AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 54


“Tuan muda jangan tidak sopan pada saya” Shine marah hendak keluar, tapi dihentikan oleh Sand.


“Kamu harus tetap di sini sampai jam pulang kantor” kata Sand saat menghadang Shine.


“Tidak mau, saya akan pergi keruangan saya”


“Tidak bisa, kamu harus tetap di sini”


“Tidak mau”


“Jangan sampai aku melakukan kekerasan padamu”


“Silahkan saja, mau memukulku? Pukul ayo pukul!” ucap Shine menawarkan pipi untuk dipukul.


Sand mengeluarkan HP, untuk menghubungi Big One. Dia meminta agar Big One datang ke kantor secepatnya.


Karena masih di hadang, dan tidak bisa keluar, Shine memilih duduk kembali di sofa.


Mereka saling diam, menunggu kedatangan Big One.


“Tuan muda, saya Big One” teriak Big One dari luar ruangan.


“Akhirnya kamu datang, masuklah” ucap Sand mempersilahkan masuk.


Shine melihat kepala botak yang tidak berubah, menyapa Big One dengan senang.


“Big One, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” tanya Shine sambil senyum.


“Sejak kapan kalian begitu akrab?” tanya Sand meremehkan.


“Tuan muda kita ini adalah teman, wajar dong, kalau sudah lama tidak betemu pasti kangen, ya kan Big?” tanya Shine menggoda Sand.


“Aku memanggilmu untuk menjaganya di sini, jangan sampai kabur, karena aku masih ada kerjaan yang harus di urus” kata Sand memberi tugas pada Big One.


“Big kita kan teman, bolehlah kita kompromi, sudah lama lho kita nggak bertemu, masak baru ketemu langsung begini?”


“Big jangan dengarkan dia” kata Sand menghalangi.


“Ayolah Big, biarkan aku keluar dari sini” ucap Shine memohon.


“Jangan sampai kabur Big, ingat!, kamu bekerja untukku”


“Baik tuan muda, saya akan menjaganya” kata Big One patuh.


Sand melanjutkan pekerjaanya, Big One menjaga Shine yang berusaha kabur sampai jam kerja usai.


“Big pegangi dia, kita akan keluar membelikannya baju, aku tidak mau di terlihat seperti itu” perintah Sand untuk Big One.


“Hei jangan gandeng aku seperti ini juga, aku janji tidak akan kabur” kata Shine melepaskan tangan Big One yang menggandeng Shine.


Mereka bertiga pergi ke mal, mencarikan baju untuk Shine pakai saat makan malam kencan buta.


Karena mal ramai, Sand membooking satu fashion store untuk Shine.


“Kami memiliki keluaran terbaru, ini desain eksklusif, nona mau mencobanya?” tanya pelayan store.


“Ambilkan semua yang bagus untuk dia coba!” minta Sand pada pelayan store.


“Baik tuan, silahkan tunggu di sini” ujar palayan store.


Shine diberikan setumpuk baju untuk dia coba, satu persatu diperlihatkan pada Sand.


“Tuan muda, saya sudah capek harus berganti lagi, yang ini saja ya?” ucap Shine menyerah.


“Lumayan, oke pakai itu!, bayar dengan ini” Sand memberikan kartu kredit kepada pelayan store.


Selama Sand memake over Shine, waktu sudah menunjukkan pukul 7, saatnya Sand beraksi untuk menggagalkan perjodohan.


“Kamu harus menggandengku, ingat pertanggungjawabanmu!” kata Sand memaksa Shine.


Berjalan bersama layaknya pasangan kekasih sungguhan, menemui gadis yang di jodohkan dengan Sand sudah menunggu di meja yang dipesan.


“Kamu Sarah?” tanya Sand yang menggandeng Shine.


Apa yang kamu lakukan Shine, aku harus kabur secepatnya, kata Shine dalam hati.


Cengkraman tangan Sand sangat kuat hingga Shine tidak mampu melepasnya.


“Iya, siapa wanita di samping anda?” tanya Sarah.


Sambil tersenyum palsu, “Siapa yang bucin kayak gitu” kata Shine dalam hati.


“Ehm, halo Sarah, salam kenal, kalian berdua ngobrol dulu saja, aku mau ke toilet” kata Shine ingin kabur.


“Aku juga ikut!” ucap Sarah mengikuti Shine.


Sand merasa tenang karena Sarah mengikuti Shine, sehingga dia tidak bisa kabur.


Kenapa dia mengikutiku sih, aku mau kabur nih, ucap Shine dalam hati.


Mereka berdua di toilet, Shine mencari cara agar Sarah kembali dengan Sand, agar ia bisa kabur.


“Sarah, sepertinya aku sedikit lama, kamu kembali duluan saja!” teriak Shine dari dalam kamar toilet.


“Aku belum kenalan denganmu, aku menunggumu saja” jawab Sarah.


Aduh, dia tidak tahu apa, aku memberikan waktu berduaan dengan tuan muda, gimana caranya kabur kalau gitu? Pikiran Shine.


“Apa kamu masih lama?” tanya Sarah lagi.


“Maaf ya agak lama, ayo kembali, kamu jalan duluan” ucap Shine bersiasat agar bisa kabur.


“Berhenti, siapa namamu?” ucap Sarah mengeluarkan wajah aslinya.


Waw, perempuan ini ternyata …, aku pikir dia lembut dan sopan, kata Shine dalam hati.


“Namaku Shine, boleh panggil Star” jawab Shine.


“Aku langsung saja, dia hanya pacarmu, belum menjadi suamimu, aku akan berjuang mendapatkannya, karena oma Hara sudah merestuiku untuk menjadi cucu menantunya” kata Sarah berterus terang.


“Silahkan, silahkan aku tidak akan menghalangi” ucap Shine berniat baik pada Sarah, tapi dia menerimanya dengan berbeda.


Sarah mengira kalau Shine juga menantangnya. Dia mengajak Shine untuk kembali pada Sand.


“Maaf kita agak lama, mau makan apa?, aku pesankan” kata Sarah ramah di depan Sand.


Bermuka dua, harus tetap waspada, kata Shine dalam hati.


“Sayang kamu mau makan apa?” tanya Sand sangat ramah pada Shine.


Panggil panggil sayang, kamu sama dengannya, sama sama bermuka dua, kalian memang berjodoh, batin Shine.


“Ehm, terserah kamu saja” jawab Shine mengikuti sandiwara Sand.


“Sayang” mengucapkan dengan sangat terpaksa, “Aku harus pergi sekarang, ada telpon dari rumah, dan ini sangat penting kamu di sini saja ya, tidak enak dengan Sarah” mencari alasan untuk kabur lagi.


“Aku akan mengantarmu pulang, maaf ya Sarah aku tidak bisa menemanimu hari ini, mungkin lain hari” kata Sand yang juga ikut kabur.


Sand buru-buru menarik Shine beralasan untuk mengantarnya pulang.


“Kenapa kamu ikut aku pulang? Kamu di sini saja bersama Sarah” ucap Shine pelan dalam gandengan Sand pergi meninggalkan Sarah sendirian.


“Kamu benar-benar mengangkat bendera perang denganku, awas nanti akan aku adukan ke oma Hara,” kata Sarah yang kenak-kanakan.


*****


“Sudah sampai sini saja tuan muda, aku akan pulang sendiri” minta Shine.


“Oke, jangan sampai telat besok masuk kerja” jawab Sand pergi meninggalkan Shine sendirian di pintu keluar mal.


Shine mencari taxi untuk pulang, karena sudah agak malam dia tidak kunjung mendapatkannya. Tiba-tiba dia di kejutkan dengan Ben dari belakang.


“Shine, kamu di sini juga?” tanya Ben yang melihat Shine sendirian.


“Ben!, hai, kenapa kamu di sini?”


“Mencari bahan-bahan konsultasi untuk anak-anak besok, karena mendadak, untung masih sempat, kenapa kamu sendirian di sini?” tanya Ben.


“Tadi habis makan malam bersama teman, karena sekarang aku kerja di dekat sini” jawab Shine.


“Selamat ya, atas diterimanya bekerja, gimana kalau kita mampir ke kafe, aku akan mentraktirmu” ucap Ben memakaikan jaket pada Shine.


“Oke, boleh” ucap Shine.


Sarah melihat Shine berduaan dengan seorang pria. Dia menganbil fotonya dari belakang, karena sangat yakin, kalau pria itu bukan Sand.


Sarah akan menyimpan senjata perangnya, berjaga-jaga kalau Shine menyerangnya duluan.