
Acara perburuan yang awalnya digelar untuk berbahagia itu malah berakhir dengan sebuah tragedi. Anehnya.. kenapa kejadian ini harus menimpa Lucy dengan Sheyra saja? Lalu yang lebih mencurigakan ini kenapa hanya Lucy seorang yang terluka parah sampai mengguncang tekanan batin, sedangkan Sheyra hanya terbaring beberapa hari karena keracunan, bahkan saat ini ia hanya hidup dengan biasa saja?
Kalau dipikirkan, kejadian Lucy saat perburuan tahun kemarin benar-benar mirip dengan kecelakaannya Lyonora ya? Yaitu ciri khasnya dengan tubuh yang mengering. Hanya saja perempuan itu telah tiada dikarenakan jantungnya yang meledak.
Lucy hanya beranggapan bahwa kasus mereka benar-benar ada kaitannya. “Lagi pula, setelah Baginda Raja melakukan investigasi, faktanya memang kekuatan sihir Nona ingin direngut secara paksa, namun itu belum tuntas terjadi karena menurut penyihir menara, anda memberlikan perlawanan dengan sekuat tenaga,” jelas Pria itu yang mulai merasa curiga.
Lalu, katanya ada satu hal yang lebih aneh. Setelah Emillo mencari seluk beluk racun yang dikonsumsi oleh Sheyra dan Lucy dari sebuah teko yang sama, katanya racun itu adalah Batulinum Toxin.
“Dimana setelah kita mengkonsumsi racun itu, akan mengakibatkan kelumpuhan otot yang akhirnya mengarah pada kelumpuhan sistem pernapasan, yang tak lain berujung pada kematian,” jelasanya yang sukses membuat Lucy menatapnya dengan tatapan tak percaya.
Poin ini tentu tidak akan begitu dicurigai karena ia telah mendapatkan penyembuhan dari Lucy sebelumya, namun yang mencurigakan dari masalah ini adalah..
“Bagaimana bisa Sheyra yang tidak memiliki kekuatan sihir masih bisa bertahan untuk membuntuti saya yang mencoba melarikan diri kedalam hutam?!” tanyanya yang hampir tidak bisa berkata-kata.
Alasan Lucy pergi kedalam hutan karena ia mencoba menetralisir racun itu diam-diam. Jika ia menggunakan kekuatan sihirnya didepan umum maka hanya akan menimbulkan kecurigaan dan kesalah pahaman. Tapi ia merasa ada yang masih mengganjal disini.
Apakah kecelakaan mereka benar-benar hanya karena ulah Viscount semata? Lalu jika dia hanya ingin menjebak Lucy, kenapa dia tidak membiarkan Lucy pergi kehutan saja sendirian? Dengan begitu Sheyra bisa pura-pura pingsan karena telah keracunan saat meminum teh di teko yang sama dengannya, lagi pula yang akan menjadi tersangka utama saat itu bukanlah Lucy sendiri?
“Tidak perlu berpikiran rumit Nona, lagi pula jiika perempuan itu hanya seorang manusia tanpa kekuatan sihir, ia takan mampu untuk mengikuti Nona kedalam hutan, karena ia sendiri saat itu pasti telah sekarat duluan,” pikirnya jika mengikuti rasa logika.
“Itu benar.” Lucy saat ini terlihat berpikir keras sembari menggigiti ibu jarinya sendiri. Netra coklatnya terlihat bergetar, tiba-tiba saja ia teringat akan suatu naskah yang mencerita alasan tereksekusinya Lucy di pesta pernikahannya sendiri.
Yaitu Sheyra yang duduk dibangku penonton menjadi terkapar sekarat diatas lantai dikarenakan sihir kegelapan yang menyerang tubuh dan jiwanya. Lucy yang merupakan seorang penyihir menjadi tersangka utama atas penyerangan ini dan pada akhirnya ia di jatuhi hukuman mati.
“Tunggu…”
“Apakah kecurigaan saya selama ini benar? Bukankah saya hampir mati karena kekuatan saya hampir habis direnggut oleh penyihir kegelapan? Jika saya saja sampai seperti ini, kenapa Sheyra yang bersama saya saat itu masih baik-baik saja? Memangnya penyihir kegelapan akan baik begitu saja membiarkan manusia tak berdaya itu tanpa membunuhnya?” tanya perempuan itu merasa ada yang tidak beres disini.
Bukankah alasan Sheyra sekarat di novel juga karena katanya terdeteksi sisa sihir kegelapan ditubuhnya? Jangan beranggapan bahwa itu ulah perbuatan Lucy namun pikirkanlah! Bahwa sejak awal sihir kegelapan itu memang sudah ada di tubuhnya!
Bagaiman jika yang sebenarnya Lucy temui dihutan itu bukanlah seorang penyihir kegelapan, melainkan Sheyra yang tengah berpura-pura sekarat akibat keracunan? Di saat seperti ini, Lucy hanya memaki dirinya karena ia hanya merasakan perasaan yang samar ketika mencoba mengingat tentang perburuan itu di tahun lalu.
“Kesimpulan yang dapat saya buat, apakah Sheyra sebenarnya bersekutu dengan penyihir kegelapan?” tanya Lucy dengan perasaan yang belum yakin.
Sir Emillo juga terlihat ragu untuk menjawab. Ia beranggapan bahwa hal ini tidak dapat diputuskan semudah jentikan jari.
“Sir, sebaiknya kita melihat lagi daftar tamu undangan di pesta ulang tahun Yang Mulia yang ke 17, apakah disana tertera nama Sheyra sebagai tamu undangan atau tidak?” pintanya yang bermaksud untuk meminta pertolongan kearahnya.
“Baik, saya akan coba mencarinya. Sepertinya pembukuan itu dipegang Kepala Pelayan diistana Philia,” angguknya yang menerima permintaan Lucy tanpa keluhan.
Lucy sedikit mencurigai perempuan itu, apa kamu yang membunuh kakak? Aku tahu bahwa aku hanya menyaksikan kejadian itu lewat mimpi, tapi.. pelaku pembunuhan kakak adalah seorang wanita muda! Memang suaranya terdengar seperti nenek-nenek, tapi tidak ada salahnya kan untuk memastikan hal itu lebih dalam?
“Sebelumnya saya berterimakasih banyak atas bantuan anda, Sir. Tapi—” gadis itu nampak menghentikan ucapannya, setelahnya ia menggerakkan pergelangan tangannya untuk melepas sihir penghalang yang melingkar diantara mereka.
“Sebaiknya saya kembali, jika pergi terlalu lama maka orang-orang akan mencurigai saya.” pamitnya sebelum membalikkan diri. Namun Sir Emillo kini terlihat mencekal pergelangan tangannya dengan erat.
“Tunggu sebentar Nona. Sebelumnya tentang Yang Mulia—”
...***
...
Saat ini Lucy tampaknya telah kembali ke aula pesta dengan terburu-buru. Tempat itu masih saja ramai dipenuhi bangsawan seperti sebelumnya. Lalu yang akan Lucy lakukan saat ini ialah mendekati Reygan dan memintanya untuk segera pulang ke istana. Akan tetapi pemandangan yang dia saksikan saat ini cukup membuat gadis itu merasa kesal dan akhirnya perempuan itu naik pitam dibuatnya.
Lihatlah, kalian malah bersenang-senang dibelakangku?! Setelah apa yang dikatakan Sir Emillo tentang Yang Mulia sebelumnya, aku tidak begitu khawatir kepadanya. Tapi yang jadi masalah adalah opini bangsawan terhadap hubungan mereka akan menjadi semakin kuat!
Tatapannya kini tertuju kepada Sheyra yang tengah tertawa gemas dihadapan Yang Mulia Putra Mahkota. Dasar iblis pemikat! Maki gadis itu didalam hati.
Sebuah derapan langkah yang sengaja dipercepat membuat semua mata bangsawan kini tertuju kearahnya. Sheyra dan Reygan yang merasa didekati kini menatap Lucy dengan perasaan aneh. “Yang Mulia, kenapa tunangan anda terlihat marah kepada saya?” tanya Sheyra dengan perasaan gugup, tangannya terlihat gemetaran ketika melihat Lucy dengan tatapan mengerikan itu tengah datang menghampirinya.
“Anu.. Yang Muli—”
Plakk!
Sebuah tamparan keras kini mendarat dipipi putihnya. Sheyra tampak mematung diiringi satu tangannya yang terangkat untuk memegangi pipinya yang kelihatan membengkak. Lucy tampaknya telah menampar Sheyra diiringi kekuatan sihirnya sebagai bentuk peluapan amarah Lucy kepadanya.
“Perbuatan tidak sopan macam apa ini?!”