AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 95


“Woy! Kalian di panggil tuan muda untuk makan bersama, sekarang!” teriak Laning, secepat kilat ia kembali ke ruang makan dan duduk di sebelah Shine.


“Semuanya sudah berkumpul, mari kita makan” kata pembuka oleh oma Hara.


“Hmm, enak, udang dan ikannya manis sekali, sambalnya sedikit pedas buat oma” ucap oma yang sudah menyuap makanannya.


“Siapa dulu dong, pacar aku” kata Sand dalam hati menyombongkannya. Ingin sekali ia mengucapkannya, tapi dia sudah berjanji memberikan waktu pada Shine dua hari, agar hubungannya disembunyikan sementara.


Tanpa malu-malu, Laning mengambil nasi yang ketiga kalinya, tapi ikan kesukaanya tinggal bagian kecil di dekat ekor, secara bersamaan Sand juga hendak mengambil itu. Mereka saling berebut mendapatkan ikan terakhir.


Ditariknya piring ikan ke sisi Laning, ditarik balik oleh Sand, begitu terus hingga ada yang menjadi pemenang mendapatkan ikan terakhir.


Karena tak kunjung usai perebutan ikan itu, oma Hara bertindak dan mengambil ikan di bagian ekor itu.


Laning dan Sand kecewa karena tidak mendapatkannya.


“Oma!” , “Nonya!” teriak Sand dan Laning secara bersamaan.


“Lagian, ikannya diperebutkan terus, yan dimakan lah seharusnya, aem” ucap oma Hara yang memakan ikan terakhir di depan Sand dan Laning.


Sand marah pada Laning, melototkan matanya dengan sangat tajam. Karena dia majikannya, jadi Laning tidak berani untuk membalasnya.


“Kenyang sekali, pandai kamu masak ya Shine” puji oma Hara.


“Tadi dibantu Laning jadi masakannya tambah enak, semuanya berkat Laning juga” jawab Shine yang juga memuji Laning.


Mendengar itu, Sand menjadi tambah cemburu dengan Laning, tadi saat membantu belanja, Sand tidak di puji Shine. Sand marah dengan Shine, karena yang seharusnya ia puji adalah dia bukannya Laning, dikarenakan semua ide muncul darinya.


Kesempatan untuk mencuci piring tidak akan ia lewatkan, Laning harus segera ia usir utuk pulang, agar tidak mengganggu waktu bermesraanya dengan Shine.


Oma Hara kembali ke kamar karena kekenyangan, Big Two dan Big Three kembali berjaga di mobil, Laning dan Shine membersihkan meja makan serat piring bekas makan tadi.


“Sudah mau malam, pulanglah, bawakan ini untuk pak Londo” kata Sand memberikan beberapa udang yang sudah di sisihkan untuk pak Londo.


“Aku mau membantu Shine membersihkannya” jawab Laning yang tidak mematuhi perintah Sand.


“Pulang kataku! Atau Big Two dan Big Three yang akan memaksamu pulang sekarang” ancam Sand.


Laning menjadi nakal, ia tidak mendengar ancaman Sand, malah mengejeknya.


“Tuan muda, saya tidak takut dengan ancaman anda, Big Two dan Big Three adalah temanku jadi mereka tidak akan bisa memaksaku, dan udang ini anda saja yang memberikan pada bapak, aku mau membantu Star dan akan tidur bersamanya, sudah lama sekali kita tidak saling curhat” ejek Laning.


Amarah Sand mencapai ubun-ubun, dia sendiri yang akan memaksa Laning untuk pulang.


Ditariknya tangan Laning, “Star! Tuan muda mau memukulku” adu Laning.


Karena teriakan Laning, ia melihat yang sebenarnya terjadi.


“Ada apa Laning?” tanya Shine yang mengentikan pertengkaran mereka.


“Tuan muda mau memukulku, lihatlah dia sudah memegang tanganku dengan sangat keras” ucap Laning mengadu.


“Sand jangan begitu, dia gadis kecil, tega sekali kamu, ikut aku, tolong bantu membersihkan semuanya” kata Shine berpihak pada Laning.


“Tidak Shine, aku tidak memukulnya, aku hanya menyuruhnya pulang mengantarkan ini untuk pak Londo, itu saja, percayalah denganku” jelas Sand pada Shine yang salah paham.


“Benar itu Ning?” tanya Shine memastikan kebenaran.


“Benar Star, tapi aku bilang hendak membantumu dulu, tapi tuan muda memaksaku untuk segera pulang, dan mengancam mau memukulku kalau tidak secepatnya pergi” rengek Laning.


“Biarlah Laning membantuku dulu, baru biarkan dia pulang, banyak sekali yang harus dibereskan” tambah Shine.


Sand tidak bisa menolak permintaan Shine, dia mengijinkan Laning untuk membantunya, setelah itu harus segera pulang.


“Tapi, setelah itu kamu harus segera pulang” perintah Sand.


“Nggak bisa, dia harus pulang” kekeh Sand.


“Please! Ya, ya  Sand, ijinkan ya” rengek Shine dengan wajah imutnya.


Wajah Sand memerah tidak bisa menahan pesona Shine, dengan terpaksa menginjinkan Laning untuk bermalam dengan Shine.


Sambil berjalan menuju dapur, Laning menjulurkan lidahnya, mengejek Sand yang tidak bisa berbuat apa-apa di depan Shine.


Sand memutuskan untuk mengantarkan udang untuk pak Londo sendiri ditemani Big Two dan Big Three, sekalian mencari udara segar setelah melihat keimutan Shine yang terus terngiang-ngiang di pikirannya.


“Tuan muda, anda mau kemana?” tanya Big Two.


“Jalan-jalan mencari udara segar” jawab Sand.


Tanpa meminta ijin darinya, otomatis mereka mengikuti Sand dari belakang.


Sambil berjalan, “Kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan nyonya?” tanya Sand berjalan santai.


“Kami berharap  hubungan Shine dengan tuan muda


akan berjalan hingga pelaminan, karena itu kami ingin membiasakannya saja, takut keceplosan jika Shine sudah menjadi istri tuan muda” ungkap Big Two yang


juga mewakili Big Three.


“Kalian setuju dengan hubungan kami?” tanya Sand lagi.


“Pastinya tuan muda, Shine orangnya baik, cantik, perhatian, pantang menyerah saat mengobati tuan muda dulu, salut banget padanya” jelas Big Three.


“Tidak seperti wanita yang dekat dengan anda sebelumnya, dan saya lihat anda sangat cinta dengan Shine” tambah Big Two.


Ketika Big Two dan Big Three menjelaskan alasannya, Sand senyum-senyum sendiri, merasa bangga mencintai wanita yang tidak salah lagi.


“Jika Big One, dan yang lain tahu, apakah sepemikiran dengan kalian?” tanya Sand lagi masih sambil berjalan.


“Pasti tuan muda, alasan apa lagi yang bisa menolak hubungan tuan muda dengan Shine, mereka juga tahu kebaikan Shine” jelas Big Two.


Mendengar perkataan mereka, Sand yakin, pasti oma Hara juga akan menyetujui hubungannya dengan Shine.


“Terimakasih atas pendapat kalian, pasti sesegera mungkin aku akan menikahi Shine” ucap Sand yang sudah sampai di rumah pak Londo.


“Kami akan selalu mendukung tuan muda” ucap Big Two dan Big Three bersamaan.


*****


“Akhirnya beres semua, kamu mau susu hangat nggak Ning?” tanya Shine hendak istirahat sambil menyeruput susu hangat.


“Mau Star, biar hilang lelah ini, habis ini kita ke kamarmu ya, ingin sekali rasanya mendengar ceritamu setelah pergi dari sini” jawab Laning.


Shine dan Laning membawa segelas susu ke kamar sambil chit-chat.


Sand dan Big Two serta Big Three, langsung kembali setelah memberikan makanan untuk pak Londo karena sudah malam.


“Kalian tidak mau di dalam?” tanya Sand pada Big Two dan Big Three yang berjaga di dalam mobil.


“Tidak tuan muda, biarkan kami berjaga di sini saja” jawab Big Two.


“Jika kalian ingin tidur di dalam, masuk saja pintunya tidak aku kunci, dan kalian tidak usah kembali ke rumah, Big One dan yang lain sudah kuberitahu kalau


kalian menjagaku dan oma di villa, besok mereka akan menyusul kemari” kata Sand lalu masuk ke dalam.


“Baik tuan muda” teriak Big Three.