AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 45


“Bagaimana pak Yasa ?, masih mau menuntut kami telah membohongi anda?” tanya Shine suka melihat ekspresi pak Yasa yang panik dan kebingungan.


“Apa yang kalian inginkan dariku?” tanya suami Rara yang terpojokkan.


“Saya ingin memberitahukan pada pak Yasa, bahwa, kekhawatiran tentang istri bapak telah terjadi” ucap Shine.


“Apa ?!, kalian hanya ingin mengancamku dengan menakut-nakuti kan?” tanya suami Rara.


“Untuk membuktikan kekhawatiran bapak, kami ingin mengajak Anda untuk bekerjasama, apakah Anda bersedia?” tanya Shine.


“Kerjasama apa?, jika menguntungkan, saya akan memikirkannya” kata suami Rara perhitungan.


“Kali ini, benar-benar akan menguntungkan Anda, silahkan berapa yang Anda mau beserta nomor rekening, kami akan mengatakan tugas Anda!” ucap Shine menawarkan, memberikan HP.


Tidak menunggu lama, suami Rara langsung mengetik nominal sejumlah uang di HP Shine.


“Oke baik, tunggu 1x24 jam uang akan ditranfer ke rekening Anda” ucap Shine bersiap memberi kabar pada oma Hara.


Shine menjabarkan tugas yang harus dilakukan oleh suami Rara.


Mengumpulkan kesaksian sebanyak mungkin, atas kembalinya Rara membina rumah tangga dengan suaminya lagi hingga memiliki seorang buah hati.


Shine menjabat tangan suami Rara, mendakan telah menyetujui perjanjian.


Tidak lama, ada notifikasi dari mobile bank, sejumlah uang telah berhasil di transfer, masuk ke rekening suami Rara.


“Kenapa cuma segini?” tanya suami Rara pada Shine hendak pergi.


“Sisanya jika Anda telah menyelesaikan tugas” jawab Shine.


“Memangnya kita bodoh, memberikan uang sebanyak itu tanpa ada jaminan, ya nggak” kata Shine lirih pada bu Sri dan Big Two.


“Sebenarnya apa yang terjadi Tik?” tanya Big Two di perjalanan pulang.


“Tapi jangan bilang ke siapa-siapa, aku tahu mulutmu itu tidak bisa menjaga rahasia, ah gak jadi, daripada aku nanti yang susah, lihat saja nanti kamu pasti tahu” ucap Shine menggoda Big Two.


“Oke, memang mulutku ini susah diajak kompromi” ucap Big Two kesal menambah laju mobil.


“Hey, pelan-pelan dong!” ucap Shine di sampingnya dan bu Sri yang duduk di belakang.


*****


Babysitter Nara yang ember, langsung melaporkannya pada Rara.


“Apa kamu bilang? bawa pengacara segala, dan ngomongin kontrak ?” tanya Rara super kaget.


“Iya Buk, itu yang saya dengar, soalnya, tadi pas Nara nangis” ucap Babysitter Nara.


Sebenarnya apa yang mereka lakukan di belakangku? apakah perlu mengadu pada Sand? tapi, kalau aku bicara padanya, urusannya tambah rumit, cakap Rara sendirian. Aku harus bicara dengan Shine.


*****


“Terimakasih tumpangannya, hati-hati di jalan” ucap bu Sri turun di kantornya.


Shine segera menemui oma Hara.


“Stop!” ucap Rara menghadang Shine di pintu.


“Eh ada security baru, kapan mulai kerjanya kok aku nggak tahu ya” ejek Shine.


“Terserah kamu mengatai aku apa, ada sesuatu yang aku mau beritahu ke kamu” ucap Rara berbisik.


“Sepenting itukah? coba bilang” ucap Shine menyingkap rambut ke telinga.


“Aku sudah tahu yang kalian lakukan di belakangku” ucap Rara memberi peringatan.


Sesaat, Shine terpedaya oleh ucapan Rara, tapi dia tahu kalau Rara hanya menggertak.


“Oh ya, bagus dong kalau begitu, aku tidak perlu memberitahumu, urusan kita selesai, daah!” ucap Shine pergi.


Umpan Rara tidak termakan oleh Shine, dia sangat penasaran apa yenag telah direncakan Shine dan oma Hara.


“Ra kamu sedang apa di sini?” tanya Sand yang baru pulang.


“Ah, kamu sudah pulang ?, aku sengaja menunggumu, kamu mau makan apa ? nanti aku bilangin ke koki agar segera memasaknya untukmu” jawab Rara mengalihkan perhatian.


“Sand, bagaimana rencana pengajuan tanggal pernikahan kita, aku tidak papa kok seperti ini, masih bisa ditutup dengan make up” ucap Rara merayu.


“Ra, tidak usah tergesa-gesa, lagian tinggal 2 minggu, kita nikmati prosesnya ya” ucap Sand menenangkan.


“Kalau rencana baik itu harus disegerakan Sand!” ucap Rara bernada tinggi.


“Kenapa sih, kamu meminta disegerakan terus, tidak ada yang bisa membatalkan pernikahan kita, aku yakin itu, kita tunggu saja 2 minggu lagi ya, sayang!” ucap Sand masih bersabar.


“Tapi aku mau secepatnya, kalau bisa besok pasti kulakukan!” ucap Rara meninggi.


“Rara, kamu kenapa sih bersikap seperti ini, aku baru pulang kerja dan kamu malah meminta kayak gini!” bentak Sand yang sudah tidak bisa menahan emosi.


Rara ngambek dan meninggalkan Sand. Ujian sebelum pernikahan pasti terjadi. Sekarang giliran Sand dan Rara.


*****


Shine menceritakan keberhasilan kerjasamanya dengan suami Rara. Oma berharap rencana mereka berhasil, mengumpulkan semua bukti melalui suami Rara.


“Istirahatlah Oma, sudah malam” kata Shine kembali ke kamar.


Shine ke dapur untuk minum, haus karena cerita panjang lebar dengan oma Hara. Tidak sengaja, Shine menduduki tuan muda Sand dikursi ruang makan, sendirian dalam gelap.


“Astaga!, kamu hantu apa orang?” ucapan Shine secara spontan.


“Ini aku” kata Sand lesu.


“Tuan muda, mengagetkanku saja, kenapa duduk gelap-gelapan gini sih?” tanya Shine menyalakan lampu.


“Aku ingin sendiri, pergilah dan matikan lampunya” ucap Sand tidak bertenaga.


“Mau aku temani ? aku juga belum mau tidur... Mau curhat nggak? telingaku lagi nganggur” ucap Shine bercanda.


“Shine …”


Sand bercerita kalau dia tadi sedikit berdebat dengan Rara. Dia selalu minta tanggal pernikahannya diajukan. Padahal, tinggal menunggu 2 minggu lagi tapi dia tidak sabaran.


“Memangnya kenapa, kalau pas tanggalnya saja, hari itu baik, dan tanggalnya pun cantik” kata Sand curhat.


Dia ingin segera menikah dengan Anda karena tidak ingin kembali pada keluarganya, dia ingin selalu bersama orang yang dicintainya, walaupun, caranya salah dan menghalalkan semuanya, kata Shine dalam hati.


“Tuan muda istirahatlah, seorang wanita yang ngambek, akan luluh kalau laki-laki minta maaf duluan, saran saya belikan dia bunga atau hadiah yang dia suka, pasti ngambeknya hilang” kata Shine menyarankan.


“Kalau kamu ngambek, diberi bunga atau hadiah, ilang ngambeknya?” tanya Sand pada Shine.


“Kalau saya lagi ngambek karena seseorang, pengen sendirian aja, merenungkan, kenapa aku jadi ngambek, trus mikirin orang yang aku ngambekin gimana responnya? Jika dia beritikad baik untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahannya, ngambeknya ilang deh” ucap Shine berceritan tentang dirinya.


“Tapi setiap orang kan beda-beda, gimana kalo ngambeknya Rara gak hilang, setelah aku kasih hadiah?” tanya Sand.


“Kalau itu urusan Tuan muda” ucap Shine meledek.


“Ternyata curhat ke kamu itu tidak ada gunanya, malah bikin pusing” ucap Sand kesal.


“Ayolah, jangan ngambek, katanya Rara yang ngambek, kok jadi Tuan muda yang ngambek, jelek loh manyun kayak bebek, kwek, kwek, kwek” ucap Shine menghibur Sand.


“Setelah kurasakan, sekarang lebih nyaman ngobrol denganmu” kata Sand tanpa berpikir.


“Of course, Shine gituloh seorang psikolog lulusan terbaik, maaf maaf, bercanda Tuan muda” ucap Shine bercanda.


“Kamu memang sering bercanda ya ?” tanya Sand.


“Karena bercanda make me happy, and another one be happy too, am I right?” canda Shine.


“That’s right, well, thank you, sudah mau dengerin curhatku, aku akan pergi tidur sekarang!” kata Sand.


“Ok, selamat istirahat tuan muda”