
Lucy pun kini menampilkan senyuman terbaiknys di seluruh para bangsawan. Terlebih ia mensyukuri bahwa ternyata masih ada beberapa orang yang mau menyayangi Lucy dengan tulus.
“Padahal situasi ini juga sangat sulit bagi Nyonya yang tengah mengandung, saya benar-benar mengucapkan terimakasih banyak.” ungkapnya diiringi rasa syukur.
Sylvhia merupakan penyihir alam, ia juga dapat mengendalikan angin yang mengantarkan musim semi dan juga musim gugur, serta dapat mengendalikan pepohonan dan semua tanaman apapun itu. Walaupun awalnya tidak diceritakan, namun Lucy memang menyadari adanya bantuan kecil yang diberikan oleh Sylvhia secara diam-diam.
Jadi ini alasanmu tidak mau pergi meninggalkan hutan ini ya, benar-benar teman yang setia. Padahal dia berbadan dua, tapi memaksakan diri untuk mengendalikan kekuatan sihirnya. Apa tidak akan terjadi apapun.. semoga tidak..
Hingga serba-serbi bisikan kecil mulai berkumandang di telinganya. Sebenarnya Lucy memang muak mendengar hal ini namun apa boleh buat. Sepertinya mereka mulai membicarakan dirinya dan Sylvhia dengan hal-hal yang lebih baik lagi. Harapan kecil Lucy kini hanya mengharapkan bahwa dengan hal ini, bangsawan lainnya akan berhenti mengucilkan Sylvhia yang memiliki asal usul statusnya sebagai seorang rakyat biasa, juga untuk kedepannya Lucy tidak ingin disalahkan lagi atas kesalahan apapun yang Sheyra ciptakan untuknya.
Usai para ksatria yang sakit-sakitan itu memindahkan tubuh Sheyra ketempat yang lebih baik, kini teriakan seseorang yang lantang mulai membuat perhatian mereka teralihkan kepada arah sumber suara. Disana terdapat seorang Pria dengan kaki tangannya tengah berlari diiringi tatapan yang menyalurkan rasa kekhawatiran yang terdalam.
Lucy terlihat senang walaupun bibirnya terkekeh kecil.
Pahalwan kesiangan baru tiba..
“Anda kemana saja Yang Mulia..” lirihnya pilu yang sukses membuat rait eajah Reygan menjadu lebih panik berkat penampilan Lucy yang terlihat mengenaskan. Terlebih gaun Lucy saat ini benar-benar rusak dan robek serta diiringi tubuhnya yang dipenuhi luka.
“Apa yang terjadi kepadamu!” teriaknya yang sontak menatap wajahnya dengan tatapan yang berkaca-kaca. Walaupun situasi setelahnya benar-benar mengejutkan ketika gerombolan para Pria kembali diiringi tubuhnya yang dienuhi luka sayatan pedang.
Aku pikir yang kembali saat ini hanya kalan berdua..
Tapi kemana perginya para kuda yang ditunggabgi mereka ya? Ah apa karena hutan berantakan dipenuhi pohon besar yang tumbang.. mungkin saja mereka tidak bisa membawa kembali kuda mereka.. tentunya kuda tidak bisa melewati bahan pohon yang besar kan..
Tapi secara tiba-tiba air matanya mengalir dipelupuk sang empu, ketika melihat wajah Pria itu yang berlari karena mengkhawatirkan dirinya.. rasanya hatinya terengut untuk berkeluh kesah di pelukannya.
Aku melupakan seseorang yang selalu ada bersandar bersamaku.. tapi— kenapa Yang Mulia tidak membantuku.. apa karena aku bukan peran utamanya.. aku tidak pantas mendapatkan pertolongan begitu. Tapi... Sir Emillo kenapa kamu juga ikut-ikutan Yang Mulia..
Seharusnya kamu datang membantuku seperti di kisah aslinya..
Bugh!
Usai memeluk hangat sang tunangannya itu kini ia memukuli dada Pria itu berkali-kali seolah meluapkan amarah yang ia tahan kepadanya.
“Uh.. Yang Mulia.. anda benar-benar pahlawan kesiangan, mau saya sebut pahlawan kesiangan pun anda benar-benar tidak membantu sama sekali. Saya sangat ketakutan..” rengeknya yang kini memeluk Reygan dengan erat. Tyson Rose yang ada di genggamannya kini terjatuh tanpa di sengaja hingga usai menyentuh rerumputan itu kini ia menghilang secara perlahan.
Menghilang seolah tugasnya telah selesai.
Walaupun netra rubynya sedikit membulat, ia hanya bisa mengangguk sembari memejamkan matanya diiringi rasa penyesalan yang begitu membeludak. “Maafkan aku. Aku bersalah karena tidak bisa membantumu disituasi yang asing seperti ini..” sesalnya diiringi tatapan nanar. Setelahnya ia mulai mengusap puncak kepalanya dengan hangat seperti sedia kala yang selalu ia lakukan kepada Lucy berniat untuk menghibur hatinya yang gelisah.
Walaupun ia bisa melawannya dengan vaik hingga akhir, Lucy hanya tetaplay seorang gadis muda yang bisa merasa ketakutan bahkan ketika kemalangan telah menghampiri dirinya berkali-kali. Walaupun ia selamat, tentunya siapa yang tidak merasa syok ketika kematian datang tepat di depan mata kalian sendiri?
Namun pandanan mata Reygan mulai berubah ketika mendapatin sebuah Tyson Rose yang menghilanf setelah lepas dari genggaman tangan Lucy. Aku memang tidak pernah menyangka hal ini.. tapi..
Dia- benar-benar telah kembali..
Lucy ku..
Aku tahu semua penderitaan mu.. dan aku adalah segala penyebabnya. Mungkin mengharapkan kata maaf dsrimu adalah suatu hal yang tidak mungkin.
Namun kali ini, aku hanya selalu mengharapkan dirimu untuk hidup lebih bahagia.. Lucy
Bintangku yang cerah..
Pria itu menunduk untuk menutupi wajah sedihnya, tak lama kemudian wajah tampannya terangkat untuk menampilkan senyuman terbaik yang pernah ada. “Maafkan aku Lucy, kondisi di dalam hutan benar-benar kacau dengan semua hewan buruan yang menggila, lalu.. semua para ksatria dan seluruh orang yang ikut serta berburu terlihat saling menyerang satu sama lain.” perjelasnya yang kini diberi anggukan mengerti ketika asumsinya semakin masuk akal.
Walaupun air matanya mengalir, namun Lucy kini hanya bisa mengiyakan perkataan Putra Mahkota dengan lapang dada, mungkin ini ada hubungannya dengan para Pria yang kembali dipenuhi luka sayatan.
“Akan tetapi, berkat bros ruby pemberian Lucy serta sapu tangan yang diberikan sihir pemuri milik Crylo. Kami benar-benar tidak terpengaruh oleh sihir misterius yang berkeliaran di dalam hutan. Kamu adalah Dewi yang turun untuk menyelamatkan kami. Terimakasih banyak.” ucapnya diiringi penjelasan yang singkat.
Reygan hanya berharap dengan penjelasan ini Lucy tidak merasa salah paham bahwa ia enggan kembali ke tempat pesta teh untuk menyelamatkan nyawanya. Walaupun matanya sedikit membulat, namun pada akhirnya Lucy hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.
Ternyata anda menyadari adanya keributan di pesta teh para Lady.. walaupun anda sendiri tidak bisa menolong saya karena jalan keluar pada hutan tidak di temukan. Memang benar, pendengaran yang tajam seperti Sir Emillo tidak mungkin tidak menyadari adanya keributan yang seperti ini. Tapi..
Sepertinya aku tidak bisa bertahan lagi..
Untuk bereaksi dan membalas segala ucapan Reygan, Lucy kini hanya bisa tersenyum. Matanya saat ini terasa berat dan bibirnya terasa enggan untuk bergerak.
Oh.. tubuhku saat ini seperti remahan kaca yang hancur.
“Akan tetapi, aku menyambutmu. Selamat datang kembali.. Penyihir Abadi kami..” ungkap Pria itu diiringi kecupan hangat pada punggung tangan sang gadis.
Ah.. lagi-lagi Yang Mulia juga mengatakan omong kosong..
Kenapa kalian semua bersikukuh mengatakan aku seorang Morticia sih..
Tidak..sepertinya mereka memanggilku debgan panggilan Lucia..
Tapi.. kenapa pandangan mataku mulai menggelap ya..
Suara tangisanku juga menghilang..
Aku lelah..
Biarkan aku beristirahat sebentar..
“….”
Brukk..