
Dokter Rara sudah kembali karena mendengar kalau Sand sudah datang.
“Di mana Sand, oma ?” tanya dokter Rara.
“Dia sedang fitting baju di ruangan sana, sudah menemukan sebuah gaun yang cocok untukmu ?” tanya oma Hara.
Benar-benar seperti sepasang kekasih yang akan melangsungkan pernikahan dengan mewah, Shine tidak berani untuk mengingatkan oma Hara, karena belum menemukan bukti yang jelas.
Dokter Rara mencoba gaun pilihannya di fitting room, saat akan menunjukkannya, dia menunggu Sand kembali.
Mengintip dari tirai “Oma, apakah Sand sudah kembali ?” tanya dokter Rara.
“Rara, kenapa kamu mengintip seperti itu ?” tanya Sand yang sudah kembali.
“Aku sedang mencoba satu gaun, kamu lihat ya” ucap dokter Rara
Saat tirai di buka, terlihat dokter Rara memakai gaun putih yang panjang, bagian punggung terbuka.
“Cantik sekali” ucap Sand yang tidak bisa mengalihkan tatapannya.
"Aduh gak cocok dengan badannya, lengannya terlihat besar dan punggungnya aduh nggak cucok deh," ucap sang Desainer lirih, yang terdengar oleh Shine.
Shine melihat sang Desainer seketika, “sssstttt” Shine memberi isyarat.
“Lebih cucok ke yey kali, hihihi” ucap sang Desainer pada Shine.
“Halo halo maaf ganggu ya dua sejoli yang dimabuk asmara, sepertinya ini yang cocok untuk mu, coba ganti dulu, sebentar ya baby” ucap sang Desainer pada Sand.
Dokter Rara mengganti gaunnya berdasarkan pilihan sang Desainer. Tirai terbuka, terlihat gaunya pas dengan dokter Rara, terlihat lebih anggun dan elegan.
“Gimana baby, pilihan eke good kan?” tanya sang Desainer pada Sand.
“Apapun yang dipakai Rara, pasti dia terlihat cantik” ucap Sand buta karena cinta.
“Aduh duh, baby kamu tidak punya selera, coba kamu juga pakai deh, sebentar aku pilihkan” kata sang Desainer pada Shine.
“Tidak perlu, aku belum mau menikah mas” ucap Shine pada Desainer.
“Yey panggil aku apa tadi ? MAS ?, what ? Kokonat Adi Sudrajat, panggil Mr. Ko !” ucap sang Desainer.
“Bolehkan baby, dia kupinjam dulu, biar terlihat rancangan gaunku ?” tanya Mr. Ko pada Sand menunjuk Shine.
“Boleh, silahkan” jawab Sand yang agak menghindari Mr. Ko.
Shine dengan terpaksa, juga memakai gaun rancangan Mr. Ko, berdiri disamping dokter Rara. Shine terlihat lebih cantik, badan yang proporsional dengan rambut pendeknya.
Pandangan Sand fokus tertuju pada Shine, tapi buyar, karena panggilan dokter Rara.
“Sand, kemarilah, kita harus berdua di sini agar terlihat lebih serasi” ucap dokter Rara mulai cemburu pada Shine.
Shine meninggalkan mereka berdua, dan hendak pergi ganti pakaian, tapi di halangi oleh Mr. Ko.
“Sebentar jangan berganti dulu, baby maukah kamu jadi modelku hari ini, sayang banget kalo gak di foto, nanti akan aku masukkan ke katalog, bolehkah baby ?” tanya Mr. Ko pada Sand yang sedang berkaca dengan dokter Rara.
“Oma oma oma, bolehkah aku pinjam cucu oma sebentar saja, baju rancanganku kalau dipakainya terlihat sangat sempurna, bolehkan oma ?” tanya Mr. Ko pada oma Hara.
Oma Hara mengangguk, menandakan adanya persetujuan.
“Darling, tolong minggir sebentar bolehkan ?” ucap Mr. Ko mengusir dokter Rara secara halus.
Shine dan Sand berpose seperti pengantin, karena diminta oleh Mr. Ko, walaupun terlihat agak sedikit canggung satu sama lain, tapi hasil fotonya terlihat bagus.
“Perfect !” kata Mr. Ko setelah mengambil foto Sand dan Shine. Dia sangat puas dengan hasil jepretannya.
“Terimakasih baby, sekarang jadi pilih yang mana, nanti tinggal sesuaikan lagi ukurannya, khusus untuk kalian, aku sendiri yang mengantarnya nanti, satu lagi, ada bonus spesial, paket foto prewedding di sini tentunya, gimana ?” tanya Mr. Ko.
“Aku mau Sand” ucap dokter Rara bersemangat.
Dokter Rara semakin menjadi, cintanya pada Sand sedikit demi sedikit mulai tumbuh. Loyal dan royalnnya sikap Sand, yang membuatnya lupa diri.
“Karena calon pengantin perempuan sudah menyetujuinya tinggal kita lakukan sesi foto, bagaimana kalau minggu depan ?” tanya Mr.Ko.
“Apapun yang kamu minta akan aku penuhi” jawab Sand.
“Bagaimana dengan oma?” tanya Shine tiba-tiba.
“Saya terserah pada Sand, apapun yang dia lakukan, asalkan dia bahagia” ucap oma Hara pasrah.
Shine mengikuti sandiwara dokter Rara, karena pada akhirnya nanti dia harus berpisah dengan Sand.
*****
Sebagai asisten pribadi oma Hara, dia ditugaskan oma Hara, secara penuh untuk mendampingi Sand dan Rara selama sesi foto prewedding, karena stamina oma Hara sedikit bermasalah. Jadi diwakilkan pada Shine.
Sand meninggalkan pekerjaannya demi foto prewedding bersama Rara. Dia ke wedding boutique Mr. Ko lagi. saat set foto sudah dipasang, Rara meminta untuk foto di out door.
“Mr. Ko, bolehkah saya meminta fotonya di out door, sekarang lebih trend ?” ucap Rara.
“Aduh duh duh, ini set fotonya udah siap darling, kenapa mintanya mendadak ?, bisa kemarin atau seenggaknya 2 jam sebelum pemotretan, gimana dong darlingkyuh ini ?” ucap Mr. Ko sebal.
“Mr. Ko memangnya tidak bisa diusahakan ?” tanya Sand.
“Beby, bebyku, apasih tidak buat kamu” ucap Mr. Ko genit.
“Semuanya cepat berkemas, kita foto di luar !” ucap Mr.Ko bersuara laki.
Shine hanya mengikuti mereka bukan sebagai asisten, lebih tepatnya sebagai pembantu. Dia di suruh Rara ini dan itu. Kalau bukan karena sedang bersandiwara Shine tidak akan melakukannya.
“Shine, tolong touch up lagi ya, soalnya keringetan”
“Shine, tolong ambilkan minum, yang dingin ya !”
“Shine, tolong bawakan tasku, ini agak ribet”
“Shine, tolong kipasin sebentar ya, panas banget”
“Shine!”
“Shine!”
“Shine!”
Rara semakin keterlaluan, dia seenaknya sendiri, sangat menggunakan kesempatan. Shine yang terlihat mondar-mandir karena disuruh Rara, Sand menghampirinya untuk memberikan minum.
“Minumlah !” ucap Sand pada Shine lalu pergi. Ternyata Sand sedikit memperhatikan Shine, tapi Shine tidak menyadarinya karena lelah meladeni Rara.
Sesi foto telah selesai dilakukan. Banyak gaun yang dikenakan Rara. Dan itu membuat Shine, sangat bekerja keras.
Aahh, akhirnya bisa berbaring, ucap Shine di kamar sendirian menikmati waktu istirahatnya.
Belum juga hilang penat dan lelah Shine, Rara sudah memanggilnya lagi.
“Shine !, oh Shine !” panggil Rara mencari Shine.
“Ada apa Ra ?” tanya Shine
“Aku hanya ingin bilang kalau aku sangat puas dengan foto tadi” ucap Rara.
“Ra bolehkah aku mengajakmu jalan-jalan, mencari udara segar denganmu, hanya berdua saja ?” tanya Shine.
Shine mengajak Rara ke halaman depan, walaupun sudah malam, ada lampu-lampu indah yang menerangi, juga ada bangku taman, tempat yang pas untuk mencari udara segar dan tentunya berbicara.
“Lihat di halaman depan ini, indah sekali bukan ?, aku mempunyai mimpi untuk mebuatnya juga” ucap Shine membuka pembicaraan.
“Aku juga ingin memilikinya, halaman luas, rumah yang besar banyak pelayan sungguh nikmat jadi orang kaya” ucap Rara mengkhayal.
“Ra aku ingin ngomong sesuatu denganmu, boleh ? kita duduk di sini saja, ada bangku biar lebih nyaman” ucap Shine menunjuk bangku di depannya
“Mau ngomong apa Shine ?” tanya Rara tanpa beban.