
Mata Dewa menajam setelah sebuah kalimat yang diucapkan kakak iparnya sempat membuatnya terpana tak percaya. Dewa baru tahu, kalau ayah dan ibunya sempat terpisah lama dan bahkan perpisahan mereka tak terjadi sekali, tapi berkali-kali.
Sejauh ini, pangeran demit itu mengira bahwa Refald dan Fey takkan pernah bisa dipisahkan satu sama lain dengan cara apapun. Namun ternyata, dugaan Dewa salah besar. Cinta sekuat ayah dan ibunya bisa dipisahkan karena suatu hal.
Semenjak Refald mengutuk dirinya karena telah membunuh pasukan demit ayahnya, Dewa merasa bahwa Refald lebih menyayangi pasukannya ketimbang putranya sendiri. Itulah mengapa Dewa tak begitu mengenal kedua orangtuanya.
"Apa kau ingin tahu kenapa mereka berpisah, Dewa?" tanya Rey yang kini berjalan dan berdiri tepat di depan Dea. "Kita semua tabu, bahwa mereka berdua adalah raja dan ratu dunia lain paling kuat diantara yang terkuat. Bisa dikatakan, takkan pernah ada siapapun yang bisa mengalahkan mereka apalagi sampai memisahkan. Rasanya itu sangat mustahil. Tapi ... demi menghidupkan Rhea dari kematian, ayah ... rela melawan dan mengubah takdir yang seharusnya tak boleh dilakukan. Akibatnya, ia menghilang meninggalkanku dan ibu berdua saja di dunia ini."
Bagai tersambar petir di siang bolong, Dewa tersentak mendengar fakta tentang kedua orangtuanya. Saking shocknya, Dewa sampai terhuyung ke belakang layaknya manusia yang amat sangat terkejut setelah mengetahui hal tak terduga.
"Aku tahu ... bagaimana perasaanmu tentang ayah." Rey melanjutkan. "Kau pasti mengira bahwa ayah tidak menyayangimu dan lebih menyayangi pasukannya. Kau salah besar. Justru ayah telah melindungimu dari semua musuh yang mencoba menghancurkanmu dan keluarga besar kita sejak kau ada dalam kandungan ibu. Ayah dan ibu kita sengaja menghilang dari dunia nyata selama kau ada dalam kandungan ibu.
"Hal itu ayah lakukan supaya kau dan ibu aman. Setelah kau lahir, dia mempercayakanmu dalam perlindungan pasukannya seolah kau tak pernah lahir ke dunia ini. Dengan begitu, musuh terkelabuhi dan mengira kau tak ada. Ayah tak ingin kau jadi kelemahannya bila semua iblis jahat mencoba menguasaimu karena kau punya kekuatan luar biasa. Sebaliknya, ayah ingin kau menjadi sumber kekuatannya. Apapun yang ayah lakukan, semua ...demi kebaikanmu semata."
Dewa terduduk lemah didepan kakak dan kakak iparnya. Rhea menangis menatap Dewa. Tatapan pangeran demit itu kosong. Sekelebat kenangan-kenangan masa lalu Dewa mulai muncul memenuhi kepalanya.
Sosok hantu tampan itu baru sadar, bahwa ia telah banyak mengecewakan kedua orangtuanya. Ia sengaja berbuat nakal demi bisa mendapat perhatian Refald dan Fey tapa ia tahu bahwa kedua orangtuanya sengaja menjaga jarak dengannya untuk membuat musuh percaya bahwa Dewa bukan segalanya bagi mereka. Refald dan Fey akan bersikap seperti itu sampai Dewa bisa mengontrol kekuatannya dan menjadi hebat lebih dari Refald.
Rhea ikut duduk di depan Dewa yang jadi merasa amat sangat bersalah pada Ayahnya karena ia masih marah hanya karena mendapat kutukan. Padahal, Refald melakukan hal itu untuk menghindarkannya dari hal-hal buruk yang akan menimpa termasuk para amukan para iblis lain diluar pasukan Refald.
"Istrimu tahu semua ini," isak Rhea mulai memberitahu segalanya alasan kenapa Dea keukeuh bersumpah rela mengorbankan nyawanya demi menghidupkan kembali mas Gen.
"Di malam pernikahan kalian, kau pergi meninggalkan Dea dan menemui Sekar. Istrimu tak sengaja mendengar hal itu dan ia hendak kabur meninggalkan istana karena kecewa padamu. Tapi ibu ... dan aku datang untuk meyakinkannya bahwa semua ini tidak seperti yang dia lihat."
"A-apa?" Dewa mengangkat kepalanya dan menatap shock wajah kakak iparnya.
Dewa semakin tertegun. Ia langsung tahu pilihan apa yang diambil Dea kala itu. Pantas saja kalau Dea tetap melangsungkan ritual kebangkitan meski ia tahu kalau Dewa sangat mencintainya. Semakin lemah lunglailah pangeran demit itu dan ia benar-benar dalam mode menjadi manusia karena kekuatannya melemah.
"Aku rasa ... kau sudah tahu pilihan apa yang diambil Dea. Sungguh, aku turut bahagia karena pada akhirnya, mata dan hatimu terbuka dan mau mengakui ketulusan cinta Dea untukmu. Tapi ... apakah kau tahu alasan utama kenapa Dea yang hanya manusia biasa nekat mengorbankan diri hanya demi pangeran bengal sepertimu?" tanya Rhea masih berkaca-kaca. Sebenarnya ia tak kuasa menceritakan semua kebenaran ini. Tapi sudah saatnya Dewa harus mengetahui semuanya.
"Bukan hanya karena dia mencintaiku, kan?" tanya Dewa sambil menggeretakkan gigi-giginya menahan emosionalnya.
"Kau benar, bukan hanya karena dia mencintaimu, tapi dia tak rela jika pria yang ia cinta hancur hanya karena wanita yang tak pantas kau cintai, Sekar. Wanita itu ... adalah musuh dalam selimut. Tahu kalau dia takkan pernah mendapat restu dari ayah dan ibu, dia sengaja menolakmu. Ia juga sengaja menjebak mas Gen agar cinta mati padanya. Lalu memanfaatkanmu untuk memporak-porandakan istana ini.
"Dia bahkan membuat citramu buruk di mata semua penghuni dunia lain karena kau sudah membunuh suaminya. Tentu saja, Dea tak rela kau mendapat banyak kesulitan selama wanita bernama Sekar itu masih ada. Istrimu juga tahu siapa Sekar sebenarnya tapi ia pura-pura tak tahu apapun seluk beluk istana ini. Sekar... adalah putri musuh besar ayahmu yang sedang menyamar. Dialah yang memantau perkembangan istana. Ayah dan ibu tahu tapi mereka sudah terikat perjanjian bahwa lawan mereka hanyalah ratu Badaharui. Bukan Sekar ataupun yang lainnya. Aku dan kakakmu, baru mengetahui fakta jni setelah lama memantau istana sejak ayah menjatuhkan kutukannya padamu."
Dewa memejamkan kedua matanya sambil mengambil napas panjang. Saking banyaknya kejutan yang diberitahukan Rhea dan Rey tentang fakta yang terjadi selama ini, Dewa sampai tak sanggup terkejut lagi. Sebaliknya, amarah Dewa semakin meningkat dan perlahan ia menjadi transparan.
Kekuatan Dewa yang semula menghilang, tiba-tiba saja kembali lebih dari sebelumnya. Saking besarnya kekuatan itu, tubuh Dewa jadi mengeluarkan cahaya silau dan melayang-layang di udara. Rey dan Rhea sampai takjub melihat apa yang ada di hadapan mereka. Dalam sekejap, Dewa berubah jadi luar biasa.
"Inilah ... kekuatan baru Dewa yang sesungguhnya, daebak," gumam Rey sambil menengadah menatap Dewa yang melayang-layang di udara.
"Hok oh, aura Dewa yang sekarang ... jauh lebih kuat darimu bahkan mungkin bisa melampaui ayah karena dia adalah kaisar yang diisukan. Ibu benar, cinta ... bisa memberikan kekuatan pada siapa saja yang memiliki perasaan tulus pada orang yang dicintai. Aku rasa ... Dewa sekarang mengerti, siapakah cinta sejatinya."
"Tunggulah aku Dea, akan kubawa kau kembali padaku. Tidak akan kubiarkan kau pergi meninggalkanku karena sekarang aku mengerti, betapa berartinya kau bagiku." Mata Dewa terbuka dan langsung melesat cepat melebihi kecepatan cahaya menuju tempat Dea berada.
BERSAMBUNG
***