AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 60


Saat masuk ke café, Sand langsung melihat Shine, duduk berhadapan dengan oma Hara, Sarah yang di samping oma Hara tidak terlihat dari jauh.


“Kamu di sini, kenapa oma tidak bilang ada dia di sini?” tanya Sand pada oma Hara menunjuk Sarah.


“Hai, Sand, kita bertemu lagi, kita makan siang bersama ya” kata Sarah menyapa Sand.


Karena ada Shine, Sand memutuskan untuk bergabung makan siang bersama.


“Sarah, aku belum begitu mengenalmu, boleh aku tanya-tanya tentang mu?” ucap Shine,


sengaja agar Sand mendengarkan siapa Sarah dan bagaimana kepribadiannya.


“Boleh dong, kamu mau tanya aku apa?” tanya Sarah senang hati.


Shine memberikan pertanyaan singkat ala-ala kuis, dan Sarah harus menjawabnya dengan cepat.


“Pilih satu jawaban, yang menggambarkan dirimu, kamu siap?”


Asin atau manis


Asam atau pedas


Cantik atau sexy


Di rumah atau keluar rumah


Tampan atau maco


Tas atau sepatu


Rambut pendek atau panjang


Setiap pertanyaan di jawab oleh Sarah sambil menunggu makanan datang. Oma Hara ikut nimbrung bersama Shine dan Sarah, sedangkan, Sand dia hanya diam mendengarkan.


“Gimana kalau sekarang giliran Sand?” ucap Shine menunjuk Sand.


“Permainan apa itu, nggak seru, kita pergi saja!” ucap Sand sedikit bete.


Seperti biasa Sand menarik Shine pergi, menjauh dari oma Hara dan Sarah.


“Apasih, selalu narik aku gini, sakit tau” ucap Shine ngedumel.


“Aku nggak suka caramu tadi sok akrab dengan dia, aku tahu dia pasti membencimu”


“Memangnya kenapa? Kalau dia membenciku Itu urusan dia bukan urusanku, toh aku nggak benci dia, sekarang apa urusanmu? Kamu menyuruhku menjauhi dia? Atau membencinya juga?” tanya Shine bertubi-tubi.


“Terserah kamu, aku minta kamu pergi dari sini, nggak usah ikut campur dengan acara makan siang ini” ucap Sand melarang Shine.


“Bukankah ini kesempatan yang bagus untuk … ‘menjodohkan kalian’ … memanas-manasi Sarah, agar dia ingin menyerah dalam perjodohan ini?” ucap Shine membujuk Sand.


Sand mulai terpacing dari perkataan Shine, bahwa jika dia makan siang bersama Shine di depan oma Hara, akan menunjukkan kalau Sand sudah memiliki kekasih, itu menjadi alasan yang tepat agar dia bisa membatalkan perjodohan ini.


“Kita kembali, bergabung dengan mereka, aku mau terlihat lebih mesra di depan Sarah” ucap Sand mengajak kembali ke pertemuan makan siang.


“Eits, tunggu dulu, kita tidak boleh bersandiwara di depan oma seperti itu, oma kan tahu siapa aku, dan hubungan kita, tidak seharusnya bermesraan di depan oma kan?” kata Shine beralasan agar tidak melakukan sandiwara di depan oma Hara.


Setelah memikirkan ucapan Shine, ada benarnya juga.


Di sisi oma Hara dan Sarah, Shine harus mendekatkan Sand pada Sarah, di sisi Sand, Shine harus membatalkan perjodohan. Memang sulit menjadi Shine.


“Kamu kembalilah dulu, aku harus ke toilet sebentar,” ucap Shine beralasan untuk kabur.


Sand kembali tanpa Shine, dia percaya pada Shine, kalau dia sudah berjanji akan membantu membatalkan perjodohan dengan Sarah.


Setelah Shine memastikan Sand kembali duduk bersama mereka, dia mengirim pesan, bahwa dirinya harus kembali ke kantor karena Reihan mencarinya.


“Tuan muda, Reihan mencariku, maaf aku harus kembali ke kantor sekarang, lanjutkan makan siangnya ya, jangan tinggalkan oma Hara, dia akan kecewa.” Pesan dari Shine melalui HP.


Sand hanya menunggu momen makan siang itu selesai dan secepatnya kembali ke kantor.


“Oma, makananku sudah habis, aku harus segera kembali ke kantor!” ucap Sand dengan cepat, dia berdiri tanpa memperoleh persetujuan oma Hara, tanpa pamit dengan Sarah, berlari menuju kantor.


Sand terburu-buru ke ruanganya mencari Reihan dan Shine. Melihat di ruangannya tidak ada, mencari di pantry juga tidak ada, di ruang karyawan juga tidak ada.


Ternyata Shine bertemu dengan Reihan di atap gedung.


“Reihan kan namamu? Aku mau minta bantuanmu, maafkan aku soal membuat kopi, aku tidak bermaksud bersaing denganmu dan merebut Sand darimu, aku hanya diminta oma Hara agar bisa menjodohkan dengan wanita pilihan oma sendiri. Jika aku menjelaskan dari awal akan sangat panjang, tapi aku memohon padamu, jika nanti Sand mencariku bilang saja kalau kamu mencariku karena pekerjaan”


Kenapa dia bisa tahu kalau aku membencinya karena berusaha menjauhkanku dari Sand?, ucap Reihan dalam hati.


“Tapi kamu berhutang penjelasan itu padaku, aku mau kamu menjelaskan semuanya dari awal!” kata Reihan menyetujui permintaan Shine.


“Kapan pun kamu mau mendengarnya, aku akan meluangkan waktuku, lebih baik kita turun sekarang, kira-kira Sand sudah selesai makan sekarang dan akan segera mencariku” kata Shine sedikit khawatir jika Sand akan mengetahui kalau dia sedang berbohong.


“Lihatlah, dia pasti mencariku dan mencarimu” kata Shine lagi, sambil menunjukkan HP nya.


“Dia juga meneleponku” ucap Reihan menuruni tangga.


Mereka berlari ke ruangan Sand, dengan napas terengah-engah. Terlihat Sand, sudah berdiri menunggu dengan panik, memegang HP. Terdengar suara langkah kaki di belakangnya,


“Kalian, kemana saja? Aku sudah mencari di mana-mana tidak ada?” tanya Sand marah.


“Memangnya kamu mencari kami di mana saja?” tanya Shine mnecoba tenang.


“Di sini, di ruang karyawan, bahkan di pantry, juga tidak ada” kata Sand meluapkan emosinya.


“Kita tadi di atap gedung, karena lahan kosong dan sedikit tidak terurus makanya, kita berencana mengubahnya menjadi tempat bersantai untuk semua karyawan di sini, bisa buat nongkrong atau melepas penat, dan Reihan mencariku karena pekerjanya datang mendadak, menanyakan tempatnya, dan harus diselesaikan kapan, soalnya pekerjanya sangat sibuk banyak job di tempat lain, ya kan Rei?” tanya Shine mengkode Reihan.


“I, iya benar, semua yang dikatakannya benar, soalnya pekerjanya mendadak sekali” ucap Reihan mendukung Shine.


“Kamu tidak percaya? Memang kita menyembunyikannya darimu, biar surprise, apakah perlu kita tunjukka semua buktinya Rei…” ucap Shine terpotong Sand.


“Aku percaya, lakukan yang terbaik” kata Sand mempercayai ucapan Shine.


Fiuh, untung dia percaya, ekpresi Shine lega.


“Gimana tadi makan siangnya lancarkan?” tanya Shine.


“Nggak usah bicarakan itu lagi, aku tidak mau kamu membuatku terjebak seperti itu, tingkatkan lagi kinerjamu agar secepatnya oma membatalkan perjodohan, karena si Sarah itu tidak akan menyerah, seperti kebanyakan wanita yang telah dijodohkan denganku, kamu pahamkan?” tanya Sand membelakangi Shine.


“Paham bos, siap laksanakan perintah” jawab Shine.


*****


Perjodohan Sand dengan Sarah harus tetap berlangsung. Dan sandiwara untuk membatalkan perjodohan harus dilaksanakan.


“Bisa-bisa aku yang stress, gimana caranya tetap menjodohkan mereka, tapi tetap melakukan sandiwara dengan Sand.” Ucap Shine mondar mandir di balkon rumahnya.


Suara mengetuk pintu, “Non? Ini susunya!” teriak mbok Janem mengantarkan susu hangat untuk Shine.