Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 79 : Sejarah Tak Resmi


Kali ini tampaknya Reygan terlihat ingin bersuara. Disamping pernyataan yang Riana katakan sebelumnya, “Bukankah faktanya memang seperti itu? Saya hanya bingung, sebenarnya sejak awal mereka ini meributkan masalah apa? Bahkan sampai di akhir hayatnya Morticia, sebagian besar dari penghuni kuil suci masih saja tidak begitu mempercayainya? Itu benar-benar aneh.” tukas Pria itu dengan perasaannya yang tak habis pikir.


“Itu— memang sulit dimengerti. Karena permasalahan mereka sejak awal diakibatkan karena perasaan kecemburuan yang menumpuk. Pada dasarnya mereka semua juga sangatlah istimewa. Lalu jika di telaah dengan baik, faktor penyerangan dari penyihir yang tidak diketahui identitasnya karena ingin menghancurkan kuil suci kerajaan ini dengan kandungan kekuatan suci nya yang teramat luar biasa.” lanjut Riana sembari mengangkat cangkir tehnya dengan anggun.


“Maksud Yang Mulia.. kekuatan suci yang dimiliki oleh Kerajaan Kita merupakan kekuatan suci terbesar yang pernah ada? Jadi— tujuan utama Iris itu ialah menghancurkan sumber awal kesucian itu berasal?” tanyanya dengan kutipan opini yang ia sematkan diujung kalimatnya.


Wajah Riana terlihat cerah, “Memang benar ya. Anda sangat cocok menjadi Ratu. Anda dapat dengan mudah memahami situasi dan menarik kesimpulan dengan cepat, yah memang~ Walaupun tempat ini hanyalah kerajaan dan bukan Kekaisaran, namun kekuatan suci yang diperoleh melalui berbagai batu dan tangan kanan utusan Dewa sangatlah besar.” timpalnya sembari menyematkan pujian kecil untuknya.


“Lantas jika penyihir kegelapan itu ingin melakukan kebangkitan kegelapan di tempat lain pun akan sedikit sulit dilakukan akibat perolehan kesucian yang menyebar lewat batu kesucian yang ditransaksikan ke seluruh benua dan Kerajaan di negeri lain.” lanjutnya yang kini diberikan anggukan paham oleh mereka berdua.


Karena aku belum sampai ketahap Ratu, aku juga belum diberikan pengajaran terkait masalah ini dengan benar..


Tapi secara tidak langsung aku memahami satu hal, bahwa sumber kesucian yang dimiliki para tangan kanan utusan Dewa merupakan sosok yang akan menjadi penyelamat ataupun akhir bagi dunia, dengan masalah itu, sosok Morticia terlahir untuk memperkuat perlindungan mereka dari ancaman Iris yang merupakan utusan dari kegelapan.


Tapi— Morticia telah menyalahi takdir Dewa dengan menjalani suatu hubungan pertemanan bersama Iris, lalu ending yang sempurna itu oun menjadi berantakan.


Itu memang terdengar mengerikan. Karena, jika penyihir kegelapan itu berhasil menghancurkan sumber dimana kesucian itu berasal. Maka neraka yang mengarah pada kehancuran akan bangkit di tempat ini.


“Ah.. tapi maksud Lady apa? Siapa Iris? Apa hubungannya dengan masalah ini?” tanya Riana dengan rasa penasarannya yang memuncak.


“Itu.. Iris Dewellyn adalah nama dari penyihir kegelaan itu. Saya mengingatnya lewat mimpi.” jawab sang gadis tanpa suatu hambatan.


Ah.. jadi begitu.


“Baiklah, kembali ke topik awalnya. Iris yang kamu sebut sebagai penyihir kegelapan selalu kembali di setiap ratusan tahun mendatang dengan memakan banyak korban. Entah karena dia tidak pernah tahu akan wasiat yang ditinggalkan Morticia, atau ia hanya mendengarkan wasiat itu sebagian saja. Pada akhirnya semua akal bulusnya selalu gagal berantakan.” ungkapnya dengan tatapan yang teramat serius.


Huh?


“Maksudnya?” Reygan tampaknya tidak begitu mengerti akan pembahasan ini yang mengarah kemana. Namun sepertinya ia menuntut penjelasan yang dapat lebih mudah di cerna olehnya.


“Jadi, ia selalu merengut nyawa penyihir dan memasuki istana menggunakan raganya sembari mengaku bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari Morticia. Tentunya kebohongannya dapat ditebak dengan mudah berkat rupanya yang sama sekali tidak mirip dengan paras Morticia. Jadi pada akhirnya, raga itu hangus dibakar kesucian dan juga menggunakan kekuatan sihir pemurnian yang berlimpah, tentunya kejadian itu terus terjadi berkali-kali, berkat merebut sihir yang dimiliki para penyihir, sepertinya wanita itu bisa bertahan sampai detik ini.” Simpelnya ia menggungkapkan penjelasan itu serinci mungkin.


Namun disini Lucy terlihat memasang tatapan aneh di wajahnya, sekujur tubuhnya terasa merinding. Tadi dia mendengar apa? Katanya, Iris dapat merasuki raga seseorang untuk hidup berpindah-pindah kesana kemari, tapi sekalipun dibakar dengan kekuatan pemurnian, ia tidak pernah mati?! Apa itu terdengar masuk akal?


Ah omong kosong. Itu tidak mungkin.


“Yang Mulia Ratu. Jadi bisa dibilang saat itu kuil suci sepakat untuk mengulurkan tangannya dengan menerima semua peninggalan Morticia dan melindunginya disana? Karena setau saya.. ada juga sihir yang dapat merubah lekuk tubuh dan ukiran wajah seseorang dengan sempurna.. jadi mereka hanya khawatir jika suatu hari Iris kembali dengan wajah yang mirip Morticia begitu?” komentarnya yang kini diberikan anggukan sejutu olehnya.


Cangkir teh itu kini diletakan diatas meja dengan perlahan, sekilas wajah sang Ratu terlihat murung. “Begitulah Lady. Mungkin karena beratus tahun telah berlalu, Penyihir kegelapan itu bisa saja telah melupakan wajah Morticia seperti apa. Jadi itu sangat mengkhawatirkan jika ia akan menyelinap ke istana dan melihat lukisan potret beliau seperti apa. Untuk itu.. mereka memilih menyimpan barang peninggalan beliau di tempat yang tidak akan terjamah sama sekali olehnya.” akhir penjelasannya yang diberikan jawaban antusias oleh mereka berdua.


“Yaitu kuil suci!” seru mereka berdua dengan kompak.


Fufufu, Riana tampak tertawa ketika memperhatikan keserasian mereka yang selaras, kalian memang terlihat seperti pasangan yang sempurna. Jauh kedepannya nanti, kalian akan menjadi pemimpin negara dengan sejarah terbaik yang penuh akan pujian. Aku yakin itu..


Intinya, seperti itulah sejarah tak resmi yang tampaknya hanya diketahui oleh keluarha kerajaan saja dan juga pihak kuil suci yang terkait. Karena sejatah ini tidak ditetapkan secara resmi kepada rakyat dan juga bangsawan. Itu merupakan kebijakan antara Raja yang memimpin kala itu dengan utusan Dewa yang berasal dari kuil suci.


Walaupun begitu, pernyataannya yang bisa dibilang singkat sedikit menyisakan bekas pertanyaan di benak mereka. Hingga pada akhirnya mereka pun mengakhiri obrolan menyenangksn itu karena tanpa terasa bajwa perbincangan mereka akan memakan waktu hingga larut malam begini.


Banyak teka-teki yang belum terungkap namun juga sedikit memberinya celah untuk segera memahami situasi yang ada pada kala itu seperti apa, namun sepertinya memang tidak ada jalan lain selain Lucy yang harus segera tiba mengunjungi Kuil Suci tersebut dalam waktu dekat.


Setidaknya sebelum Sheyra mengambil langkah lain, aku harus segera menunjukkan batang hidungku yang benar-benar mirip seperti Morticia. Tapi aku juga memang belum begitu yakin dengan rupaku sendiri, karena sepanjang mimpi aku benar-benar tidak pernah melihat wajah Lucia ataupun Morticia secara langsung..


Jadi untuk itu.. aku harus memastikannya secara langsung.


Tampaknya besok ia bisa memulai kepergiannya untuk mengunjungi kuil suci di siang hari. Sebelum itu, sepertinya ia harus memastikan sesuatu tentang tamu undangan yng mrnghadiri acara ulang tahun Reygan kala itu, dimana kakaknua yang sama-sama seoranh penyihir telah direngut nyawanya oleh seorang wanita misterius bertudung hitam.


Disela penyerangannya, Lucy juga masih ingat bahwa wanita itu mengatasn kecewa dengan kekuatannya yang lemah dan berencana mengunjunginya kembali ketika ia telah mengalami kebangkitan. Kebangkitan yang dimaksud mungkin akan kekuatan sihir Morticia yang luar biasa, lalu—


Jika Sheyra adalah Iris..


Kebencian yang selalu kamu tunjukkan selama ini benar-benar menjadi masuk akal.