sini, masuklah !” ucap dokter Rara mempersilahkan Shine masuk.


“Maaf mengganggu dokter Rara, kita belum saling memperkenalkan diri, saya Shine Angelo, psikolog tuan muda Sandyan, saya memang di suruh nyonya Asmaharani untuk menyampaikan permohonan agar dokter Rara mau ikut serta merawat tuan muda Sand lagi sebagai psikolognya, apakah saya diberikan kesempatan untuk menejalaskannya ?” tanya Shine sangat berhati-hati.


“Mbak, tolong Nara, di bawa dulu, saya ada tamu !” teriak dokter Rara pada pengasuh anaknya.


“Sebentar ya !” ucap dokter Rara pada Shine.


Shine yang sendirian, melihat foto-foto dokter Rara yang dipajang di ruang tamu. Shine melihatnya memang dia terlihat sudah bahagia dengan keluarganya.


“Maaf ya, repot ngurusin anak, bagaimana tadi ?” tanya dokter Rara.


Dokter Rara menyambut Shine dengan ramah, karena suaminya sedang bekerja, dia tidak perlu khawatir jika membahas tentang Sand. Dan memang dokter Rara sudah tidak memiliki perasaan terhadap Sand.


“Begini dokter Rara, saya kemari..” ucap Shine dipotong dokter Rara.


“Jangan panggil dokter, panggil saja Rara” kata dokter Rara ramah.


“Baik, Rara, saya berbicara sesama psikolog yang pernah menangani tuan muda Sand, kondisinya sekarang jauh lebih membaik dari yang anda lihat terakhir kali, ingatannya tentang anda pun juga sudah kembali” kata Shine sejujurnya.


Saat mendengar ingatan tuan muda Sand sudah kembali, dokter Rara menjadi ingat kenangan manis bersama Sand dulu.


“Terus apa yang harusbaku lakukan untuk membantu ?” tanya dokter Rara.


“Saya sangat berterimakasih sebelumnya karena anda mau membantu, tapi ini bersifat sementara” kata Shine.


“Bersifat sementara ?, maksudnya ?” tanya dokter Rara.


Shine menjelaskan kondisi tuan muda Sand setelah ingantannya kembali. Bahwa Sand selalu mencari dokter Rara untuk memenuhi janji untuk menikahinya. Sand juga sudah mendapatkan restu dari oma Hara. Tapi, Sand tidak tahu jika dokter Rara kembali pada suaminya dan sekarang sudah memiliki anak.


Oma Hara ingin dokter Rara bersandiwara agar, mau menikahi cucunya. Namun, sedikit demi sedikit dokter Rara diminta harus bisa, menjelaskan kepada Sand bahwa, dia sudah bahagia dengan keluarganya yang sekarang. Oma hara takut, jika Sand di tentang lagi, dia akan kembali depresi.


“Hah, siapa yang mau melakukan hal konyol seperti itu, ide itu sungguh tidak masuk akal” ucap dokter Rara menentang keras.


“Rara, sesama psikolog dan pernah merawat tuan muda Sand, anda pasti tahu bagaimana dia, saya mohon pikirkan dulu, saya tidak akan memaksa anda untuk segera melakukannya, tapi saya mohon demi tuan muda Sand” kata Shine meyakinkan.


Dokter Rara meminta waktu untuk berpikir, masalah ini tidak gampang, banyak sekali negatif ketimbang positifnya bagi dokter Rara.