Terpaksa Menikah Dengan Dewa

Terpaksa Menikah Dengan Dewa
BAB 43 Ada Apa denganmu Dea ....


Ucapan kakak iparnya membuat hati Dea ragu. Di sisi lain, sebagai sesama wanita, Dea iba juga dengan Sekar. Entah kenapa, ia merasakan ada sesuatu yang aneh dan Dea masih belum tahu, apa itu. Namun, mengingat kekacauan yang sudah ia sebabkan sejak lama. Tidak ada salahnya jika Dea mengikuti alur saja.


Tanpa suara, Dea mengangguk pelan dan menatap wajah Sekar yang langsung berkaca-kaca saat melihat suaminya ada di depan mata. Mungkin benar, Sekar memang memanfaatkan mas Gen demi bisa mencapai tujuan jahatnya. Namun, cinta tak bisa dibohongi. Sekilas, Dea merasakan, ada cinta di mata Sekar untuk mas Gen.


Dea …. Panggil Dewa memalui telepati. Sebab ia dan kakanya masih terbelenggu oleh kekuatan Refald sehingga para pangeran demit itu tak bisa bergerak dan bicara.


Mata Dea langsung menatap lurus suaminya yang tergantung terbalik di salah satu dahan pohon. Rhea juga melakukan hal sama sementara mas Gen sudah membawa Sekar entah ke mana.


Lepaskan aku Sayang. Kau bisa melakukannya dengan menciumku, ujar Dewa dalam pikirannya yang ia tujukan pada Dea.


Kakak ipar Dea, alias Rey, sepertinya juga sedang bertelepati dengan Rhea untuk meminta bantuan sama seperti yang dilakukan Dewa pada istrinya. Namun, kedua wanita cantik itu cuma diam seolah sedang menunggu sesuatu.


“Apa kau punya cita-cita melepaskan mereka?” tanya Rhea pada Dea.


“Bagaimana menurut, Kakak?" Dea malah balik bertanya tanpa semangat seolah pasrah pada keputusan kakak iparnya.


Bukan karena apa-apa, Dea cuma sedang badmood habis dan tidak ingin melihat Dewa berulah lagi setelah apa yang terjadi diantara Sekar dan mas Gen. Sungguh, terlepas dari apapun, gadis itu sangat penasaran, hukuman apa yang dijatuhkan mas Gen pada istri yang telah mengkhianati dan mengacaukan istana ini.


Jika mas Gen membunuh Sekar, Dea yakin masalah tidak akan selesai. Yang ada, akan menimbulkan dendam-dendam lain terutama dari semua hal yang berhubungan dengan Sekar. Namun, kesalahan Sekar juga sangatlah fatal sehingga matipun, itu masih belum cukup untuk menebus semua kesalahannya.


Dea … jangan pikirkan masalah kerajaan, pikirkan suamimu ini. Kemarilah Sayang, dan lepaskan aku. Sebentar lagi akan ada pesta resepsi pernikahan kita. Bujuk Dewa agar kegaauan istrinya menghilang.


“Kau juga menyebalkan Dewa, jangan pikirkan pesta resepsi karena aku tidak keberatan menghadirinya sendiri!” seru Dea sebagai balasan telepati suaminya. Gadis itu memutuskan pergi sendirian meninggalkan Dewa diikuti Rhea yang juga enggan melepaskan Rey.


Hei! Kalian berdua mau ke mana? Cium kami dulu! teriak Rey dan Dewa bersamaan melalui telepati mereka.


Kedua wanita cantik itu sepakat acuh tak acuh dan sedikit memberi hukuman pada suami mereka agar bersikap lebih dewasa dan tidak bertengkar lagi seperti anak TK.


“Kalian butuh bantuanku?” seru seseorang yang tiba-tiba saja datang dan bertengger didahan tempat ayah dan pamannya digantung oleh kakeknya. Pemuda tampan itu cuma tersenyum tipis saat melihat ibu dan istri sang paman melenggang pergi meninggalkan suami-suami mereka.


.


“Hai Ayah, hai Paman. Kalian baik-baik saja?" sapanya. "Hadiah apa yang akan kalian berikan padaku kalau aku bisa membebaskan kalian? Oh iya … kalian tidak bisa bicara dan tidak bisa bertelepati denganku. Haaaaih … kekuatan kakek memang sangat luar biasa! Sampai-sampai pangeran demit yang pertama dan calon kaisar yang diramalkan tidak bisa melawannya, hehehe, kasihan kasihan kasihan,” ledek pemuda tampan tersebut sambil mengemut permen lolipopnya dengan santainya.


Dua pasang netra menatap lurus pemuda yang berdiri tegak tepat diatas Rey dan Dewa. Keduanya tak terima melihat seorang pemuda tampan yang tak lain dan tak bukan merupakan putra kesayangan Rey dan Rhea alias cucu pertama Refald yang seumuran dengan Dewa, mendadak muncul dengan gaya sok kerennya.


***


Sementara itu … Refald mengumpulkan semua para penghuni istana disebuah lapangan terbuka. Hal itu sengaja Refald lakukan untuk memperlihatkan pada semua penghuni istana kerajaan Refald bagaimana mas Gen menghukum istrinya atas perbuatan kejamnya yang sudah mengacaukan ketentraman dan kedamaian kerajaan Refald.


Dari kejauhan, tampak Sekar yang sedang diikat di tiang besar di mana, disekelilingnya sudah tersedia akar belukar yang siap melahap sosok wanita jahat itu. Hukuman seperti ini, adalah yang pertama terjadi selama Refald memimpin dunia lain dan hukuman tersebut adalah pilihan dari ams Gen sendiri.


Salah satu pasukan Refald yang baru saja dibangkitkan, siap untuk mengeksekusi istrinya sendiri atas perbuatannya selama ini. Sosok mas Gen, sudah berdiri tepat dihadapan Sekar dan menatap istrinya lekat-lekat sambil membawa obor berisi api besar yang membara.


Suasana menjadi tegang kala mas Gen mulai mengeksekusi. Sayangnya, mas Gen berhenti bergerak maju ketika Dewa muncul tanpa pemberitahuan.


“Akhirnya ketemu! Beraninya kau meninggalkan suamimu disaat aku membutuhkanmu? Kau belum pernah mendapat hukuman cinta dariku seperti yang diajarkan kak Rey padaku?” cerocos Dewa yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Dea tanpa melihat bahwa di belakangnya ada banyak sekali para makhluk astral tak terkecuali ayah dan ibunya sendiri.


“Bisa kau jaga sikapmu …”


“Sssttt, jangan ikut campur Kakak ipar, ini urusan rumah tanggaku dengan Dea. Sebentar lagi kak Rey sampai dan dia akan menghukum kakak dengan caranya,” sela Dewa tanpa mau berpaling dari wajah kesal Dea.


Suami Dea ini benar-benar bikin gedeg orang karena ia sama sekali tak tahu situasi dan kondisi. Dewa bahkan membungkukkan setengah badannya mengunci tubuh Dea yang terduduk di kursi dengan merentangkan kedua tangan.


“Aku bukannya ikut campur, Dew. Tapi … sebaiknya urusan rumah tanggamu kau selesaikan setelah ini,” ujar Rhea, lama-lama ia keki juga dengan adik iparnya yang keras kepala ini.


“Tidak kakak ipar, jubi Dea harus perang melawan aodaku selama satu minggu penuh. Dia takkan kuperbolehkan keluar dari mansion tanpa seizinku!” tandas Dewa dan semua orang yang mendengar ucapan Dewa langsung garuk-garuk kepala karena tidak mengerti maksud bocah sableng ini.


Rhea cuma tepok jidat melihat betapa bengeknya Dewa kalau sudah sedang dibutakan oleh cinta. Dewa benar-benar serius dengan ucapannya dan langsung menggendong Dea hendak meninggalkan tempat ini. Namun, langkahnya terhenti karena baru sadar ada begitu banyak makhluk tak kasat mata sedang memerhatikan dirinya.


“Sekarang, bisa turunkan aku?” pinta Dea yang langsung tersenyum sinis melihat perubahan sikap suaminya karena ditatap semua penghuni istana yang jumlahnya tak terhingga.


Bahkan Refald dan Fey memberi kode dua colok mata pada Dewa sebagai tanda bahwa Refald akan buat perhitungan dengan putra bengalnya karena mengacaukan acara eksekusi Sekar.


“Jika kau datang kemari hanya untuk buat onar, sebaiknya kau pergi!” cetus Dea. Suasana hatinya benar-benar tidak baik sekarang. Ada banyak hal yang mengganjal pikirannya sehingga ia jadi sedikit sensitif pada apapun.


“Kenapa kau marah? Harusnya akulah yang marah karena kau tak membantuku lepas dari hukuman ayah!” nada suara Dewa sedikit meninggi karena ia terpaksa meminta bantuan keponakannya sendiri.


“Salahmu sendiri, siapa suruh kau bertengkar terus dengan kak Rey. Kapan kau dewasa suamiku Dewa. Tidakkah disaat seperti ini kau tak bertingkah?” Dea menangis, tapi dia dengan cepat menghapus air matanya.


“Ada apa denganmu, Dea …” gumam Dewa memeluk istrinya sehingga tangis Dea langsung pecah dalam dekapan suaminya. “Berbagilah kesedihanmu denganku, jangan ditahan … aku … selalu bersamamu.” Dewa mencium mesra rambut Dea yang malu habis karena mereka berdua langsung menjadi pusat perhatian.


BERSAMBUNG


***