Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
PENGUMUMAN NOVEL BARU ADA KISAH DHEA DAN DEWA DI NOVEL INI


Halo semua, yang ngikutin aku pasti tahu kalau aku sudah buat novel baru. Kali ini, aku bikin novel genre horor romantis karena di dalamnya ada sepenggal kisah Refald dan Fey semasa mereka masih muda.


Novel ini bisa dikatakan sebagai lanjutan novel TERPAKSA MENIKAH DENGAN DEWA. Di dalam novel ini, ada kisah Dewa dan Dhea yang sudah menikah. Seperti apa keseruan kisahnya. Yuk mampir baca di novel baru ku yang berjudul ASMARA DEDEMIT


Berikut cuplikan novel baruku:





Visual Dewa


BAB 19


Fey melongo. Tapi sedetik kemudian dia langsung tertawa karena mengira Refald sedang bercanda untuk menghiburnya agar tidak terlalu tegang.


“Apa kau sudah gila? Bagaimana kita bisa punya anak sebesar dan setampan ini bahkan sudah jadi hantu pula, sementara kita berdua belum menikah di dunia nyata. Yang benar saja? Kau mengajakku bercanda?” ujar Fey sambil terus tertawa.


Sejujurnya Fey tidak percaya. Jelas-jelas ini diluar nurul manusia. Aneh sih aneh, tapi nggak sebegitunya juga kali. Jangankan punya anak, hamil dan melahirkan saja belum pernah. Mana mungkin Fey percaya begitu saja.


Belum juga gadis itu sembuh dari shocknya mengetahui bahwa dirinya punya anak, eh anaknya malah sudah jadi hantu. Gimana nggak terkejut coba? Fey baru berusia 21 tahu sekarang. Sangat sangat aneh kalau ia mendadak punya anak yang sudah dewasa dan sudah jadi hantu pula.


“Aku serius Honey. Aku sedang tidak bercanda. Ingat, kita sekarang ada di mana. Pria tampan yang kau sebut hantu ini adalah Dewa, anak kita. Anak kedua kita,” jelas Refald lagi. Berbeda dengan kekasihnya, Refald terlihat tampak tenang-tenang saja seolah ini wajar terjadi padanya.


“Hah? Anak kedua? Yang pertama seperti apa kalau anak kedua kita seperti ini? Hantu juga? Apa dia raja demit?” pekik Fey semakin shock. Tak disangka hantu tampan yang berdiri dengan muka masam didepannya ini merupakan anak keduanya. Fey nggak bisa bayangin gimana anak pertamanya.


“Ibu, ada apa denganmu? Kau tak hanya tidak mengakuiku sebagai putramu, kau bahkan tak mengakui kak Rey? Ini kelewatan. Ibu terlalu kejam,” protes Dewa.


“Ceritanya sangat panjang Dew, ibumu sedang terguncang saat ini. Mengertilah, kami melewati banyak hal selama kami pergi,” pinta Refald dan semakin tercenganglah Fey melihat betapa sok kebapak-bapakannya Refald saat ini seolah ia sangat cocok sekali jadi ayah dua orang anak dewasa padahal usia Refald dan Fey tidak jauh beda. Apalagi usia anaknya, mereka bertiga bahkan seperti seumuran.


“Dunia macam apa ini? Masa depan yang membangongkan, ayah dan anak seumuran? Nggak masuk akal,” gumam Fey sambil menepuk-nepuk pipinya berharap ini semua hanya mimpi.


Sayangnya yang dialami Fey ini asli nyata. Ia dan Refald memang tersedot di dunia masa depan di mana pasangan sejoli ini memang memiliki 2 anak yang tampan dan punya kharismatik masing-masing.


“Ibu? Apakah Ibu baik-baik saja? Apa selama diperjalanan alian berdua terluka?” tanya Dewa mulai cemas.


“Tahun berapa ini sekarang?” tanya Fey memastikan. Bukannya menjawab pertanyaan Dewa Fey malah balik bertanya.


“Tahun 2072,” jawab Dewa.


“Hah? Usiamu berapa?”Fey sangat sangat terkejut.


“21 tahun,” jawabnya singkat.


“Lah kakakmu umur berapa?”


“42 tahun, tapi dia masih muda. Sama seperti ayah dan ibu.”


“E … empat puluh … dua? Nggak salah?”


“Aku lahir setelah kak Rey menikah dan punya anak, bahkan aku dan keponakanku seumuran. Salah Ibu sendiri kenapa hamil lagi saat kakak ipar hamil juga.” Bisa-bisanya Dewa menyalahkan ibunya disaat Fey diserang rasa shock yang amat dahsyat.


Refald ingin tertawa mendengar pertanyaan istrinya. Tapi ia tidak tega jadi pura-pura sedih saja.


“Benar Honey. Kau tahu kan kalau tidak ada yang tidak mungkin bagi kita berdua.” Refald memperjelas dan semakin puyenglah Fey membayangkan seperti apa kehidupan rumah tangganya dengan Refald nanti. Punya anak lagi setelah anak pertama berusia 20 tahun. Kan sangat tidak masuk akal.


“Berapa usiamu dan usiaku di masa ini? Bukan usia kita sekarang?” tanya Fey terbata-bata san terdengar aneh di telinga Dewa.


“Ehm, aku tidak yakin, mungkin kurang lebih hampir 50an lah.”


Fey menggigit bibir, tengkuknya mulai terasa sakit sekan-akan Fey terserang stroke dadakan. Yang benar saja, di masa ini … ia sudah jadi nenek-nenek. Bukan gadis remaja lagi.


Dhea yang baru sadar kalau di warung ini ada mertuanya, langsung berlari datang ke tempat Dewa berdiri dan menyapa Fey serta Refald dengan sopan. Sebenarnya wanita cantik itu juga tak kalah shock dengan Fey karena tidak menyangka bakal bertemu mertua di warung ini.


“Maaf atas kelancangan saya karena tidak mengenali Yang mulia Raja dan Ratu di sini. Selamat datang kembali Ibunda dan Ayahanda. Kami berdua sudah lama menunggu kehadiran Anda berdua.” Dhea duduk bersimpuh sambil mengatupkan kedua tangan dan memberi hormat pada Refald dan Fey.


Sungguh menantu yang baik. Fey merasa agak canggung disembah begitu apalagi ia merasa tak pernah mengenal wanita cantik ini.


“Di-dia … apanya kita?” tanya Fey dengan gugup bersiap-siap untuk terkejut lagi.


Refald tak langsung menjawab dan meminta menantunya untuk berdiri. “Ini menantu kita Honey, menantu kedua. Dia istri Dewa. Kau sendiri yang memilihkannya untuk Dewa,” jawab Refald sambil menahan senyum dan Fey langsung pingsan di tempat. Mungkin Fey sudah tidak kuat lagi saking terkejutnya dengan kondisinya saat ini.


Untung Refald langsung memeluk Fey sehingga tak sampai jatuh tersungkur ke tanah. Dewa dan Dhea pun jadi panik melihat Fey pingsan tiba-tiba. Kedua pasangan sejoli itu jadi bingung dengan sikap Fey yang tampak tidak ingat apapun.


Mau tidak mau, Refaldpun menjelaskan kalau mereka baru saja melewati beberapa hal yang membuat Fey tak tahu apa-apa soal kehidupan di masa depan. Dan itu benar, Fey yang sekarang belum menjadi istri Refald karena ia datang dari masa lalu.


Wajar kalau kekasih Refald ini pingsan setelah tahu seperti apa kehidupannya di masa depan. Wanita mana yang tidak shock kalau mendadak punya anak dan punya mantu bahkan sudah punya cucu disaat usianya masih berusia 21 tahun sekalipun di dunia ini, usia Fey kurang lebih sudah 50 tahun. Jelas ini diluar prediksi BMKG.


"Apa Ibunda Ratu tidak apa-apa, Ayah? Perlukah saya panggilkan dokter?" tanya Dhea khawatir.


"Tidak apa-apa, Ibumu terlalu lelah. Dia hanya butuh istirahat saja." Refaldpun bersikap layaknya mertua yang baik padahal ia sendiri juga canggung.


Selagi ibunya pingsan, Dewa melirik ke warung sebelah yang dipenuhi dengan iblis jahat. Iblis itu mencoba mengganggu Dhea dan semua orang yang ada di warung ini. Dewa hendak melawan tapi dicegah oleh Refald.


“Dew, jangan dulu. Kesehatan ibumu jauh lebih penting. Kita pergi dari sini. Jaga saja istrimu dan jangan biarkan dia sendiri.”


“Tapi Ayah, mereka sudah keterlaluan. Kalau saja Dhea tidak hamil, aku pasti sudah melenyapkan mereka semua.”


“Aku tahu, sebaiknya kau jangan beritahu ibumu soal kehamilan istrimu. Dia bisa pingsan setiap hari,” ujar Refald mencoba untuk tidak tersenyum.


“Kenapa? Harusnya ibu senang mau punya cucu lagi. Dan juga, kapan ayah membebaskanku dari kutukan ini. Aku sudah menebus kesalahanku. Masa masih belum cukup.”


“Tunggu hari baiknya. Kau akan kerepotan kalau langsung jadi manusia lagi sekarang. Bersabarlah.”


“Ayah, aku tak ingin ….”


“Aku tahu,” sela Refald karena ia paham apa yang akan dikatakan Dewa.


Ayah dan anak itu saling menatap satu sama lain.


BERSAMBUNG


***