
Lucy merasa senang ketika situasi yang dengan sengaja ia ciptakan ternyata berhasil mengikuti kemauannya sendiri. Ya, dia bersyukur dengan kemampuan Sheyra sebagai Villain yang tidak begitu pintar, dengan bodohnya ia malah termakan pancingan Lucy begitu saja.
Lupakan soal perempuan itu, aku harus memerankan peranku dengan baik!
“Nona Lucy, saya agak ragu mengatakan ini tapi— bagaimana bisa ditengah hubungan anda yang baik begini malah terdengar rumor yang tidak mengenakan dimana-mana.” ujar Silvhua yang tengah memancing opini teman satu perkumpulannya disana.
Gracia dan Rebecca terlihat saling bertukar pandang dengan Federica, walaupun ketua perkumpulan itu terlihat santai sembari meminum teh dengan anggun. Sekilas wajahnya terlihat mengangguk kecil kepada mereka berdua. Lucy yang menyadarinya hanya bisa bersorak gembira dihatinya ketika menyadari bahwa mereka sepertinya ada di pihaknya.
Nice Sylvhia! Aku tidak pernah memintamu melakukan hal ini, tapi kamu yang peka sepertinya suka rela mau membantuku. Aku sangat berterimakasih, walaupun sepertinya harus berutang budi kepada Nyonya muda Marchionest itu.
“Itu— kami sering kali mendengar rumor yang buruk tentang Nona. Rumor itu juga mengatakan bahwa Yang Mulia mencampakkan Nona karena perempuan lain, padahal kami melihat betapa romantisnya beliau kepada Nona. Itu cukup mencurigakan.” sanjung Gracia dengan tatapan berbinarnya. Walaupun diakhir kalimat, raut wajah Gracia berubah menjadi masam seolah menanyakan apa kebenarannya.
“Benar, kami penasaran apa itu memang hanya sekedar rumor? Sekalipun bukan rumor, tapi perempuan itu keterlaluan kan? Bagaimana bisa perempuan itu membuat seseorang mencampakan tunangannya tanpa perasaan!” seru Rebeca dengan aura kesalnya.
Secara tidak langsung, mereka bertiga seperti menyindir seseorang yang duduk bersama mereka disana. Yap, mereka tengah mencibir dan menggosipkan Sheyra di depan wajahnya sendiri. Tidak aneh sih, mau disebut perkumpulan sosialisai Lady yang berkelas sekalipun, mereka hanya anak remaja yang suka bergosip di pesta.
Jadi cara mereka dalam membuly pasti klasik seperti ini, tapi Lucy tidak mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting ia mendapatkan keuntungan dari pembelaan seseorang yang sangat berpengaruh di pergaulan kelas atas.
Tapi.. sepertinya ada sesuatu yang mendidih dan panas di dekatnya, tapi itu bukan air teh yang menggenang di cangkirnya. Tentunya yang mendidih panas itu adalah isi hati Sheyra yang meluap-luap!
Dia kan yang sengaja sampai memaksa ingin duduk disini bersma kami kan? Jadi dengarlah semua percakapan kami dengan baik ya~
“Saya tidak tahu bahwa rumor tentang hubungan kami seburuk itu, karena semenjak pemulihan.. saya tidak begitu sering datang ke pesta.” jawab Lucy dengan sederhana.
“Itu, berarti rumor Yang Mulia yang memiliki hubungan dengan perempuan lain itu bohong kan, Nona.” tekan Federica yang sepertinya ingin meluruskan kesalah pahaman ini secepatnya.
Apalagi saat ini, Sheyra juga ada bersama mereka. Mungkin dengan mendapatkan titik terang dari rumor ini, maka rumor tak mengenakan itu akan segera sirna, dan seseorang yang percaya kepada Sheyra lama-lama akan pergi meninggalkannya.
Poin yang bagus, itulah yang aku harapkan.
“Tentu benar, mana mungkin Yang Mulia akan melakukan hal seperti itu, bukan?” Tajam Lucy yang berniat menekan Sheyra di depannya.
Sepertinya ada seseorang yang tidak senang mendengar jawaban sederhana dari Lucy, dengan kencang meja itu digebrak sehingga menumpahkan sebagian tehnya di atas meja. Beruntungnya teh yang ada di cangkir mereka sudah tidak begitu panas sehingga dapat menghindari resiko terkena luka bakar ringan.
“Tidak! Nona tidak bisa menghilangkan kenyataan bahwa dulu Yang Mulia pernah tertarik kepada saya! Apa maksudnya itu?!” tampik Sheyra dengan amarahnya. Semua pandangan kini tertuju untuk memperhatikan tingkah lakunya yang selalu membuat onar.
“Ah....” usai menyadari semua tatapan mereka yang tak suka dengannya. Ia terlihat putus asa sampai menggigit bibir bawahnya sendiri.
Dasar perempuan licik!
Sedangkan Lucy hanya bertanya-tanya kecil di hatinya, Sebenarnya ada apa? Apa yang membuatmu sampai panik seperti itu hanya karena mendengar pertanyaan bahwa dirinya tidak pernah berhubungan dengan Putra Mahkota?
“Lady, mohon maaf. Yang Mulia hanya bersikap baik saja kepada anda, bagaimana bisa anda mengatakan kebaikan beliau sebagai bentuk ketertarikan kepada anda?” tanya Lucy yang masih saja bersikap dengan tenang. Ia tidak boleh terhanyut ke dalam perasaan pribadinya demi memenangkan sebuah kompetisi.
Ya, kompetisi bertahan hidup hingga kedepannya.
“Lalu, apa artinya Yang Mulia mengajak saya sebagai partner di tahun kemarin? Yang Mulia juga menerima sapu tangan saya tanpa adanya rasa keberatan! Dulu kami dekat, tetapi setelah— setelah..” Sheyra malah terlihat kebingungan sendiri hingga kalimat yang keluar dari mulutnya sampai terbata-bata seperti ini. Kondisinya benar-benar mengkhawatirkan, apakah berdosa jika Lucy merasa iba kepadanya?
Dia sekukuh itu demi mempertahankan statusnya yang pernah menjadi kekasih atau orang yang disukai Putra Mahkota. Berarti ada sesuatu yang memang mengharuskan dirinya untuk mendapatkan posisi Lucy sebagai tunangan Putra Mahkota.
Yaitu kehancuran dunia ini.
“Itu— karena Yang Mulia dengan keluarga Baron kan menjalin kerjasama pada pertambangan bijih besi, makanya beliau mengubah rencana dengan menjadikan Nona Sheyra sebagai Partner. .. perihal sapu tangan.. bukankah menerima dari Lady yang menjadi Partnernya merupakan hal wajar?” Lucy kini beralibi debgan wajah ragunya yang seolah khawatir akan menyakiti perasaan Sheyra. Wajah khawatirnya benar-benar membuat para Lady bangsawan yang lain terenyuh ketika melihatnya.
Pernyataan Lucy memanglah masuk akal, sehingga gadis bangsawan yang lain juga lebih memilih setuju dengan pernyataannya ketimbang mendengarkan ucapan dan segala timpalan Sheyra.
Tapi.. aura hitam apa itu? Mengapa kabut hitam mengelilingi kami? Apa hanya aku yang dapat melihatnya? Tunggu—
Lucy lupa bahwa Marchionest Theyril merupakan seorang penyihir, sama seperti dirinya. Apa wajah pucat itu menjelaskan segalanya? Sepertinya mereka semua tidak menyadari aura pekat yang berasal dari tubuh Sheyra terkecuali mereka berdua.
Bahaya.. ada sesuatu yang berbahaya. Tapi apa itu? Raut wajahnya.. apa aku keterlaluan? Sepertinya Sheyra sangat marah..
Walaupun sebenarnya aliran kabut itu tidak begitu kelihatan karena aura itu menyatu dengan udara secara natural. Anehnya, kini senyuman anggun yang tertera di wajah perempuan bersurai merah itu entah kenapa malah terasa mengerikan.
Dengan sopan ia menunduk dan meminta maaf telah membat keributan di acara yang hangat seperti ini, akan tetapi— jika ia menyadari kesalahannya.. bukan kah seharusnya ia berpamitan dan pergi meninggalkan tempat ini? Namun yang Sheyra lakukan saat ini malah menyekal pergelangan tangannya dan membawa Lucy pergi dengan sekuat tenaga.
“Mohon maaf Nona Lucy, saya ingin membicarakan sesuatu berdua saja. Ayo kita pergi.” lantunannya yang terasa berbeda dari pada biasanya, walaupun suaranya terdengar lembut dan memenangkan, tapi tatapan matanya terlihat benar-benar aneh.
Aku bersumpah, diantara semua suara rengekkan Sheyra yang terdengar ditelingaku, baru kali ini aku merasakan tekanan yang kuat darinya.
Sebenarnya.. apakah aku beruntung atau malah tidak beruntung dengan rencana yang aku susun saat ini?